<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466</id><updated>2012-02-02T12:04:09.207+07:00</updated><category term='Leo Tolstoy'/><category term='Movie Guide'/><category term='Elex'/><category term='Annemarie Selinko'/><category term='Sekar Ayu Asmara'/><category term='Orange Books'/><category term='Homer'/><category term='Karl May'/><category term='Jostein Gaarder'/><category term='Carson McCullers'/><category term='Spiritual'/><category term='persahabatan'/><category term='Jhumpa Lahiri'/><category term='Virgil'/><category term='guest writers'/><category term='Matahati'/><category term='John Steinbeck'/><category term='Misteri'/><category term='Harriet Beecher Stowe'/><category term='lomba'/><category term='Suspense'/><category term='Hewan'/><category term='monthly reviews'/><category term='Novel'/><category term='Matthew Pearl'/><category term='Frederick Forsyth'/><category term='klasik'/><category term='Clive Cussler'/><category term='Penerbit Andi'/><category term='Robert Harris'/><category term='book challenge'/><category term='Sastra'/><category term='Nicholas Evans'/><category term='Kathleen Kent'/><category term='Sejarah'/><category term='Antoinette May'/><category term='Paul Gallico'/><category term='Robert Louis Stevenson'/><category term='Kristiani'/><category term='Jenny Nimmo'/><category term='tentang aku'/><category term='Kantera'/><category term='Barbara Quick'/><category term='Diane Setterfield'/><category term='T. Lobsang Rampa'/><category term='Redline'/><category term='Edgar Allan Poe'/><category term='Atria'/><category term='Tintin'/><category term='Oncor'/><category term='Bukune'/><category term='Otobiografi'/><category term='Jackson Pearce'/><category term='Non Fiksi'/><category term='bisnis'/><category term='Eiji Yoshikawa'/><category term='Film dari Buku'/><category term='seni'/><category term='Dastan'/><category term='cergam'/><category term='Zizou Corder'/><category term='Bentang'/><category term='Fantasi'/><category term='Eric Shanower'/><category term='John Grisham'/><category term='teenlit'/><category term='Jeffery Deaver'/><category term='Alexandre Dumas'/><category term='Liris'/><category term='Budaya'/><category term='Victor Hugo'/><category term='Charles Dickens'/><category term='Sara Gruen'/><category term='Hukum'/><category term='inspirasi'/><category term='Epik'/><category term='curhat'/><category term='studi banding'/><category term='Maurice Leblanc'/><category term='Drama'/><category term='biografi'/><category term='Young Adult'/><category term='book swap'/><category term='Ufuk'/><category term='Qanita'/><category term='Historical Romance'/><category term='Herge'/><category term='Daniel Gottlieb'/><category term='Nora Roberts'/><category term='Louisa May Alcott'/><category term='Winna Efendi'/><category term='Hikmah'/><category term='Motivasi'/><category term='Realisme Magis'/><category term='Aravind Adiga'/><category term='Home'/><category term='Treton Lee Stewart'/><category term='Sam Djang'/><category term='Marc Levy'/><category term='Edgar Jepson'/><category term='M.G. Harris'/><category term='John Boyne'/><category term='Frances Hodgson Burnett'/><category term='James Patterson'/><category term='Chitra Banerjee Divakaruni'/><category term='Paulo Coelho'/><category term='Catherine Anderson'/><category term='Mizan'/><category term='E-Artikel'/><category term='Gagas Media'/><category term='Marjorie Kinnan Rawlings'/><category term='Malcolm Gladwell'/><category term='Harper Lee'/><category term='KBO'/><category term='Mo Yan'/><category term='William P. Young'/><category term='Henryk Sienkiewicz'/><category term='J.K. Rowling'/><category term='Q-Press'/><category term='pangestu'/><category term='Tracy Chevalier'/><category term='Spionase'/><category term='Mark Twain'/><category term='pengembangan diri'/><category term='Psikologi'/><category term='Filosofi'/><category term='Romance'/><category term='Humanisme'/><category term='Gramedia'/><category term='Petualangan-Fantasi'/><category term='Gaston Leroux'/><category term='Gloria'/><category term='giveaway'/><category term='KPG'/><category term='Kazuo Ishiguro'/><category term='Emily Bronte'/><category term='special story'/><category term='Serambi'/><category term='Ken Follett'/><category term='film'/><category term='Kisah Nyata'/><category term='Umberto Eco'/><category term='Jules Verne'/><category term='Jodi Picoult'/><title type='text'>Baca Buku Fanda</title><subtitle type='html'>Widen Your Insight Through Books</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>355</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-4871887446284252429</id><published>2012-01-16T08:30:00.001+07:00</published><updated>2012-01-16T08:32:08.314+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gramedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Non Fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biografi'/><title type='text'>Pak Harto: The Untold Stories</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6p3Iu_yMlPo/TxE5KiHQfSI/AAAAAAAAFKs/Kn5vXtpWuQI/s1600/pak-harto.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6p3Iu_yMlPo/TxE5KiHQfSI/AAAAAAAAFKs/Kn5vXtpWuQI/s320/pak-harto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5697397856719109410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;Hingga saat ini, Pak Harto adalah figur Presiden RI terbaik bagiku. Dan bukan saja Presiden, di mataku Pak Harto adalah juga seorang pahlawan bangsa. Mungkin ada yang bertanya 'mengapa?', mengingat rekam jejak Soeharto dan Orde Baru selama ini dinilai otoriter, kejam, dan sarang korupsi. Bagiku sederhana saja, kalau kita mau menilai kinerja seorang pemimpin, cukup lihat saja hasilnya. Jika negara ini menjadi lebih baik, berarti presidennya adalah pemimpin yang baik. Titik. Bagaimana dengan 'dosa-dosa' beliau? Aku hanya akan menjawab, tak ada gading yang tak retak. Tak ada pemimpin yang tak berbuat kesalahan. Tak ada manusia yang sempurna. Yang terpenting, beliau telah berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi bangsanya, bagi warga negaranya. Itulah yang dibutuhkan Indonesia, bukan sosok seperti dewa yang bisa dipuja-puja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Buku Pak Harto: The Untold Stories ini semakin mengukuhkan pilihanku kepada Pak Harto sebagai sosok pemimpin ideal. Dari penuturan 113 narasumber yang diwawancarai--dan bahkan ada yang menulis sendiri, aku jadi makin dapat melihat sosok Pak Harto secara lebih personal dan (seolah) dari dekat. Kalau sampai hari ini aku hanya mengenal beliau dari televisi dan koran (yang mungkin saja--dan kemungkinan besar demikian--telah dipoles demi politisasi pihak tertentu), kini aku dapat mengenal Pak Harto dari penuturan orang-orang yang selama ini pernah bersentuhan langsung dengan beliau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Yang paling menarik perhatianku adalah penuturan dari para kepala negara anggota ASEAN. Menurutku, merekalah yang pendapatnya paling netral; mereka dapat melihat sosok Pak Harto secara obyektif karena sejajarnya kedudukan mereka dengan Pak Harto. Yang paling menarik adalah kesimpulan Pak Mahathir Mohamad, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya berkesimpulan bahwa badai perekonomian yang melanda Asia Tenggara pada tahun 1998 itu memang dirancang untuk menjatuhkan pemerintahan Pak Harto.&lt;/span&gt;" ~hlm 30. Mungkin saja memang benar, karena pada saat itu ASEAN makin menanjak, yang pasti akan membuat negara-negara maju khawatir. Kalau kesimpulan Pak Mahathir itu benar, kita harusnya berbangga, karena itu berarti negara kita (pernah) menjadi salah satu negara yang dianggap pesat perkembangannya hingga disegani negara-negara maju di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dari Mr. Lee Kuan Yew--yang menulis sendiri penuturannya, seperti halnya Pak Sultan Hassanal Bolkiah--kita bisa mengetahui bahwa di bawah pemerintahan Soeharto, kedudukan Indonesia di ASEAN adalah 'the first among equals', yang artinya 'terutama di antara yang sederajat'. Bila negara-negara ASEAN mengalami masalah, biasanya mereka meminta pendapat Pak Harto, dan hal itu membuat persatuan di ASEAN cukup solid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Keluar dari ranah politik luar negeri, kita diajak menyimak penuturan para anak buah Pak Harto. Rata-rata mereka melihat Pak Harto sebagai sosok kebapakan, sederhana, selalu memperhatikan kebutuhan anak buahnya, tak banyak bicara namun ketika bicara selalu sarat dengan wejangan yang dalam. Di mata mereka Pak Harto adalah pemimpin yang ingin melihat anak buahnya berkembang, dan meski Pak Harto telah tiada, wejangannya selalu menjadi panutan hidup mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kalau anda membayangkan gaya hidup Pak Harto bergelimang kemewahan, siap-siaplah untuk terkejut--sama seperti kebanyakan orang ketika pertama kali berkunjung ke Cendana. Rumah sang orang nomor satu di negara kita itu ternyata biasa-biasa saja, perabotnya pun tidak mewah. Pak Harto dan keluarga lebih suka menyantap makanan sederhana seperti rakyatnya. Camilan Pak Harto antara lain singkong rebus dan Pop Mie (seperti yang dikisahkan oleh para bawahannya yang datang menghadap). Bahkan ajudannya mengatakan bahwa Pak Harto lebih suka mengenakan kaus golf lamanya yang sudah mulai belel, sementara kaus-kaus barunya malah dibagikan ke para pegawai rumah tangganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dari antara mereka yang pernah berjuang bersama Pak Harto, mengalirlah kisah-kisah jenaka yang masih mereka kenang hingga kini. Des Alwi, misalnya, yang bercerita ketika Pak Harto bersama Faisal Abdaoe melakukan pengintaian di markas Jepang di Malioboro, Yogyakarta. Ketika pasukan Jepang curiga, Pak Harto pun dengan sigap melilitkan scarf yang dipakainya ke kepala Faisal lalu mereka berdua pura-pura menjadi sepasang kekasih. Pasukan Jepang pun akhirnya pergi. Lalu ada juga cerita Sjafrie Sjamsoedin yang meminta Pak Harto memakai helm pengaman (standar PBB) ketika naik pesawat di daerah perang di Zarajevo, namun Pak Harto menolak dan malah menyuruh Sjafrie memasukkan helm itu ke museum Purna Bhakti - Taman Mini ketika pulang nanti...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pak Harto sangat menyayangi dan memperhatikan bawahannya. Beberapa dari mereka dibiayai dari Pak Harto pribadi untuk mengobatkan anak atau istrinya ke luar negeri. Ada juga yang dibantu untuk bisa mendapatkan rumah dengan proses yang mudah. Ketika kaki pengawalnya bengkak karena asam urat sehingga kesakitan, Pak Harto menyuruh si pengawal memetik daun sigli dari halaman, lalu Pak Harto sendiri yang menempelkan daun itu ke kaki si pengawal yang sakit, setelah daun itu ditumbuk halus oleh Bu Tien. Masih banyak kesaksian-kesaksian lain yang dituturkan dengan haru oleh para bawahannya, yang persentuhan pribadinya dengan Pak Harto membuat mereka menganggap Pak Harto dan Bu Tien sebagai ayah-ibu mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Yang paling unik di buku ini mungkin penuturan Pak Emil Salim tentang ritual gajah. Ternyata setahun sekali gajah memiliki ritual pergi ke laut untuk memperoleh garam. Suatu hari desa yang baru dihuni oleh para transmigran diobrak-abrik oleh segerombolan gajah hingga porak poranda. Rupanya desa itu dibangun di tengah-tengah rute ritual gajah. Awalnya tentara sudah datang untuk segera menembak para gajah. namun Pak Harto langsung melarangnya! Sebaliknya, beliau menyuruh tentara mengawal para gajah untuk kembali masuk hutan lewat jalan yang aman. Jadi, para tentara pun mengganti senapannya dengan terompet dan kentongan untuk menciptakan bunyi-bunyian yang akan menarik para gajah. Bayangkan tentara yang biasanya garang itu akhirnya menangis ketika harus berpisah dengan para gajahnya yang telah mereka kawal...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kembali ke soal kepemimpinan Pak Harto yang disegani di dunia internasional. Dari penuturan Sutanto (ajudan), ketika ada perdebatan mengenai suatu masalah di antara negara-negara Asia, Pak Harto selalu mempelajari masalah masing-masing negara. Ia memetakan pihak yang pro dan kontra, lalu membagi militansinya menjadi 3 kelompok: lunak, setengah keras dan keras. Pertama ia akan melobi kelompok lunak dulu. Begitu mereka sudah setuju dengan ide Pak Harto, mulailah ia bergerilya pada kelompok setengah keras. Setelah kelompok itu dapat menerima ide Pak Harto, barulah ia berusaha merangkul dan menggandeng yang keras. Kalaupun awalnya mereka menolak ide itu, pada akhirnya di sidang terbuka mereka akan luluh karena sebagian besar sudah setuju.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dari ajudan Sutanto ini jugalah, anda yang masih penasaran tentang penyebab kematian Bu Tien yang sebenarnya, akan mendapat kepastian yang benar dari buku ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sebenarnya dari dulu aku bertanya-tanya, bagaimana Pak Harto yang latar belakangnya militer, dapat menguasai begitu banyak hal dalam bidang-bidang yang berbeda. Apakah ia memang jenius? Ternyata tidak. Pak Harto memang seorang yang "fast learner". Sejak menjabat presiden, Pak Harto biasa memanggil dan mendengarkan pendapat menteri-menterinya tentang berbagai persoalan, cara pemecahannya, serta alasan-alasannya. Laporan itu kemudian dibawa kepada para pakar/akademisi dari masing-masing bidang, yang kemudian akan memberi penjelasan tentang laporan tersebut kepada Pak Harto. Teori itu langsung dipraktekkan Pak Harto dalam menjalankan pemerintahan. Dan setelah 10 tahun menjabat, ia pun telah menguasai semua bidang yang dibawahinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ada satu lagi "resep" yang membuat Pak Harto berhasil membangun Indonesia dari keadaan terpuruk setelah pecahnya G 30S PKI hingga menjadi negara yang stabil secara politik dan ekonomi. Yang pertama, Pak Harto memiliki visi jangka panjang. Tak seperti para politisi yang visinya hanya sampai Pemilu tahun depan, Pak Harto memikirkan cara Indonesia dapat tinggal landas menuju negara yang lebih berkembang. Kedua, Pak Harto selalu menilai dan memilih menteri-menterinya dengan cermat. Oleh karena itu selama pemerintahan beliau kita tak pernah mendengar istilah re-shuffle--yang kini mulai biasa terjadi hingga akhirnya kita tak tahu lagi menteri siapa yang mejabat apa. Ketiga, Pak Harto dengan disiplin dan cermat menuangkan visinya ke dalam konspep yang jelas. Repelita adalah contohnya. Pak Harto tak hanya mampu memberi instruksi kepada menterinya, namun sekaligus memberikan arahan untuk melaksanakan pekerjaan itu dengan jelas sehingga dapat dijalankan dengan mudah oleh semua bawahannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kalau begitu, buku ini hanya mengagung-agungkan kehebatan Soeharto ya? Tidak juga. Simak pendapat Pak Rachmat Witoelar tentang Pak Harto: ".&lt;span style="font-style: italic;"&gt;..Pak Harto adalah figur yang hebat. Beliau yang mengangkat masyarakat Indonesia yang terpuruk akibat G 30S PKI. Beliau yang membangun Indonesia sehingga mampu tegak menjadi negara sejahtera dan bermartabat, yang diperhitungkan secara internasioanl; tetapi kemudian kebablasan. Di mata saya, hanya pada kata yang terakhir itu saja kekurangan Pak Harto.&lt;/span&gt;" ~hlm. 299.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pada akhirnya, seperti yang juga dikatakan hampir semua narasumber di buku ini, kalau kita mau dengan lapang hati melihat semua hasil pembangunan di masa Pak Harto, maka kita pun akan bisa menghargainya dengan layak. Kita harus ingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai pahlawannya. Hanya kitalah yang bisa menemtukan, apakah bangsa kita layak disebut bangsa yang besar dan bermartabat atau tidak. Pak Harto memang telah tiada, namun warisan pembangunan yang telah ia rintis, sekarang kita nikmati bersama. Termasuk juga mereka-mereka yang telah menjatuhkan dan menghujat beliau di tahun 1998 itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Buku Pak Harto: The Untold Stories ini memang tergolong buku mahal, namun menurutku sepadan dengan kerja keras tim penulis untuk merangkum wawancara dari 113 narasumber yang sibuk, dan dengan fakta-fakta kecil nan menarik yang menjadikan kita tahu seperti apa karakter asli Pak Harto di balik apa yang kita saksikan selama ini. Ditambah lagi, kita akan dimanjakan dengan jenis kertas eksklusif yang digunakan untuk mencetak buku ini, serta foto-foto &lt;span style="font-style: italic;"&gt;full color&lt;/span&gt; Pak Harto dengan banyak orang dalam banyak kesempatan. Benar-benar layak untuk koleksi pribadi!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dan menutup review ini ijinkan aku untuk mengutip nasihat/falsafah hidup yang diberikan Pak Harto dan diungkapkan oleh dua orang di buku ini,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span &gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika kamu memberi sesuatu, tulislah itu di pasir agar dapat terhapus; tetapi jika kamu diberi sesuatu, pahatlah itu di batu, agar selalu teringat.&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Empat bintang untuk buku ini!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Judul: Pak Harto: The Untold Stories&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penulis: Mahpudi, bakarudin, Dwitri Waluyo, Donna Sita Indria, Anita Dewi Ambarsari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Terbit: Agustus 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tebal: 609 hlm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-4871887446284252429?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/4871887446284252429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=4871887446284252429&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/4871887446284252429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/4871887446284252429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2012/01/pak-harto-untold-stories.html' title='Pak Harto: The Untold Stories'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6p3Iu_yMlPo/TxE5KiHQfSI/AAAAAAAAFKs/Kn5vXtpWuQI/s72-c/pak-harto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-5675327760534285575</id><published>2012-01-06T09:00:00.002+07:00</published><updated>2012-01-06T09:02:10.203+07:00</updated><title type='text'>Top 5 of Book Boyfriends</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bersama teman-teman Blogger Buku Indonesia (BBI), aku memilih 5 tokoh pria terfavoritku. Awalnya berniat memilih dari tahun 2011 saja, tapi aku teringat akan tokoh kesayanganku yang bukunya telah lama kubaca. Jadi inilah 1 tokoh terfavorit secara keseluruhan, dan 4 tokoh favorit khusus dari buku yang kubaca selama 2011.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Connor&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;in &lt;i&gt;The Smoke Jumper&lt;/i&gt; (Nicholas Evans)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-cNUzebJpQj4/TwQYtA1mJ9I/AAAAAAAAFGI/aVHgdCAYIkU/s320/the-smoke-jumper.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 250px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693702990501128146" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tipe pria pemberani, bukan hanya secara fisik (karena di sini ia adalah seorang smoke jumper), tapi juga berani mengambil keputusan. Hal itu terungkap saat ia mengambil tindakan berani dan beresiko tinggi saat menyelamatkan wanita pujaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jean-Baptiste Bernadotte&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-gO57wyF_bak/TwQYHVf1rUI/AAAAAAAAFF8/lfzbp1F4c38/s320/bernadotte.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 184px; height: 320px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693702343211986242" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;in &lt;i&gt;Desireé&lt;/i&gt; (Antoinette May)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-ZRmIYMM4x7U/TwQX_XsSqSI/AAAAAAAAFFw/TwzhAdx1_VU/s320/desiree.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 320px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693702206362134818" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Meski punya ambisi, namun Bernadotte arahkan ambisinya demi negara. Dan bahkan di tengah pengabdiannya pada negara, ia selalu menyempatkan waktu untuk mencurahkan cintanya pada Desiree, sang istri. Cinta pada sang istri tetap melampaui cinta pada negaranya. Sikapnya yang kalem, penuh perhatian dan tak lupa mencurahkan cinta walau sibuk itu yang bikin aku paling suka dengannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Philip&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-eaqV5mA8oAg/TwQXx-vEseI/AAAAAAAAFFk/9T2cAE_iOFk/s320/philip.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 168px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693701976324616674" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;in &lt;i&gt;The Pillars of The Earth&lt;/i&gt; (Ken Follett)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-vw1mdPUEU8E/TwQXqMgCjaI/AAAAAAAAFFY/utm-O69rYK8/s320/pillars-of-the-earth.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693701842580704674" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Oh…andai saja Philip bukanlah seorang biarawan! Tapi kalau ada sosok pemimpin Gereja yang seperti Philip, aku pasti akan pindah ke Gereja itu. Philip adalah perpaduan antara ketegasan dan kepandaian seorang pemimpin; dan kerendahan hati seorang manusia di hadapan Tuhannya. Andai ia bukan biarawan…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Marcus Tulius Cicero&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-hs2F52HuU9U/TwQXYjpQfrI/AAAAAAAAFFM/XTwh28mLBJs/s320/cicero-top.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 225px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693701539555737266" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;in &lt;i&gt;Imperium &lt;/i&gt;and&lt;i&gt; Conspirata&lt;/i&gt; (Robert Harris)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-qdx9bT04eh8/TwQXM4wvt6I/AAAAAAAAFFA/UupkzhGPCkA/s320/conspirata.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 206px; height: 312px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693701339065857954" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Memiliki ambisi tapi tidak ambisius buta, Cicero masih memiliki pendirian. Cicero juga tipe pria yang menghargai wanita. Wanita bukan hanya pendamping, tapi juga rekan yang pendapatnya dihargai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jacob&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;in &lt;i&gt;Water for Elephants&lt;/i&gt; (Sara Gruen)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-qsopG3izHDo/TwQWp1zh9AI/AAAAAAAAFEo/enX3Bl2AKT8/s320/water-for-elephants.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 169px; height: 250px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693700736976811010" /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Jacob punya keteguhan hati, berani mengambil resiko demi apa yang ia percayai. Punya sense of humor juga, yang terutama terungkap setelah ia renta dan tinggal dip anti jompo. Aku suka pria yang punya banyak pengalaman dalam hidupnya, karena pasti wawasannya luas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-5675327760534285575?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/5675327760534285575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=5675327760534285575&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5675327760534285575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5675327760534285575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2012/01/top-5-of-book-boyfriends.html' title='Top 5 of Book Boyfriends'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-cNUzebJpQj4/TwQYtA1mJ9I/AAAAAAAAFGI/aVHgdCAYIkU/s72-c/the-smoke-jumper.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-2863520117764338549</id><published>2012-01-04T14:32:00.002+07:00</published><updated>2012-01-04T14:33:55.257+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='William P. Young'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penerbit Andi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>The Shack</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Pweg-aBS2AY/TwQAu6XNQHI/AAAAAAAAFEc/Zl5xrqD7uYw/s1600/the-shack.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Pweg-aBS2AY/TwQAu6XNQHI/AAAAAAAAFEc/Zl5xrqD7uYw/s320/the-shack.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693676634843725938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Banyak sudah yang menyarankan aku membaca buku ini. Ketika kutanya, mengenai apa sih buku ini? Jawabnya kebanyakan singkat: tentang trinitas (tiga pribadi Tuhan dalam doktrin Kristen: Bapa, Putera dan Roh Kudus). Ketika mendengarnya, kupikir The Shack adalah semacam novel yang ‘teologis’, yang hendak menjelaskan arti trinitas. Namun setelah kubaca, aku menemukan lebih dari sekedar trinitas di buku ini. The Shack lebih mengedepankan hubungan Tuhan dengan manusia, daripada semata-mata ajaran religius.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dikisahkan seorang pria bernama Mackenzie aka Mack, ayah dari 5 orang anak, yang di masa kecilnya memiliki masalah dengan ayah yang pemabuk dan suka menyiksa. Meski kekurangan kasih sayang saat anak-anak, namun Mack berhasil membina keluarga yang baik, dan membesarkan serta mencintai anak-anaknya dengan baik pula. Hidupnya akan berjalan dengan sempurna, kalau saja tragedi itu tidak terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pada suatu acara liburan ke arena perkemahan di Wallowa Lake, Oregon, USA, kano yang ditumpangi kedua anak Mack: Josh dan Kate terbalik dan tenggelam. Kate berhasil berenang ke tepian, namun kaki Josh terlilit sesuatu hingga ia tak mampu keluar dari kano. Sebagai mantan penjaga pantai, dengan cekatan Mack langsung terjun ke danau dan akhirnya berhasil menyelamatkan Josh. Namun, aksi penyelamatan yang lumayan heboh itu telah mengalihkan perhatian semua orang dari Missy—putri bungsu Mack yang berusia 5 tahun dan saat insiden itu terjadi, sedang duduk dan mewarnai di meja piknik. Begitu Mack sadar, Missy tak dapat ditemukan di mana-mana. Pencarian pun dilakukan, yang menyita perhatian pengurus perkemahan, teman-teman Mack hingga FBI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Akhirnya penyelidikan forensik mengungkap bahwa Missy telah diculik oleh seorang pria yang terkenal sebagai Si Pembunuh Gadis Cilik. Missy adalah korban kelima pria itu, yang hingga kini belum dapat tertangkap. Hal itu terungkap dari pin berbentuk kepik berbintik lima (menunjukkan jumlah korban) yang ditemukan di TKP. Pembunuhan Missy serta-merta menjungkirbalikkan kehidupan Mack. Ketika ia sudah dapat melupakan trauma perlakuan ayahnya, kini pembunuhan Missy seolah-olah menjadi titik balik dalam hubungannya dengan Tuhan. Ia marah—sangat marah pada Tuhan dan menjauhiNya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tiga tahun setelah insiden yang ia sebut Kesedihan Besar itu, datanglah sepucuk surat dari “Papa”. Jangan mengasumsikan Papa berarti ayah Mack atau Nan, istrinya. Papa adalah panggilan Nan untuk Tuhan. Apa? Surat dari Tuhan? Bergurau ya? Begitulah yang awalnya dirasakan Mack, seperti yang pasti akan kita rasakan juga kalau kita mengalami hal yang sama. Dan gilanya lagi, surat itu mengundang Mack untuk pergi ke ‘Gubuk’ (The Shack) di mana Missy dibunuh, karena di sana pula “Papa” akan menunggunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Meski kedengaran gila, Mack tetap berangkat. Awalnya gubuk itu ternyata kosong, namun setelah sejenak ia berbalik, gubuk itu menjelma menjadi sebuah rumah asri yang ditinggali 3 orang. Perempuan besar keturunan Afrika yang minta dipanggil Papa, pria Timur Tengah yang berpakaian seperti tukang, dan perempuan Asia mungil yang seolah tak nyata. Anda bisa menebaknya, mereka adalah sosok yang mewakili: Tuhan (Bapa), Yesus dan Roh Kudus—yang dalam kisah ini menggunakan nama Sarayu. Pertanyaannya: mengapa Tuhan mengundang Mack untuk datang ke pondok? Dan apakah Mack akan mempergunakan kesempatan ini untuk melontarkan amarah yang selama ini dipendamnya terhadap Tuhan? Akankah ia mendapatkan jawaban memuaskan seputar mengapa Missy harus menanggung kekejian pembunuh itu? Dari semua anak di dunia, mengapa harus Missy?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pertanyaan yang sama yang mungkin telah berjuta kali dilontarkan orang-orang yang pernah mengalami penderitaan atau kehilangan seperti Mack. Pertanyaannya selalu, apakah Tuhan itu sungguh baik? Kalau Ia baik, mengapa Ia membiarkan hal buruk terjadi pada orang baik? Kalau Tuhan ada, mengapa kekacauan dan kejahatan terus terjadi di bumi yang notabene Ia ciptakan sendiri?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Alih-alih menjelaskan secara teologis, William P. Young—penulis buku ini—mengajak kita semua mencari jawabnya melalui pengalaman Mack. Mack diajak berdialog dan melakukan kegiatan-kegiatan manusia biasa oleh Papa, Yesus dan Sarayu. Sedikit demi sedikit akhirnya Kesedihan Besar yang selama ini menggelayuti dirinya berangsur-angsur terkikis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Beberapa hal menarik yang aku dapat dari buku ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;= Ketika menciptakan manusia, Tuhan memberikan kebebasan pada mereka untuk memutuskan tindakan mereka sendiri, baik ataupun jahat. Jadi, ketika ada kejahatan di atas bumi, itu bukan karena Tuhan mau menghukum, itu adalah hasil kejahatan dalam diri manusia. Tuhan bukan tak mampu menghentikannya, melainkan tak mau mengambil kebebasan manusia. Tapi di sisi lain, Tuhan selalu menunggu dengan penuh cinta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;= Tuhan bukanlah Bapa yang menghukum. Tuhan begitu mencintai anak-anakNya, lebih besar dari cinta manusia. Ketika kita menyakiti Dia, Tuhan memang sedih, tapi itu tak akan sanggup memadamkan cintaNya kepada kita. Hal ini digambarkan dengan indah dan jelas sekali dalam dialog antara Mack dan Sophia (perwujudan kebijaksanaan Tuhan) ketika Mack harus memutuskan siapa di antara 5 anaknya yang akan “dimasukkan ke neraka”. Tentu saja Mack tak mau anaknya masuk ke neraka seberapa pun mereka telah menyakiti Mack. Begitu juga halnya dengan Tuhan…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;The Shack adalah jenis bacaan yang perlu direnungkan di sela-sela membaca. Begitu banyak kalimat-kalimat yang meneduhkan jiwa bertebaran di buku ini, terutama yang keluar dari mulut Papa, Yesus dan Sarayu. Namun, aku merasa agak janggal dengan bagian akhirnya yang menurutku agak dibuat-buat. Lagipula, sulit untuk membayangkan bagaimana perobatan sempurna seseorang dapat terjadi dalam waktu hanya dua hari saja. Memang ini novel religius yang difiksikan, tapi tetap saja aku merasa kurang sreg.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, aku memberikan 4 bintang untuk The Shack ini!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: The Shack&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: William P. Young&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: Penerbit Andi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: 2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tebal: 416 hl&lt;/span&gt;m&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-2863520117764338549?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/2863520117764338549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=2863520117764338549&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/2863520117764338549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/2863520117764338549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2012/01/shack.html' title='The Shack'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Pweg-aBS2AY/TwQAu6XNQHI/AAAAAAAAFEc/Zl5xrqD7uYw/s72-c/the-shack.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-7163678146016434848</id><published>2012-01-03T08:12:00.001+07:00</published><updated>2012-01-03T08:12:00.559+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jackson Pearce'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Young Adult'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Atria'/><title type='text'>Sweetly</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-L3WoL_MYGrI/Tv73wd8SNWI/AAAAAAAAFCY/9o7bEiEJNF8/s1600/sweetly.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 209px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-L3WoL_MYGrI/Tv73wd8SNWI/AAAAAAAAFCY/9o7bEiEJNF8/s320/sweetly.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692259391086146914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;'Dua orang anak yatim piatu diusir oleh ibu tiri yang jahat ke hutan. Di hutan mereka menemukan rumah bertabur permen dan kue jahe yang ditinggali seorang perempuan tua. Perempuan itu ternyata nenek sihir yang hendak memakan anak-anak itu.'&lt;/span&gt; Apakah kisah itu tak asing bagi anda? Tentu saja, itu adalah dongeng Hansel and Gretel yang dipopulerkan Grimm Bersaudara. Jackson Pearce--seorang penulis novel young-adult fantasy--meminjam dongeng itu untuk kisah Sweetly ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Alih-alih Hansel dan Gretel, dua bersaudara yang menjadi tokoh kisah ini bernama Ansel dan Gretchen, dua bersaudara yang tumbuh di Washington. Ketika masih kecil, mereka mempunyai adik perempuan, saudari kembar Gretchen. Suatu hari saat bermain-main ke hutan, mereka dikejar oleh sesosok monster bermata kuning. Berlari semburat keluar hutan, Ansel dan Gretchen lalu menemukan bahwa saudari mereka tertinggal di hutan. Lenyap. Tanpa bekas. Tanpa penjelasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Musibah itu menghancurkan keluarga Ansel dan Gretchen, membuat mereka berdua selalu dihantui perasaan bersalah dan mendapat perlakuan tak adil dari warga setempat yang menyalahkan mereka. Akhirnya mereka pun didepak oleh ibu tiri mereka dari rumah. Miskin dan hanya berbekal pakaian dan mobil butut, mereka pun mengembara. Mobil butut itu memaksa mereka berhenti di kota kecil yang tampak mati bernama Live Oak. Ansel mencari uang dengan membantu seorang gadis pemilik toko cokelat bernama Sophia, yang hidup di pondok terpencil di tepi hutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Saat ingin memberanikan diri berjalan-jalan di hutan, Gretchen kembali berhadap-hadapan dengan monster bermata kuning yang selama ini menghantuinya. Kalau selama duabelas tahun ia menganggap monster itu penyihir, kini akhirnya ia tahu apa yang telah mengambil adiknya dan Ansel: sesosok Fenris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Fenris atau fenrir adalah sebuah mitos, yakni sesosok monster berwujud serigala. Aku tak tahu pasti apa bedanya fenrir dan werewolf--manusia yang berubah menjadi serigala saat bulan purnama, yang jelas dalam kisah ini si fenris bisa menjelma menjadi pria yang tampan untuk mengelabui calon mangsanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Seorang pria muda bertampang masam bernama Samuel lah yang menolong Gretchen di hutan saat itu, dengan menembak sesosok fenris. Sejak saat itu, Gretchen yang sebenarnya sudah mulai menjalani hidup rutin dan normal di toko cokelat Sophia, harus membulatkan tekad untuk berhadapan langsung dengan para fenris penunggu hutan. Sementara itu, di balik manisnya aroma cokelat dan vanila serta segarnya permen lemon, ada kabut misteri pekat di kehidupan Sophia. Sang gadis ngotot menyelenggarakan Festival Cokelat, meski dua even yang sama telah membuat beberapa gadis Live Oak hilang tanpa jejak secara misterius. Apa yang terjadi sebenarnya? Apakah memang Sophia  yang menyebabkan gadis-gadis itu hilang seperti yang dituduhkan warga? Dan bagaimana Gretchen seorang diri dapat menaklukkan para fenris, padahal ia sendiri ketakutan pada mereka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Yang membuatku agak heran adalah selama ini Gretchen selalu bertanya-tanya mengapa saudari kembarnya yang diambil fenris di hutan, bukannya dia; apa yang istimewa dari adiknya? Menurutku pertanyaan yang agak tak biasa saja dipikirkan seseorang yang kehilangan orang yang disayanginya. Seolah-olah misteri itu jauh lebih penting daripada kenyataan bahwa ada monster yang mengambil adiknya. Aku juga agak tak setuju dengan adegan penembakan di akhir kisah.  Selebihnya, Sweetly menawarkan ketegangan, misteri dan sepercik bumbu romantis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Yang menarik justru covernya. Untunglah Atria menggunakan cover asli untuk edisi terjemahan ini. Kalau anda perhatikan dari dekat, gambarnya adalah dua tebing dengan pepohonan yang tumbuh di lereng-lerengnya. Ranting-rantingnya ada yang saling bertautan, dan di tengah lembah ada rumah. Tapi coba pandanglah dari jarak yang agak jauh, apa yang anda lihat?....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Aku memberikan tiga bintang untuk Sweetly!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Judul: Sweetly&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penulis: Jackson Pearce&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penerbit: Atria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penerjemah: Ferry Halim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penyunting: Fenty Nadia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Terbit: November 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tebal: 401 hlm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-7163678146016434848?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/7163678146016434848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=7163678146016434848&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/7163678146016434848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/7163678146016434848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2012/01/sweetly.html' title='Sweetly'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-L3WoL_MYGrI/Tv73wd8SNWI/AAAAAAAAFCY/9o7bEiEJNF8/s72-c/sweetly.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-6197928207151261624</id><published>2011-12-31T08:11:00.003+07:00</published><updated>2012-01-02T11:46:27.942+07:00</updated><title type='text'>The Best Reading of 2011 Versi Fanda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;Tak terasa, 365 hari telah berlalu semenjak aku menetapkan target membaca 100+ buku di tahun 2011. Dan...ternyata aku BERHASIL mencapai target itu. Dari 111 buku (menurut data Goodreads) yang telah kubaca, aku akan memilih THE BEST READING OF 2011 versi Fanda. Pertama-tama...aku tetapkan nominasinya dulu. Dari awal aku sudah mengumpulkan data buku-buku yang telah kubaca setiap trimester. Maka dari tiap trimester kupilih satu buku yang terbaik (kalau menunggu satt tahun pasti aku sudah lupa). Nah, inilah para nominator bacaan terbaik versi Fanda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;JANUARI – MARET&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;31. The Christmas Bus | 30. 60.000 Mil Di Bawah Laut | 29. Gratis | 28. Shakespeare's Landlord | 27. Surat Rossetti | 26. The Wizard of Oz | 25. The Social Media Marketing Book | 24. Dongeng Ketiga Belas | 23. Iblis &amp;amp; Miss Prym | 22. Ice Shock | 21. Misteri Kematian Poe | 20. The Tales of Terror &amp;amp; Detection | 19. Perpustakaan Rahasia Bibbi Bokken | 18. The Phantom Of The Opera | 17. Girl With A Pearl Earring | 16. The True Story of Hansel &amp;amp; Gretel | 15. The Secret of Platform 13 | 14. The Associate | 13. Betsy &amp;amp; The Emperor | 12. Treasure of Genghis Khan | 11. The Railway Children | 10. The Constant Gardener | 9. Perjalanan Ajaib Edward Tulane | 8. Sam's Letters To Jennifer | 7. Kumcer:Jerawat Cinta | 6. Ulysses Moore:Pintu Waktu | 5. The Einstein Girl | 4. Komik Serial Winnetou-Old Shatterhand (1-5) | 3. The First Day | 2. Water For Elephants | 1. Kembar Keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Winner: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;The Phantom of The Opera&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;APRIL – JUNI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;20. The Count Of Monte Cristo | 19. Lee Raven Boy Thief | 18.Genghis Khan | 17. Ning-Anak Wayang | 16. Manxmouse | 15.The Innocent Man | 14. Lady and Unicorn | 13. Quo Vadis? | 12.Midnight for Charlie Bone | 11.The Beach House | 10. Wuthering Heights | 9. The Last Samurai: Official Movie Guide | 8. Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada | 7. Persekutuan Misterius Benedict| 6. Wrinkle In Time | 5.Remember When | 4. Oliver Twist| 3. The Yearling | 2. The Last Emperor | 1. Of Mice And Men&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Winner: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;The Yearling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;JULI – SEPTEMBER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;26. Hairless | 25. Treasure Island | 24. Uncle Tom's Cabin | 23.Outliers | 22. Arsene Lupin | 21.Romawi Kuno: Selidik National Geographic | 20. Eight Cousins | 19. The Iliad of Homer | 18. Big Breasts &amp;amp; Wide Hips | 17. Novel grafis: Age of Bronze 1: A Thousand Ships | 16. Saga No Gabai Baachan | 15. The Palace of Illusions | 14. Suddenly Supernatural 2: Kat Si Medium Penakut 13. Maya | 12. Letters to Sam | 11. Desiree | 10. A Golden Web | 9. The Heretic's Daughter | 8. The Day of the Jackal | 7.Salem Falls | 6. Kehancuran Troy| 5. The White Tiger | 4. The Heike Story | 3. The Prince and The Pauper | 2. Angel's Fall | 1.80 Hari Keliling Dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Winner: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Desiree&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;OKTOBER – DESEMBER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;25. Kim | 24. Cecilia &amp;amp; Malaikat Ariel | 23. A Christmas Carol | 22. Ziarah | 21. The Odessa File | 20. Joshua File #3 | 19. Madame Bovary |18. A Study in Scarlet | 17. Casper | 16. Istri Pilatus | 15. Cinta Tak Pernah Mati | 14. Conspirata | 13. Theo Boone 2: The Abduction | 12. Oidipus Sang Raja | 11. Therese Raquin | 10. The Sword in the Stone | 9. Comanche Heart | 8. Imperium | 7. Pangeran Bahagia | 6. The Virgin Blue | 5. The Odyssey of Homer | 4. The Remains of The Day | 3. Lady Chatterley's Lover | 2. The Pillars of The Earth | 1. Baudolino&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Winner: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;The Pillars of The Earth&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;---&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kalau anda lihat, trimester pertama adalah masa paling produktifku. Mungkin karena ada liburan di akhir Desembernya, atau mungkin juga karena bukunya tipis-tipis, hehehe... Sekarang....dari keempat buku yang menjadi nominator...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://klasikfanda.blogspot.com/2011/02/phantom-of-opera.html"&gt;The Phantom of The Opera&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Aku suka pada kisahnya yang gothic namun eksotik, terutama karakter si Phantom of Opera. Nuansa opera juga membuatku jatuh cinta pada buku ini!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://klasikfanda.blogspot.com/2011/04/yearling.html"&gt;The Yearling&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dari awal aku membaca buku ini, aku sudah terpesona. Bersama The Yearling aku seolah dibawa melihat kehidupan keluarga Baxter dari dekat. Emosiku pun turut terbawa seiring sejalan dengan milik Jody di sepanjang kisah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2011/08/desiree-lomba-resensi-buku-serambi-2011.html"&gt;Desiree&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sebuah fiksi sejarah yang jauh dari membosankan. Penulisnya berhasil menjalin kisah yang indah dari sisi wanita yang (konon) menjadi cinta pertama Napoleon Bonaparte. Karakter Desiree yang menyenangkan mungkin faktor terpenting dalam kisah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2011/10/pillars-of-earth.html"&gt;The Pillars of The Earth&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Terus terang aku tak tahu bagaimana Ken Follett merangkai kisah memukau dengan alur yang tak pernah turun, dalam sebuah buku setebal 1000 halaman lebih ini. Sungguh, jalinan kisahnya asyik dan selama membaca aku terus ingin membaca ke halaman berikutnya dan berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Wew...sulit juga ya memilih satu dari 4 buku yang bagus-bagus ini. Ada 2 kisah klasik dan 2 fiksi sejarah, dan semuanya mendapat 5 bintang dariku. Sebagai catatan, aku memilih buku-buku itu bukan hanya berdasarkan nilai di balik bukunya saja, tapi bagaimana buku itu sanggup membuatku terpesona. Karena itu, kusebut The Best Reading, bukan the best book. Apa bedanya sih? Buku yang bagus mungkin bagus dari sisi isi atau nilai moral dsb. Tapi bacaan yang bagus (menurutku lho) adalah bacaan yang mampu aku nikmati dari awal hingga akhir. Maka...setelah bimbang sesaat, akhirnya aku menjatuhkan pilihan sebagai THE BEST READING OF 2011 VERSI FANDA kepadaa...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;**THE PILLARS OF THE EA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;RTH by Ken F&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ollett**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-9McFComna4M/Tv0rdwpFOZI/AAAAAAAAFCM/EL15xvqsaJ8/s1600/pillars-of-the-earth.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9McFComna4M/Tv0rdwpFOZI/AAAAAAAAFCM/EL15xvqsaJ8/s320/pillars-of-the-earth.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691753294339586450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;Yuhuuu! Kau pantas menerima gelar ini Ken, karena karya yang kau selesaikan dalam waktu 3 tahun 3 bulan ini memang selalu mengambil banyak porsi dalam benakku selama aku membacanya. Boleh dibilang Pillars memenuhi semua keinginanku pada sebuah buku: action ada, bumbu romantis ada, sejarah ada, estetika pun ada--terwakili oleh arsitektur gereja. Satu hal lagi, entah mengapa aku suka banget pada kisah-kisah bersetting kolosal. Dalam hal ini diwakili oleh pembangunan sebuah katedral yang konon berlangsung selama puluhan tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Fiuhh...tuntas sudah tugasku di penghujung tahun ini. Tahun yang berkesan bagiku, karena pada tahun inilah minat bacaku mulai kembali normal. Apakah yang akan kutemui di bacaan-bacaan tahun depan? Akankah aku menemukan buku-buku yang se-menakjubkan The Best Reading-ku tahun ini? Atau adakah buku yang akan mengalahkannya? Hmmm...aku baru akan bisa menjawabnya tepat pada tanggal yang sama, tahun depan, 365 hari lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Meminjam quote dari Forrest Gump, yang kuubah sedikit: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;"A book is like a box of chocolate, you never know what you're gonna get in the next pages."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;So...see you next year! Ayo membaca buku!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-6197928207151261624?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/6197928207151261624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=6197928207151261624&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6197928207151261624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6197928207151261624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/12/best-reading-of-2011-versi-fanda.html' title='The Best Reading of 2011 Versi Fanda'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9McFComna4M/Tv0rdwpFOZI/AAAAAAAAFCM/EL15xvqsaJ8/s72-c/pillars-of-the-earth.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-7901959794954645873</id><published>2011-12-30T07:45:00.012+07:00</published><updated>2012-01-17T14:55:28.778+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='book challenge'/><title type='text'>Book Challenge: What's In A Name 5</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-PVoPfaRyiZ8/Tv0L2zQWYyI/AAAAAAAAFBQ/YLvpAUTMT5I/s1600/whatsinname5.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 271px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-PVoPfaRyiZ8/Tv0L2zQWYyI/AAAAAAAAFBQ/YLvpAUTMT5I/s320/whatsinname5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691718540165800738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;Tahun 2012 aku kembali mengikuti book challenge dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.bethfishreads.com/"&gt;blog ini&lt;/a&gt;&lt;span&gt;. Sama seperti tahun kemarin, tantangannya adalah membaca buku yang judulnya mengandung tema tertentu. Untuk tahun ini lebih menantang kayaknya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;(yang warna merah adalah pilihanku, tapi ada 2 tema yang belum ketemu calon bukunya. Ada yang bisa bantu??)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;1. A book with a &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;topographical feature&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (land formation) in the title: exp. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;Black Hills, Purgatory Ridge, Emily of Deep Valley&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); "&gt;The Fifth &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Mountain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; by Paulo Coelho&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;2. A book with &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;something you'd see in the sky&lt;/span&gt;&lt;span&gt; in the title: exp. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;Moon Called, Seeing Stars, Cloud Atlas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); "&gt;Peter and the &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Star&lt;/span&gt;catchers #1&lt;/span&gt;&lt;span&gt; by Dave Barry&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;3. A book with &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;a creepy crawly&lt;/span&gt;&lt;span&gt; in the title: exp. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;Little Bee, Spider Bones, The Witches of Worm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://klasikfanda.blogspot.com/2012/01/charlottes-web-laba-laba-dan-jaring.html" style="color: rgb(204, 0, 0); "&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Laba-Laba&lt;/span&gt; dan Jaring Kesayangannya (Charlotte's Web)&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;by E.B. White -&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;DONE&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;4. A book with &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;a type of house&lt;/span&gt;&lt;span&gt; in the title: exp. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;The Glass Castle, The Girl Who Kicked the Hornet's Nest, Ape House&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); "&gt;&lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2012/01/shack.html"&gt;The &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Shack&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; by William P. Young - &lt;b&gt;&lt;i&gt;DONE&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;5. A book with &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;something you'd carry in your pocket, purse, or backpack&lt;/span&gt;&lt;span&gt; in the title: exp. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;Sarah's Key, The Scarlet Letter, Devlin Diary&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); "&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Peta&lt;/span&gt; Yang Hilang: Ulysses Moore #2&lt;/span&gt;&lt;span&gt; by P.D. Baccalario&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;6. A book with &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;something you'd find on a calendar&lt;/span&gt;&lt;span&gt; in the title: exp. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;Day of the Jackal, Elegy for April, Freaky Friday, Year of Magical Thinking&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Namaku Mata&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0); "&gt;Hari &lt;/b&gt;by Remy Sylado&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Yah, bagaimana pun juga yang namanya tantangan berarti tidak mudah kan? Semakin menantang semakin baik. Moga-moga dalam rentang satu tahun aku akan temukan buku-buku yang tepat. Bagaimana denganmu? Tertarik ikutan juga? Langsung saja klik &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.bethfishreads.com/2011/11/whats-in-name-5-sign-up.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Selain itu, aku juga bikin reading challenge sendiri ala Baca Buku Fanda: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2011/12/name-in-book-challenge-2012.html"&gt;Name In A Book Challenge&lt;/a&gt;&lt;span&gt;. Kalau berminat, silakan ikut!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-7901959794954645873?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/7901959794954645873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=7901959794954645873&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/7901959794954645873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/7901959794954645873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/12/book-challenge-whats-in-name-5.html' title='Book Challenge: What&apos;s In A Name 5'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-PVoPfaRyiZ8/Tv0L2zQWYyI/AAAAAAAAFBQ/YLvpAUTMT5I/s72-c/whatsinname5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-6598388332691946598</id><published>2011-12-29T08:16:00.002+07:00</published><updated>2012-01-17T14:50:54.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='book challenge'/><title type='text'>Name In A Book Challenge 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-TYZgvQPhu5U/TvqYgXEpUPI/AAAAAAAAFA4/hT-jWJF1h0E/s1600/name-in-book-challenge-2011.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 264px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-TYZgvQPhu5U/TvqYgXEpUPI/AAAAAAAAFA4/hT-jWJF1h0E/s320/name-in-book-challenge-2011.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691028760852779250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;Yay..tahun 2012 sudah hampir tiba! Buku-buku apa yang akan kubaca di tahun 2012 ya? Supaya asyik, aku bakal ikut beberapa reading challenge di tahun 2012 ini. Salah satunya aku bikin sendiri, yang lain ikut blogger luar. Ini dia reading challenge versi Baca Buku Fanda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Name In A Book Challenge 2012&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tantangannya adalah membaca &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;buku-buku fiksi&lt;/span&gt; yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengandung nama orang&lt;/span&gt; di judulnya (nama orang lho, bukan hewan). Misalnya saja: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sarah's Key, Iblis &amp;amp; Miss Prym, Harry Potter &amp;amp; the Deathly Hallows&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ini aturannya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;1. Buku harus &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;fiksi&lt;/span&gt;, bukan non fiksi (biografi / memoar/ buku rohani).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;2. Nama yang ada di judul adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nama seseorang&lt;/span&gt;, bukan nama hewan peliharaan, bukan grup/perkumpulan (mis. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Mysterious Benedict Society&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;3. Boleh nama lengkap, boleh nama panggilan, tapi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bukan nama sandi&lt;/span&gt; (mis. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Day of the Jackal&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;4. Membaca &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;minimal 6 buku&lt;/span&gt; (lebih boleh dong) untuk reading challenge ini, mulai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1 Januari s/d 31 Desember 2012&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;5. Boleh digabung dengan reading challenge lainnya yang kalian ikuti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;6. Judul yang sudah dicantumkan dari awal, boleh diganti dengan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;7. Pasang button Name In A Book Challenge 2012 di blogmu&lt;/span&gt;.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;$0D&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Gampang kan? Aku sendiri mentarget akan membaca 10 buku untuk challenge ini, sudah ada 7 buku yang ada di tumpukan. Sisanya akan menyusul. Ini dia daftar reading challenge-ku:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;1. &lt;b&gt;Ulysses Moore&lt;/b&gt; #2: Peta Yang Hilang by&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;2. Evolusi &lt;b&gt;Calpurnia Tate&lt;/b&gt; by Jacqueline Kelly&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;3. The Curious Case of &lt;b&gt;Benjamin Button&lt;/b&gt; by F. Scott Fitzgerald&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;4. &lt;b&gt;Alice&lt;/b&gt;'s Adventures in Wonderland by Lewis Carroll&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;5. &lt;b&gt;Peter&lt;/b&gt; &amp;amp; the Starcatchers #1 by&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;6. &lt;b&gt;Genghis Khan&lt;/b&gt; #2: Badai Di Tengah Padang by Sam Djang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;7. &lt;b&gt;Veronica&lt;/b&gt; Decides To Die by Paulo Coleho&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;8. The Invention of &lt;b&gt;Hugo Cabret&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;9. &lt;b&gt;Doctor Zhivago&lt;/b&gt; by Boris Pasternak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;10. .....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ikutan yuuk! Tinggalkan saja komentar kalau kalian mau ikut, beserta nama blogmu, agar semua mengetahui siapa saja yang ikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kalau kalian sudah menyelesaikan reading challenge, silakan tinggalkan komentar beserta URL posting tentang buku-buku yang telah kalian selesaikan. Dengan begitu akan menambah wawasan tentang buku bagi yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Bagi yang tidak memiliki blog, bisa menyertakan URL review Goodreads atau notes FB. Yang tidak memiliki semuanya, silakan tulis saja buku-buku yang telah diselesaikan di kolom komentar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Selamat menantang diri sendiri! Jangan curang lho... (meski tak ada sanksinya sih, ini hanya untuk 'fun' saja kok)..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-6598388332691946598?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/6598388332691946598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=6598388332691946598&amp;isPopup=true' title='39 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6598388332691946598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6598388332691946598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/12/name-in-book-challenge-2012.html' title='Name In A Book Challenge 2012'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-TYZgvQPhu5U/TvqYgXEpUPI/AAAAAAAAFA4/hT-jWJF1h0E/s72-c/name-in-book-challenge-2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>39</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-7250388221067092794</id><published>2011-12-28T09:00:00.001+07:00</published><updated>2011-12-28T09:37:32.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kristiani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jostein Gaarder'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mizan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filosofi'/><title type='text'>Cecilia &amp; Malaikat Ariel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-SHzY76YmFSQ/Tu7PPii0hyI/AAAAAAAAE7o/Sw7q7SXGzWU/s1600/cecilia.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 207px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-SHzY76YmFSQ/Tu7PPii0hyI/AAAAAAAAE7o/Sw7q7SXGzWU/s320/cecilia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5687711245293356834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“Karena sekarang kita &lt;i&gt;melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar&lt;/i&gt;, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.” ~1 Kor 13:12.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;“For now we see &lt;i&gt;through a glass, darkly&lt;/i&gt;; but then face to face: now I know in part; but then shall I know even as also I am known.” (teks dari Bible versi King James).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;Through A Glass, Darkly&lt;/i&gt; adalah judul asli buku karya Jostein Gaarder ini. Judul itu diambil dari cuplikan teks Alkitab yang kukutip di atas. Lalu apa hubungannya dengan Cecilia &amp;amp; Malaikat Ariel yang menjadi judul versi terjemahannya ini? Itu karena memang inti buku ini terletak pada dialog antara tokoh Cecilia dan Malaikat Ariel. Itu sebabnya juga, sub judul buku ini adalah Kisah Indah Dialog Surga dan Bumi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Cecilia adalah seorang anak kecil yang harus terbaring sakit pada suatu malam Natal. Saat itu ia sudah semakin lemah, dan keluarganya sadar bahwa sewaktu-waktu ia akan tiada. Mereka--ayah, ibu, kakek, nenek dan sang adik Lars, berusaha memberikan perhatian dengan menyediakan apa yang diinginkan Cecilia. Mereka memberinya kado Natal papan ski dan toboggan (kereta luncur), meski mereka tak yakin Cecilia akan bisa menggunakannya di musim salju itu. Meski Cecilia harus berbaring di kamarnya di lantai atas, mereka membuka pintu kamarnya sehingga Cecilia tetap bisa merasakan suasana persiapan Natal yang terjadi di bawah. Aroma kulit pohon Natal yang masih segar, suara denting piano lagu-lagu Natal, semuanya diserap Cecilia sehingga ia turut merasakan Natal. Bahkan ketika tiba waktunya membuka kado-kado, ia khusus dibopong turun ke ruang keluarga, dan bergembira bersama yang lain membuka kado.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Namun, momen-momen terindah Cecilia di saat Natal itu, justru datang dari sesosok malaikat bernama Ariel. Malaikat Ariel suka datang ke kamar Cecilia di malam hari, ketika seluruh keluarga tertidur nyenyak. Mereka mengobrol lama, bahkan kadang-kadang mereka berdua berpetualang dengan ski dan toboggan  baru Cecilia di hamparan salju di luar rumah. Apa saja yang mereka obrolkan? Tentu saja tentang perbedaan antara manusia yang fana dan malaikat yang ilahiah; antara bumi dan surga. Yah..sebenarnya itulah keseluruhan kisah dalam buku ini. Kalau begitu, di mana letak keistimewaannya? Kekuatan buku ini justru terletak dalam dialog Cecilia dan Malaikat Ariel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam dialog ini, Jostein Gaarder menumbuhkan kesadaran kita akan hakikat manusia. Ketika menciptakan manusia, Tuhan telah menganugerahkan sekeping diriNya kepada manusia. Sehingga, meski manusia terdiri dari darah dan daging seperti hewan yang fana, manusia juga memiliki sepercik keilahian dalam dirinya, seperti yang telah dianugerahkan pada Adam &amp;amp; Hawa. Seperti dikatakan Ariel:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;"&lt;i&gt;Kau adalah hewan dengan ruh malaikat, Cecilia. Itu berarti, kau dianugerahi hal-hal terbaik dari dunia.&lt;/i&gt;" ~hlm. 50.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;"&lt;i&gt;Bukan hanya Adam dan Hawa yang saat itu tercipta. Saat itu, sebagian kecil dirimu ikut tercipta. Kemudian, suatu hari, mendadak tiba giliranmu untuk melihat apa yang telah Tuhan ciptakan. Kau diguncangkan keluar dari lengan jas Tuhan dan kau temukan dirimu menghirup udara, benar-benar hidup.&lt;/i&gt;" ~hlm. 42. Entah mengapa, aku paling suka dengan bagian ini!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sayangnya, apa yang dimiliki manusia ketika lahir dan masih kanak-kanak itu segera memudar dengan berjalannya waktu, dan dengan segala ilmu pengetahuan yang dijejalkan dalam otak manusia, sama seperti yang terjadi dengan Adam &amp;amp; Hawa yang menyebabkan mereka diusir dari Taman Firdaus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Meski memiliki sepercik keilahian, Cecilia tak mampu memahami atau sulit mencerna apa yang terjadi di surga. Itu karena manusia memang 'melihat melalui cermin' sehingga mereka tak mendapat gambaran yang sempurna. Gambaran sempurna itu akan mereka dapatkan, ketika mereka meninggalkan kefanaan dunia dan berpindah ke surga. Seperti yang dijanjikan Tuhan lewat kata-kata St. Paulus dalam ayat Alkitab di atas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Selain itu, lewat Malaikat Ariel, Gaarder mencoba mengingatkan kita akan betapa rapuh dan tidak nyatanya hidup manusia di dunia ini. Kita sering merasa hidup kita lah yang paling nyata, sedangkan 'kehidupan lain' adalah sesuatu yang di awang-awang, belum tentu ada. Padahal menurut Ariel, justru manusia lah yang tak nyata. "&lt;i&gt;Bagi kami, kalian adalah hantu, Cecilia, bukan sebaliknya. Kalian mendadak muncul, dan setiap kali seorang bayi diletakkan di dalam perut ibunya, itu adalah suatu keajaiban. Tapi, secepat itu pula kalian pergi. Seolah-olah Tuhan bermain gelembung sabun dengan kalian.&lt;/i&gt;" ~hlm. 77.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sepercik keilahian yang kita miliki itu mewujud, misalnya saat kita bermimpi atau berimajinasi. Karena saat itu, menurut Malaikat Ariel, kita sama saja dengan malaikat. Malaikat tak memiliki indra penglihatan; penglihatan itu datang dari pikiran. Yang lebih menarik lagi--menurut Ariel, Tuhan menciptakan mata bagi manusia agar ia dapat berbagi proses penciptaan dengan manusia. "&lt;i&gt;Setiap mata adalah sekeping kecil misteri Ilahi. Mata manusia adalah cermin tempat sisi kreatif dari kesadaran Tuhan bertemu muka dengan diri-Nya sendiri dalam ranah ciptaan.&lt;/i&gt;" ~hlm 99.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pada akhirnya Malaikat Ariel berhasil memberikan pengertian pada Cecilia, sekaligus kepada kita, betapa berharganya diri manusia di mata Tuhan. Itulah keagungan penciptaan Tuhan yang merupakan misteri Ilahi. Kita tercipta sebagai makhluk fana, namun sekaligus memiliki sepercik keilahian. Kita tercipta sebagai citra Allah, namun sekaligus memiliki kelemahan. Mengapa begitu? Kita takkan pernah sanggup memahaminya, karena saat kita masih hidup di dunia, kita hanya melihat melalui cermin gambaran yang samar-samar. Yang jelas, kita menggenggam janji Tuhan, bahwa kelak kita akan melihat keseluruhan gambaran itu ketika kita sampai di surga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sekali lagi, Jostein Gaarder berhasil memukauku dengan sebuah kisah berbingkai suasana Natal yang teramat sederhana, namun teramat dalam maknanya. Mungkin memang begitulah seharusnya kita menjalani hidup kita sendiri. Alih-alih meruwetkan diri dengan segala macam hal duniawi, seharusnya kita menjalani hidup dengan cara yang sederhana. Kita pernah menjadi kanak-kanak, jangan biarkan sisi kekanakan kita menghilang dan membuat kita menjadi skeptis pada semua yang ilahiah. Jangan sampai kita menjadi sok pintar seperti Adam &amp;amp; Hawa, lalu dibuang dari surga selamanya! Kita harus berterima kasih pada Jostein Gaarder yang telah mengingatkan kita lewat kisah sederhana nan manis ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Lima bintang untuk Cecilia, Malaikat Ariel, dan Jostein Gaarder. Saat ia datang ke Indonesia beberapa waktu lalu, ia mengakui bahwa Through A Glass, Darkly merupakan salah satu karyanya yang paling ia sukai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Judul: Cecilia &amp;amp; Malaikat Ariel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Judul asli: Through A Glass, Darkly&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Penulis: Jostein Gaarder&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Penerjemah: Andityas Prabantoro&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Penerbit: Mizan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Terbit: Desember 2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tebal: 210 hlm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Note: Review ini terbit sesaat setelah Natal, dan ini merupakan proyek baca bareng BBI (Blogger Buku Indonesia). Maka aku sekaligus ingin mengucapkan: &lt;b&gt;SELAMAT HARI NATAL 2011&lt;/b&gt; bagi semua yang merayakannya. Semoga dengan kesadaran baru lewat buku ini, hati kita menjadi tempat yang layak bagi Yesus mungil yang lahir di hari Natal ini&lt;/span&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-7250388221067092794?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/7250388221067092794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=7250388221067092794&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/7250388221067092794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/7250388221067092794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/12/cecilia-malaikat-ariel.html' title='Cecilia &amp; Malaikat Ariel'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-SHzY76YmFSQ/Tu7PPii0hyI/AAAAAAAAE7o/Sw7q7SXGzWU/s72-c/cecilia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-931418399626574365</id><published>2011-12-22T08:13:00.000+07:00</published><updated>2011-12-22T08:13:00.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gramedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Paulo Coelho'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritual'/><title type='text'>Ziarah (The Pilgrimage)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-RCbaVgideyw/TvGQnEhSe4I/AAAAAAAAE8w/ZOYBtp05qLg/s1600/ziarah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 310px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-RCbaVgideyw/TvGQnEhSe4I/AAAAAAAAE8w/ZOYBtp05qLg/s320/ziarah.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688486805248310146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Menurut John C. Maxwell dalam bukunya: The Success Journey (Perjalanan Menuju Sukses), kesuksesan itu bukanlah tujuan melainkan perjalanan. Kesimpulan yang sama kuperoleh setelah membaca buku karya Paulo Coelho ini: The Pilgrimage atau Ziarah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dalam The Pilgrimage, Paulo Coelho mengisahkan perjalanan ziarahnya sendiri demi memenuhi syarat untuk menjadi Guru suatu ordo yang disebut RAM (&lt;i&gt;Regnum Agnus Mundi&lt;/i&gt;) yang berada di bawah naungan persaudaraan besar di dunia yang disebut “Tradisi”. Awalnya Coelho—sang narator di buku ini, sudah dalam tahap penobatan sebagai Guru, ketika ia melakukan sebuah kesalahan besar. Sebagai Guru, Coelho akan menerima sebuah Pedang. Sayangnya, karena ia terlalu bangga dengan pencapaiannya, ia jadi serakah dan ingin segera memiliki Pedang itu. Guru-nya pun akhirnya membatalkan penobatan, dan menyuruh Coelho berjuang kembali dari awal untuk menemukan Pedangnya—yang akan disembunyikan di suatu tempat. Itu berarti Coelho harus meninggalkan seluruh kehidupannya termasuk keluarga dan pekerjaan, untuk menjalani ziarah selama beberapa bulan. Maukah Coelho mengambil resiko besar itu? Mampukah ia menemukan Pedangnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Mendapatkan Pedang memang tujuan dari ziarah itu, namun perjalanan itu sendiri yang sebenarnya harus dilalui oleh Coelho untuk mencapai impiannya. Ziarah yang ia lakukan adalah rute perjalanan abad pertengahan yang terletak di Spanyol, disebut sebagai Jalan Misterius Menuju Santiago. Pada abad pertama dulu, umat Kristiani—seperti halnya umat Muslim, juga diharapkan melakukan peziarahan suci. Ada 3 rute yang bisa dipilih: pertama menuju pusara Santo Petrus di Roma, kedua menuju Makam Suci Kristus di Yerusalem, dan ketiga menuju jasad salah satu murid Yesus yang bernama San Tiago (St. Yakobus) dikuburkan di Iberia, Spanyol. Jalan Santiago ini disebut juga sebagai Jalan Bimasakti karena rasi bintang itu dibuat acuan pagi peziarah di malam hari. Jasad itu berada di Katedral Santiago de Compostela yang terkenal di Spanyol.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Perjalanan dimulai dari kota di perbatasan Prancis dan Spanyol: Saint-Jean-Pied-de-Port. Di sini Coelho pertama kalinya bertemu dengan Petrus, pemandunya. Bersama mereka berjalan kaki menaiki gunung, menuruni lembah, bahkan ‘menjinakkan’ air terjun. Hanya berbekal ransel, mengenakan pakaian sederhana dan lambing kerang yang menunjukkan identitas seorang peziarah, membawa makanan seadanya, dan tidur di mana saja. Dalam perjalanan itu berkali-kali Coelho mengalami cobaan. Salah satunya dari iblis yang disebut Legiun (karena jumlahnya banyak) yang merasuk ke dalam seekor anjing. Berkali-kali Coelho bertemu dengan si anjing, dan selama itu keduanya “bertarung”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di sisi lain, Petrus juga mengajarkan sebelas ritual RAM yang akan membantu Coelho dalam perjalanan spiritualnya. Coelho bahkan memberikan langkah-langkah setiap latihan itu di buku ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Namun halangan terbesar bagi Coelho untuk mendapatkan pedang itu sebenarnya justru berasal dari dirinya sendiri. Ia—seperti halnya kita semua, salah dalam merumuskan tujuan hidup kita. Pikiran Coelho selama perjalanan selalu fokus pada ‘menemukan Pedang’. Ia lupa untuk merenungkan apa yang hendak ia perbuat dengan Pedang itu untuk kebaikannya dan dunia, yang seharusnya merupakan tujuan utama dari segala ziarah dan ritualnya itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Jadi, berhasilkah Coelho menyelesaikan perjalanan dan menemukan Pedang itu? Dan mampukah ia mengalahkan Legiun? Semuanya dituliskan dengan cukup apik oleh Coelho. Meski agak membosankan karena tak begitu mengerti tentang ritual mistik ini, kurasa Coelho telah berhasil membuat pengalaman ziarahnya menjadi semacam kisah yang seru dan tegang, namun juga mengandung permenungan bagi kita semua. Meski aku tak ingin menjalani ziarah dan melakukan ritual-ritual itu, aku jadi diingatkan kembali akan cinta agape, akan perseteruan antara yang baik dan jahat dalam diriku, juga akan bagaimana aku menjalani hidup ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tiga bintang untuk The Pilgrimage!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Ziarah (The Pilgrimage)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Paulo Coelho&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Eko Indriantanto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Februari 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tebal: 263 hl&lt;/span&gt;m&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-931418399626574365?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/931418399626574365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=931418399626574365&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/931418399626574365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/931418399626574365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/12/ziarah-pilgrimage.html' title='Ziarah (The Pilgrimage)'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-RCbaVgideyw/TvGQnEhSe4I/AAAAAAAAE8w/ZOYBtp05qLg/s72-c/ziarah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-8013949938045247535</id><published>2011-12-19T08:10:00.003+07:00</published><updated>2012-01-04T12:28:36.268+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Misteri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Frederick Forsyth'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>The Odessa File</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-z2j3qy2bp6M/Tuqn7qW1fOI/AAAAAAAAE7Y/DJOrr-dsy2U/s1600/odessa-file.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 206px; height: 316px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-z2j3qy2bp6M/Tuqn7qW1fOI/AAAAAAAAE7Y/DJOrr-dsy2U/s320/odessa-file.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686542122932862178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Holocaust mungkin salah satu peristiwa besar dalam sejarah dunia yang paling banyak dibukukan. Dari kisah nyata hingga ke fiksi sejarah, ada begitu banyak buku yang telah terbit mengenai peristiwa kemanusiaan itu. Frederick Forsyth--penulis novel thriller politik pun tak ketinggalan mengangkat tema Nazi dan Holocaust ke dalam buku ini: The Odessa File.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;Odessa dan SS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ODESSA (Organisation der ehemaligen SS-Angehörigen = organisasi mantan anggota SS)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SS (Schutz-Staffel = negara di dalam negara yang diciptakan Hitler di bawah Nazi, Jerman)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Singkatnya, anggota SS adalah mereka yang berkuasa pada jaman Nazi, termasuk para pemimpin kamp-kamp konsentrasi yang memusnahkan kaum Yahudi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[Fakta] Setelah Jerman dikalahkan Sekutu pada akhir Perang Dunia II (1945), banyak anggota SS yang ketakutan akan diadili dan dihukum sebagai penjahat perang. Mereka ini semburat melarikan diri ke negara-negara lain (Mesir, Argentina), mengganti identitas, dan menghilang begitu saja. Odessa didirikan untuk melindungi para mantan anggota SS ini, memfasilitasi agar mereka tak pernah ditemukan dan aman dari hukuman. Sekaligus, Odessa menanamkan konsep bahwa Holocaust adalah tindakan patriotik para mantan anggota SS itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;Proyek Roket Mesir&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[Fakta] Seperti kita tahu, Mesir adalah musuh bebuyutan Israel. Pada sekitar tahun 60-an, ketika Mesir dipimpin oleh Raja Farouk, mereka memulai proyek membangun roket pemusnah yang rencananya akan dipakai untuk memusnahkan Israel. Roket itu dibangun di negara Mesir, namun menggunakan ilmuwan-ilmuwan dari Jerman. Ketika rencana ini tercium oleh Israel, teror pun dialami oleh para ilmuwan Jerman itu. Diantaranya Prof. Wolfgang Pilz, yang mendapat kiriman sebuah bom yang kemudian meledak, dan merusak wajah sekretaris Pilz yang membukanya. ~&lt;i&gt;Encyclopedia Astronautica&lt;/i&gt;. [Fiktif] Dalam buku ini, perekrutan ilmuwan Jerman untuk Mesir itu dilakukan oleh Odessa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;Pembunuhan John F. Kennedy&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[Fakta] 22 November 1963 terjadi salah satu peristiwa menggemparkan, yaitu meninggalnya Presiden AS John F. Kennedy setelah tertembak ketika menaiki mobil. Meski kenyataannya hingga kini dalang di balik pembunuhan itu tak pernah terungkap, [Fiktif] versi buku ini mengaitkan pembunuhan Kennedy dengan Odessa. Dikisahkan Kennedy ngotot menekan Jerman untuk mengirimkan persenjataan ke Israel sebagai bagian dari kompensasi terhadap Israel. Karena pemimpin Jerman saat itu lemah, khawatir Amerika akan berhasil menekan Jerman, maka Odessa pun menghalangi pengiriman senjata itu dengan membunuh Kennedy.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;The Odessa File&lt;/b&gt; (kisah fiksi di dalam bingkai sejarah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tokoh utama kisah ini adalah seorang wartawan berkebangsaan Jerman bernama Peter Miller. Pada hari ketika JFK terbunuh itu, ia sedang berkendara di atas Jaguar XK 150 S warna hitam dengan garis kuningnya, ketika tiba-tiba ada mobil ambulans meraung-raungkan sirenenya. Insting jurnalisnya langsung menyuruh ia membuntuti ambulans itu, karena siapa tahu ada peristiwa kebakaran atau kecelakaan yang patut diliput sebagai berita menarik? Miller tak sadar bahwa keputusannya saat itu akan mengubah seluruh hidupnya!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata hanya seorang pria renta yang bunuh diri dengan gas di apartemen kumuh; suatu peristiwa yang tak menarik siapa pun! Maka pulanglah Miller ke apartemennya, dan ke pelukan Sigi, kekasihnya yang seorang penari striptis. Namun esok paginya, polisi teman lama Miller datang dan membawakan sebuah buku harian milik si pria renta yang bunuh diri itu. Meski tak terlalu antusias, Miller membacanya sampai habis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;Namaku Salomon Tauber. Aku seorang Yahudi, dan akan segera mati.&lt;/i&gt;” Begitulah buku harian itu dimulai. Singkat kata, Mr. Tauber adalah salah satu keturunan Yahudi-Jerman yang berhasil selamat dari Holocaust, dari kamp konsentrasi di Riga yang konon telah memusnahkan 70.000-80.000 jiwa. [Fakta] *Komandan ghetto di Riga adalah anggota SS: Eduard Roschmann, yang terkenal dengan julukan ‘Jagal dari Riga’ berkat kekejamannya.* Sungguh menguras emosi membaca pengalaman dan pengamatan Tauber selama ia berada di Riga, khususnya sepak terjang Roschmann. Saat itu Tauber hampir putus asa karena penderitaan. Namun suatu hari ada seorang wanita yang, ketika sekarat, meminta agar Tauber tetap bertahan hidup demi menceritakan kepada dunia kekejian Nazi terhadap kaum Yahudi, bila kelak ia bebas. Itulah yang membuat tekad Tauber membara. Ia tak boleh mati! Ia harus dapat menggiring Roschmann hingga ke pengadilan untuk membayar nyawa orang-orang tak bersalah yang telah ia bantai.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-xIDeZIulNCY/TuqnlQb2VAI/AAAAAAAAE7M/ckXDcyy2sl4/s320/eduard-roschmann.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 160px; height: 229px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5686541738017444866" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;wajah Eduard Roschmann, si Jagal dari Rig&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;a&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Satu-satunya cara untuk tetap hidup adalah dengan menjadi Kapo (polisi Yahudi) yang bertugas membantu Nazi membawa tawanan ke tempat kerja atau bahkan ke tempat hukuman mati. Tauber mengambil resiko dikucilkan oleh teman-teman sesama Yahudinya demi bisa tetap hidup dan menceritakan kisahnya. Hingga suatu hari Tauber dipaksa Roschmann untuk menyerahkan Esther, istri tercintanya sendiri ke gerbong yang akan membawanya kepada hukuman mati!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah menutup buku harian itu, Miller sekarang bukanlah Miller yang dulu. Ada sesuatu yang terjadi berkenaan dengan buku harian itu, yang akhirnya membulatkan tekadnya untuk menelusuri jejak Roschmann. Upaya yang tidak gampang, bahkan hampir mustahil. Karena, seperti telah kuulas di atas, para mantan SS ini telah berganti nama dan dilindungi Odessa. Berkali-kali upaya Miller mengalami jalan buntu, hingga ia bertemu dengan [Fakta] *seorang penyelidik kejahatan perang bernama Simon Wiesenthal* yang untuk pertama kalinya memperkenalkan organisasi Odessa kepada Miller. Tampaknya tak ada cara lain untuk menemukan keberadaan Roschmann, selain dengan menyusup ke dalam tubuh Odessa sendiri!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu tiba-tiba saja sebuah organisasi bawah tanah Yahudi menawarkan untuk membantu Miller masuk ke Odessa. Kelompok ini ingin menyusupkan orang ke Odessa demi mendapatkan identitas para pelarian SS, untuk melenyapkan mereka. Mulailah penyamaran dipersiapkan, data dimanipulasi, paspor palsu disiapkan, informasi tentang identitas dan kebiasaan anggota Odessa dijejalkan ke otak Miller. Dan dalam waktu beberapa minggu, siaplah Herr Kolb (identitas baru Miller) memasuki jaringan Odessa, meski resikonya bila ketahuan adalah kematian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berhasilkah Miller dalam penyamarannya? Berhasilkah ia menemukan Roschmann? Dan apa sebenarnya lotif Miller mengambil resiko sedemikian besar untuk menemukan Roschmann? Semuanya akan terungkap setelah anda diajak Frederick Forsyth melalui serangkaian ketegangan khas thriller bertema politik dan konspirasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;Tragedi kemanusiaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kali ini aku merasa diajak Frederick Forsyth memandang Holocaust dari sisi yang agak berbeda. Bukan melulu aspek manusiawi dan moral dari sisi kaum Yahudi saja, tapi justru dari sisi orang Jerman. Menurutku dengan melakukan Holocaust, Hitler sama-sama membawa kerugian bagi orang Yahudi maupun bagi bangsanya sendiri. Orang Yahudi kehilangan warganya, namun bangsa Jerman harus memikul dosa Nazi hingga ke generasi berikut(berikut)nya, meski mereka tidak ikut melakukan genosida, bahkan masih kecil atau belum lahir saat hal itu terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lihat saja potongan pengalaman pahit Miller sendiri:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;..di gereja Sacré Coeur…baru saja selesai upacara memperingati (kematian) seseorang. Beberapa orang keluar dan mereka mendengarkan aku berbicara bahasa Jerman dengan anak-anak lain. Seseorang di antara orang-orang itu berpaling dan meludahiku…. Apakah Ibu tahu apa yang telah diperbuat atas diri orang itu sebelum dia mati? Bukan oleh Ibu, Ayah atau aku, tapi oleh kita orang-orang Jerman, atau tepatnya Gestapo yang menurut jutaan orang sama saja. Aku diludahi bukan karena aku Gestapo, tapi karena aku seorang Jerman.&lt;/i&gt;” ~hlm. 136-137.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaan yang mau tak mau juga mengemuka, apakah Holocaust itu dosa Nazi saja, atau dosa kolektif bangsa Jerman? Pertanyaan itu terjawab di buku ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;..sebelum Hitler memulai, tidak seorang pun di Jerman yang membenci Yahudi. …Kemudian Hitler memulainya. Dia meyakinkan rakyat bahwa Yahudi lah yang bersalah menyebabkan Perang Dunia I. …Rakyat tidak tahu apa yang mesti dipercaya. Rakyat mempunyai kawan-kawan Yahudi, majikan-majikan Yahudi yang baik. ...ketika gerbong-gerbong itu datang dan membawa mereka pergi, rakyat tidak berbuat apa-apa. Mereka menyingkir, mereka diam. …Karena begitulah sifat manusia, terutama orang Jerman. Kita bangsa yang patuh. Inilah kekuatan kita, tapi juga kelemahan kita yang paling besar...ini yang membuat kita tunduk mengikuti orang seperti Hitler menuju jurang yang paling dalam.&lt;/i&gt;” ~hlm. 144-145.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku memberikan empat setengah bintang untuk buku ini. Boleh-boleh saja orang menyebut The Day of The Jackal sebagai karya terbaik Forsyth, menurutku memang begitu. Jackal nyaris sempurna sebagai karya tulis. Namun aku pribadi lebih menyukai pribadi Peter Miller yang lebih manusiawi ketimbang Jackal yang sempurna. Yang lebih aku sukai lagi adalah muatan emosional di kisah ini. The Odessa File bukan hanya menstimulasi logika (dan jantung) anda, namun ia juga akan membawa anda untuk sedikit merenung selama membaca buku ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, peristiwa holocaust memang telah menorehkan luka yang dalam bagi kemanusiaan di dunia, namun dari situ kita semua tentu juga belajar dari semua kekuatan maupun kelemahan pihak-pihak yang terlibat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul: The Odessa File&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis: Frederick Forsyth&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penerjemah: Ranina B. Kunto&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penerbit: Serambi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyunting: Adi Toha&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terbit: November 2011&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tebal: 505 hlm&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-8013949938045247535?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/8013949938045247535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=8013949938045247535&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/8013949938045247535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/8013949938045247535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/12/odessa-file.html' title='The Odessa File'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-z2j3qy2bp6M/Tuqn7qW1fOI/AAAAAAAAE7Y/DJOrr-dsy2U/s72-c/odessa-file.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-6085637693517226791</id><published>2011-12-15T08:13:00.001+07:00</published><updated>2011-12-15T08:13:00.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gramedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='M.G. Harris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Petualangan-Fantasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><title type='text'>Zero Moment: The Joshua Files #3</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-LScJCkOgMps/TuWulsw6KvI/AAAAAAAAE6A/Era6nYOzeEU/s1600/joshua-files-3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 309px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-LScJCkOgMps/TuWulsw6KvI/AAAAAAAAE6A/Era6nYOzeEU/s320/joshua-files-3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685142067319810802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;"&lt;i&gt;Aku ingin berenang melawan arus waktu&lt;/i&gt;" adalah ungkapan seorang penulis bernama Italo Calvino, yang mengekspresikan keinginannya untuk kembali ke masa lampau dan menghapus peristiwa-peristiwa yang menyebabkan kesulitan pada masa sekarang. Seberapa sering anda merasakan hal seperti itu juga? ‘Andai dulu aku tak mengatakan itu...; andai dulu aku melakukan A, bukannya B...’, dan andai-andai yang lain. Kadang ketika kita mengurai benang kusut kesulitan yang sedang kita alami, kita akan tiba pada kesimpulan bahwa peristiwa X itulah yang memulai segalanya. Itulah "titik nol"nya. Kalau aku bisa menghapus titik nol itu, semua kesulitan dan masalah ini takkan terjadi. Begitulah yang sering kita pikirkan, sama halnya yang dipikirkan oleh Joshua Garcia di buku ketiga The Joshua Files karya M.G. Harris: Zero Moment (Titik Nol).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Masih ingat kan dengan petualangan remaja asal Spanyol, yang ternyata keturunan bangsa Maya dan menemukan inskripsi Maya (Codex Ix) yang meramalkan kehancuran dunia pada tahun 2012? (Anda bisa membaca dulu review &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2010/10/joshua-files-kota-yang-hilang.html"&gt;bagian pertama&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2011/02/ice-shock-joshua-files-2.html"&gt;kedua&lt;/a&gt;nya). Setelah momen yang membuat shock Joshua di Gunung Orizaba yang melibatkan ayahnya, Josh seolah ingin menghapus semua tentang Ek Naab dan Codex Ix dari ingatannya, dan (mencoba) kembali menjadi remaja biasa di Oxford, Inggris. Ia masih suka berlatih capoeira, dan sedang menghadapi kompetisi capoeira tingkat dunia yang akan diadakan di Brazil. Namun sebelum itu terjadi, tiba-tiba Ixchel (masih ingat kan cewek manis bangsa Maya yang menemani Josh di petualangannya di Ice Shock?) menghubungi Josh lewat serangkaian e-mail, yang lalu berlanjut lewat chat room 3D.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dan sedikit demi sedikit kita dibawa ke suasana hati Josh yang telah mulai berkenalan dengan cinta. Asyik juga mengikuti pergolakan masa remaja (yang dulu pun pernah kita semua rasakan) yang terjadi dalam diri Josh. Di satu sisi mati-matian menutupi perasaannya pada si cewek, tapi di sisi lain mati-matian juga mengharapkan perhatian si cewek. Marah ketika si cewek terlihat akrab bersama cowok lain, tapi ketika si cewek berusaha mendekat, malah bersikap kasar pada si cewek. Begitulah kira-kira yang terjadi pada Josh dan Ixchel saat mereka berdua, bersama Mum (ibu Josh), Tyler, Benicio, dan Montoyo pergi ke Brazil dalam rangka kejuaraan capoeira itu. Josh merasa bingung dengan perasaannya saat itu, dulu ia dan Ixchel adalah teman, lalu mengapa tba-tiba ada perasaan yang berbeda tumbuh di hatinya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Untuk sejenak, kita dibawa pada kehidupan normal Josh dkk. Namun hal itu tak lama, karena dalam sebuah perjalanan wisata dengan naik buggy (kendaraan khusus padang pasir), terjadilah hal yang tak diinginkan. Karena marahan pada Ixchel dan Mum, Josh memutuskan pindah ke buggy Montoyo dan Benicio. Ternyata dalam perjalanan itu, penumpang buggy satunya (Mum, Ixchel dan Tyler) diculik!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Maka dimulailah petualangan yang mendebarkan yang disuguhkan dengan apik oleh M.G. Harris. Seperti dapat ditebak, insiden penculikan itu sebenarnya ditujukan pada Josh, karena Sekte Huracan (musuh Ek Naab yang ingin merebut Codex Ix) memang mengincar Josh untuk dijadikan bahan riset. Taruhannya adalah Josh menyerahkan diri, atau penculik akan membunuh sandera, yang adalah tiga orang yang sangat disayangi Josh: ibunya, ceweknya, sahabatnya. Apa keputusan Josh?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Selain itu, Josh masih tetap memiliki keinginan untuk memperbaiki Gelang Itzamna--yang ia dapat dari ayahnya di Gunung Orizaba dalam keadaan rusak. Hanya dengan gelang itulah, ia meyakini dirinya akan dapat berjalan menembus waktu. Josh percaya, keinginan ayahnya sewaktu mereka berpisah di Gunung Orizaba, adalah agar Josh melakukan perjalanan waktu ke masa lampau (titik nol), dan mengubah jalannya sejarah agar apa yang terjadi di Gunung Orizaba tak perlu terjadi. Semakin lama tekad Josh untuk itu makin kukuh, meski Ixchel dan Tyler mengkhawatirkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Maka petualangan pun segera pindah ke Ek Naab lagi. Kali ini Tyler mendapat kesempatan berkunjung ke sana bersama Josh. Namun, alih-alih mengalami liburan, ia harus mengarungi petualangan berbahaya bersama Josh dan yang lainnya. Semuanya berawal dari SMS yang diterima Josh di ponsel Ek Naab-nya, yang sepertinya mengarahkan Josh untuk menemukan sesuatu yang amat penting. Kejar-kejaran full action, termasuk perjalanan menembus waktu yang bikin deg-deg-an, semuanya ada di buku ketiga ini!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sungguh, buku ketiga The Joshua Files ini menurutku lebih menegangkan dari kedua buku sebelumnya. Bahaya-bahaya yang dihadapi Josh lebih serius, dan keberanian serta percaya diri tampaknya juga mulai muncul dalam diri Josh. Tapi yang paling unik, sisi remaja Josh juga mengemuka di sini. M.G. Harris sangat memahami para pembacanya yang mayoritas remaja. Empat bintang buat Josh dan M.G. Harris! Moga-moga buku keempat dan kelimanya akan lebih memukau dari tiga seri sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: The Joshua Files #3: Zero Moment&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: M.G. Harris&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Nina Andiana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Oktober 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tebal: 368 hl&lt;/span&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-6085637693517226791?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/6085637693517226791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=6085637693517226791&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6085637693517226791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6085637693517226791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/12/zero-moment-joshua-files-3.html' title='Zero Moment: The Joshua Files #3'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-LScJCkOgMps/TuWulsw6KvI/AAAAAAAAE6A/Era6nYOzeEU/s72-c/joshua-files-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-5051389955164878578</id><published>2011-12-05T07:26:00.006+07:00</published><updated>2011-12-05T07:38:28.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Nyata'/><title type='text'>Casper: Si Kucing Lucu Penumpang Bus</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-lS63J3ellBA/TtwR6ftbJWI/AAAAAAAAE4s/9RV9bIQMLks/s1600/casper.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 201px; height: 316px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-lS63J3ellBA/TtwR6ftbJWI/AAAAAAAAE4s/9RV9bIQMLks/s320/casper.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682436526476830050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;"&lt;i&gt;Hargailah apa yang kaumiliki, raihlah cinta di mana kau menemukannya dan selalu luangkanlah waktumu walau sejenak untuk mengagumi seekor kucing yang cantik ketika ia berlalu di hadapanmu. Karena siapa tahu, kucing itu memiliki sesuatu untuk diajarkan kepadamu....&lt;/i&gt;" Itulah pesan Casper--Si Kucing Lucu Penumpang Bus kepada kita, manusia. Dan seperti yang ia katakan, aku pun telah belajar sesuatu dari Casper, dengan membaca buku ini. Buku yang berisi kisah nyata Casper dari penuturan "mama"nya, Susan Finden.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Meski menjadi alasan buku ini ditulis, Casper tak serta merta memenuhi seluruh halaman buku ini. Susan Finden juga mengisahkan sekelumit kisah hidupnya, terutama yang banyak dipengaruhi oleh kehadiran kucing peliharaannya. Susan memang pecinta kucing, dan Chris--suami keduanya ternyata amat mendukungnya. Susan dan Chris bukan hanya memelihara kucing agar terhibur dengan kecantikan dan kelucuan mereka saja. Ada misi mulia yang mereka emban. Latar belakang Susan merawat kaum lansia dan orang dewasa dengan ketidakmampuan belajar, membuatnya ingin memelihara kucing tua atau yang penyakitan. Kucing-kucing ini bukanlah jenis yang banyak dipilih orang untuk dipelihara. Namun Susan senang memelihara mereka, karena ingin mencurahi mereka dengan kenyamanan dan kasih sayang, terutama di penghujung hidup mereka yang malang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;"&lt;i&gt;Dengan merawat kucing-kucing liar tua, kuharap aku dapat memperbaiki berbagai ketidakadilan yang telah mereka alami selama bertahun-tahun. Dengan memberikan kasih sayang dan perawatan selama hari-hari terakhir mereka, aku sendiri mendapatkan sejumlah kesenangan dan kepuasan.&lt;/i&gt;" (Susan) ~hlm. 13.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Casper masuk ke kehidupan Susan dan Chris setelah ia dijemput dari rumah penampungan, di mana ia dipanggil Morse. Begitu tiba di rumah barunya, Susan langsung menyadari bahwa "Morse" suka mengilang tiba-tiba bak hantu. Karena itulah nama "Casper" (si hantu cilik) pas juga disematkan pada kucing berbulu hitam putih yang keras kepala ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sejak itu, Casper menjadi kucing kesayangan Susan. Susan menguraikan secara detail sifat-sifat unik Casper, yang di antaranya tak suka dikekang, dan suka berkelana. Kebiasaan terakhir itu dipergoki Susan ketika ia pergi ke klinik kesehatan, dan menemukan kucingnya sedang duduk manis di kursi ruang tunggu, seolah ia memang langganan klinik itu. Keluarga Finden sendiri suka berpindah-pindah rumah, dan ketenaran Casper akan dimulai ketika mereka pindah ke kota Plymouth.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Rumah Susan yang baru ini letaknya persis di seberang halte bus. Tanpa sepengetahuannya, Casper sering menyeberang ke halte, mengantre untuk masuk bus bersama penumpang lain, lalu duduk manis sambil menikmati perjalanan menyusuri kota, hingga bus kembali ke halte itu dan menurunkan Casper untuk pulang ke rumahnya. Para supir bus menikmati selingan lucu ini, para penumpang bus menyenangi kehadiran penumpang berbulu yang sering duduk di pangkuan mereka sambil membiarkan dirinya digendong dan dibelai. Casper bahkan punya kursi favorit-nya sendiri di bus itu! Yang lebih aneh lagi, Casper punya bus favorit juga. Ia hanya mau menumpang di bus First (di Plymouth ada 2 perusahaan yang mengoperasikan bus). Akhirnya terjadi hubungan simbiosis mutaulaistis antara Casper dan pengemudi/penumpang bus. Casper memberikan hiburan bagi pengemudi/penumpang, pengemudi/penumpang menjaga keselamatan Casper hingga pulang kembali ke rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-5rgjv3u9bsc/TtwRfRYQeFI/AAAAAAAAE4g/oRYLTkO2tNQ/s320/casper1.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 151px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682436058773485650" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Casper duduk santai di kursi favoritnya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-2OzDCEbBe4c/TtwRQHapatI/AAAAAAAAE4U/at6qxdrZsl8/s320/casper2.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 185px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682435798401116882" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Casper menjelajahi bus-nya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-BOHqW5WpZls/TtwRBUMVykI/AAAAAAAAE4I/XFzJD0BSCFU/s320/casper-bus.jpg" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 242px; height: 320px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5682435544132733506" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Casper berfoto bersama "mama" Susan Finden, dan Rob--pengemudi First Bus kesayangan Casper&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kebiasaan Casper jalan-jalan "kelana kota" ini akhirnya tercium oleh media massa. Awalnya kisahnya diulas secara khusus di Plymouth Herald, koran lokal. Namun tak butuh waktu lama, kisah unik kucing yang menumpang bus ini tersebar ke seluruh penjuru Inggris, bahkan akhirnya ke seluruh dunia! Situs web BBC, Daily Telegraph dan Daily Mail ramai-ramai memungut kisah Casper dari Plymouth Herald. Bahkan konon Casper punya Page sendiri di Facebook! Jadilah Casper seekor selebritas dunia baru!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Apa yang terjadi pada Casper setelahnya? Yah...tak ada yang berubah sih. Dia tetap saja hobby kabur dari rumahnya, tetap doyan rolade kalkun sehingga tak bisa menolak tiap kali dirayu Susan untuk  pulang, dengan sepotong rolade kalkun. Ketenaran tak berarti apa-apa bagi Casper. Itulah salah satu perbedaan besar kucing dengan manusia. Seringkali kupikir, kucing lebih bijak daripada manusia, karena ia tahu mana yang penting dan mana yang tak penting dalam hidup. Dalam hatinya sendiri, Casper memandang sinis perhatian berlebihan dan kehebohan di sekitarnya. Tunggu dulu! Darimana aku tahu bahwa Casper berpikir begitu? Oh...itu karena di buku ini, beberapa bab didedikasikan khusus untuk Casper. Maksudnya? Maksudnya, Casper ikut mengeluarkan uneg-unegnya tentang hidupnya, juga menuliskan tips-tips untuk hidup bersama  manusia, bagi teman-teman kucingnya. Lucu bukan? Ini cuplikannya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;"&lt;i&gt;Menyelinap keluar ketika manusia mengurus bulu kepala mereka, menggambari wajah masing-masing, memilih apa yang harus dikenakan, atau salah satu dari banyak hal lain yang menurutku hanya membuang-buang waktu mereka setiap harinya...&lt;/i&gt;" ~hlm. 138.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Lalu akhirnya? Yah...seperti banyak kisah tentang hewan peliharaan lainnya, kita harus siap-siap menangis ketika Casper harus meninggalkan dunia ini, dan pergi ke "titian bianglala". Konon kesanalah hewan peliharaan "pergi", untuk kelak bertemu kembali dengan pemiliknya. Manis ya? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hidup seekor kucing memang sangat singkat, namun dalam waktu yang singkat itu rupanya Casper telah banyak mempengaruhi manusia. Di tengah kerasnya hidup jaman ini, Casper menawarkan "oase" yang menyegarkan. Hanya dengan menjadi dirinya sendiri, Casper melembutkan hati banyak orang dan mengeluarkan kebaikan mereka semua bagi dunia. Dari buku ini pula, aku menyadari bahwa hewan pun memiliki karakter unik, seperti manusia. Karakter itu dibangun, seperti manusia, lewat pengalaman masa lampau dan lingkungan di mana ia sebelumnya tinggal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Yang memprihatinkan, adalah masih banyak orang yang tak peduli pada hewan peliharaan, khususnya kucing. Di Inggris saja, tak ada hukuman bagi pengemudi yang menabrak kucing; lain halnya bila yang ditabrak anjing. Wah, apalagi di negara kita, menabrak manusia pun, pengemudi masih bisa lolos dari jerat hukum!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Aku memberikan 3 bintang bagi Casper. Yang kusayangkan hanya porsi untuk "curhat" Casper tidak banyak. Menurutku, akan jauh lebih menarik kalau porsi Casper diperbanyak, ketimbang membaca porsi Susan yang agak membosankan karena pengulangan dan terlalu banyak isi surat yang ditulis di sini (padahal isinya hampir sama).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Video tentang Casper:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/N1wrHvknpgM" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Casper--Si Kucing Lucu Penumpang Bus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Susan Finden (dituliskan oleh Linda Watson-Brown)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Nadya Andwiyani&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penyunting: Anton Kurnia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: Serambi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: September 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tebal: 300 hlm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-5051389955164878578?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/5051389955164878578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=5051389955164878578&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5051389955164878578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5051389955164878578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/12/casper-si-kucing-lucu-penumpang-bus.html' title='Casper: Si Kucing Lucu Penumpang Bus'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-lS63J3ellBA/TtwR6ftbJWI/AAAAAAAAE4s/9RV9bIQMLks/s72-c/casper.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-5027606664076127918</id><published>2011-11-29T08:35:00.001+07:00</published><updated>2011-11-29T09:07:06.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film dari Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>[Film] The Agony and the Ecstasy</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-onYxdbxuoG8/TtN_dO8dzgI/AAAAAAAAE2c/xylJxtE-yqE/s1600/agony-ecstasy.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 283px; height: 278px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-onYxdbxuoG8/TtN_dO8dzgI/AAAAAAAAE2c/xylJxtE-yqE/s320/agony-ecstasy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680023695248969218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;Setelah lama aku tak mereview film, kali ini kupilih film jadul yang dibuat berdasarkan buku historical fiction karya Irving Stone dengan judul yang sama: The Agony and the Ecstasy. Kisah ini bertutur tentang salah seorang maestro seni dari Italia: Michelangelo Buonarotti. Michelangelo awalnya terkenal sebagai pemahat, penyair dan arsitek. Pada masa Julius II menjadi Paus di Roma, Michelangelo adalah seniman yang dipekerjakan Paus untuk memahat kuburan marmernya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Julius II adalah Paus yang paling suka berperang (diperankan Rex Harrison) sekitar awal abad 16. Film dibuka dengan adegan masuknya arak-arakan Paus yang baru saja menang perang. Bapa Suci yang satu ini jauh dari gambaran Paus yang kita kenal, tubuhnya tinggi tegap, wajahnya tampan. Keseluruhan penampilannya memang gagah, dalam pakaian pemimpin perang ala Romawi (lengkap dengan bulu warna-warni di helmnya) dan menunggang kuda putih. Aneh juga melihat sosok yang barusan digambarkan menebas leher musuh, kini tiba-tiba berhenti di alun-alun untuk memberikan berkat pada umat yang berlutut mengelilinginya…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Saat itu muncul wajah maskulin milik Charlton Heston, yang memerankan sang maestro: Michelangelo. Dari adegan awal ini sudah nampak kebengalan Angelo! Di saat semua orang berlutut dengan khidmat, Angelo malah berdiri tegak. Saat itu ia tengah mengerjakan kuburan marmer bagi sang Paus. Diperlihatkan sekilas pembuatan marmer yang memberi pekerjaan banyak orang, dari menambang batu dari gunung, membawanya ke lokasi dengan menggunakan tenaga sapi, lalu memotong batu-batu besar itu, dan pemahatan yang dilakukan Angelo. Jadi teringat The Pillars of The Earth deh…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Di tengah-tengah pekerjaan membuat kuburan, Paus memerintahkan Angelo untuk melukis langit-langit kapel Sistine, yang merupakan kapel kepausan dan berada di kediaman resmi Paus. Kapel Sistine didirikan oleh Paus Sixtus IV, dari mana kapel itu mendapat namanya. Saat Julius II menjabat Paus, kapel itu nampak suram dengan langit-langit dan dinding berwarna kelabu. Michelangelo terkejut saat diperintahkan melukis langit-langit. Ia seorang pemahat, bukan pelukis. Paus tak mau menerima bantahannya, maka akhirnya Michelangelo—dengan berat hati, menerima tugas itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Awalnya obyek yang harus dilukis sesuai permintaan Paus adalah kedua belas rasul. Saat Angelo melukis beberapa bagian, tiba-tiba pada suatu malam ia merusak sendiri hasil karyanya, lalu melarikan diri. Hal ini terjadi setelah ia pergi ke bar dan mencicipi anggur yang ternyata rasanya masam. Spontan si pemilik bar membuang seluruh anggur dalam gentongnya, karena menurutnya anggur masam harusnya dibuang. Angelo pun merasa lukisannya harus dibuang karena tak sesuai keinginannya. Sang Paus marah besar dan menyuruh pasukannya menangkap Angelo. Dalam pelariannya, Angelo tertidur di atas gunung. Ketika bangun, fajar baru menyingsing, dan ia pun terpana melihat pemandangan matahari terbit di antara awan-gemawan. Salah satu gugusan awan itu terlihat bak sosok Tuhan, di mata sang seniman. ‘Penampakan’ ini menginspirasi Angelo untuk melukis gambar-gambar yang mengisahkan mulai dari penciptaan alam semesta dan penciptaan manusia pertama (diambil dari Kitab Kejadian), hingga kisah-kisah dari Alkitab Perjanjian Lama lainnya, termasuk nenek moyang Yesus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dari semua tema, lukisan The Creation of Adam (Penciptaan Adam) merupakan salah satu karya seni Renaissance termashyur di dunia. Lukisan inilah yang terilhami dari ‘penampakan’ yang dilihat Angelo di gunung. Lukisan ini menggambarkan dua sosok. Di sebelah kanan adalah sosok Tuhan, tampak agung dalam wajah kebapakan dengan rambut dan janggut memutih, memakai jubah putih, sedang mengulurkan jari telunjuk tangan kanannya. Di sebelah kiri, sesosok manusia laki-laki yang telanjang dengan wajah tak berdosa, mengulurkan tangan kirinya ke arah tangan Tuhan. Adegan ini mau menunjukkan bagaimana Tuhan menciptakan manusia serupa dengan citra diriNya sendiri (wajah Adam memang mirip dengan wajah Tuhan), lalu Tuhan mengalirkan percik kehidupan kepada Adam lewat jari telunjuknya, sementara Adam menerimanya dengan uluran tangan kirinya. Konon lukisan fenomenal The Creation of Adam ini hanya mampu disaingi oleh karya Leonardo Da Vinci: Monalisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-kZ3csmbw9vo/TtN_HDS58FI/AAAAAAAAE2Q/HIotVz6--y4/s1600/agony-creation-of-adam.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 146px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-kZ3csmbw9vo/TtN_HDS58FI/AAAAAAAAE2Q/HIotVz6--y4/s320/agony-creation-of-adam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680023314164740178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lukisan The Creation of Adam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Lucunya, Michelangelo memaparkan seluruh draft lukisannya ini kepada Paus, pada saat-saat genting pasukan kepausan sedang diserang musuh. Sri Paus, yang sebagai pucuk pimpinan pasukan harusnya memberikan perintah menyerang, malah mendiskusikan lukisan bersama Michelangelo. Tampak kepanikan di wajah asistennya, di tengah tembakan meriam yang sangat dekat dengan lokasi mereka. Ini mencerminkan betapa pentingnya arti lukisan langit-langit untuk kapel Sistine itu bagi Paus. Selain itu, meski ditentang banyak orang yang tak menyukai Michelangelo yang bandel dan sikapnya angkuh dan ‘semau gue’, Paus tetap bertahan untuk mempekerjakan Michelangelo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Suatu saat, karena terlalu ngotot bekerja, Michelangelo tiba-tiba mendapati pandangannya kabur dan berputar-putar. Saat turun dari perancah, akhirnya Michelangelo jatuh ke lantai. Selama beberapa waktu ia terpaksa menganggur dalam masa pemulihan. Saat itu semangatnya mulai turun, dan ia merasa takkan pernah dapat melanjutkan proyek lukisan itu. Di titik ini, sang Paus sendiri mengunjungi Michelangelo dan menantangnya dengan mengatakan bahwa ia (Paus) berniat memberhentikan Angelo, dan menggantikannya dengan Raphael, pelukis terkenal juga pada saat itu yang ditugasi melukis tapestry (permadani dinding) kapel Sistine. Michelangelo tentu saja tak terima, karyanya akan dilanjutkan pelukis lain. Maka ‘jebakan’ Paus pun mengenai sasaran, tak lama kemudian Paus mendapati Michelangelo berbaring di atas perancah nun jauh di atas sana, sedang menggoreskan kuasnya ke langit-langit kapel…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Empat tahun pun berlalu. Empat tahun yang diisi dengan perdebatan tanpa henti dari sang Paus dan sang seniman. Sama-sama mudah marah, sang Paus dan sang seniman berkali-kali berseteru dan melemparkan omongan tajam sambil berteriak. Namun, karena memiliki ambisi yang sama, keduanya malah saling menguatkan satu sama lain. Ketika Paus terbaring karena luka-luka dan kekalahan dalam perang, seluruh bawahannya sudah mengira Paus akan mangkat. Paduan suara menyanyikan kidung sedih, para biarawati berdoa di sekeliling ranjang uskup, para Kardinal merundingkan langkah yang harus dilakukan. Saat itu yang perlu dilakukan Michelangelo hanyalah menyelonong masuk ke kamar Paus (ia sudah dianggap sahabat Paus), lalu tiba-tiba berpamitan hendak pulang ke Florence. Seperti biasa, Paus pun marah, dan Michelangelo menggunakan momen ini untuk menyindir bahwa Paus pun tidak menyelesaikan pekerjaannya sendiri (memenangkan perang). Dengan kalimat sakti itu, Paus serta merta segar bugar, dan mulai (kembali) marah-marah pada bawahannya yang sedang berduka…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-cr4HMFoKJQI/TtN-pJf2uPI/AAAAAAAAE2E/UV3ZWYelSJQ/s1600/agony-angelo-pope.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 155px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-cr4HMFoKJQI/TtN-pJf2uPI/AAAAAAAAE2E/UV3ZWYelSJQ/s320/agony-angelo-pope.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680022800433592562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adegan Michelangelo &amp;amp; Paus bertengkar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dan akhirnya….dengan penuh kebanggaan, Paus pun dapat mengorbankan misa di kapel Sistine yang telah selesai dilukis. Adegan penutupnya, ketika Michelangelo berbincang dengan Paus di tengah kapel, cukup memberi kesan terhadap seluruh film ini. Satu hal yang kurasakan kurang, adalah lukisan di langit-langit itu sendiri yang disorot agak terlalu sedikit dan dari jarak terlalu jauh. Alangkah indahnya kalau kamera menyorot beberapa lukisan yang paling terkenal, seperti The Creation of Adam itu dalam jarak dekat dengan pencahayaan yang kuat, sehingga kita bisa merasakan pesona dan kekuatan lukisan itu yang, konon, menggetarkan siapa saja yang melihatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Inilah keseluruhan lukisan menakjubkan itu, dilihat dari bawah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-3fjyzv9bH84/TtN-VxbFkJI/AAAAAAAAE14/vNQ0IEVFQDA/s1600/agony-ceiling-view.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3fjyzv9bH84/TtN-VxbFkJI/AAAAAAAAE14/vNQ0IEVFQDA/s320/agony-ceiling-view.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680022467553628306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Setelah lukisan di langit-langit kapel Sistine itu, Michelangelo pun menyandang status baru, sebagai pelukis kelas dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;----&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Hal yang tak kalah menariknya untuk dicermati, adalah metode yang dipakai Michelangelo melukis, yakni Fresco—metode yang lazim digunakan di era Renaissance. Fresco adalah teknik melukis mural di atas plaster (pelapis dinding atau langit-langit, semacam mortar atau semen tapi lebih halus). Mula-mula pelukis Fresco melabur permukaan dengan lapisan plaster tipis. Lalu draft lukisan ditransfer ke plaster dengan suatu alat (tidak jelas bentuknya) untuk menandai bentuk luarnya. Dalam keadaan plaster masih basah, pelukis membubuhkan cat ke atas lapisan itu. Bahan kimia yang terkandung dalam plaster, membuat pigmen warna melekat sempurna. Kemudian setelah agak mengering, Michelangelo baru melukiskan detail-detail bayangan dan sebagainya untuk membuat gambarnya ‘hidup’. Menarik bukan? Dan anda hanya bisa menyaksikan dengan jelas lewat filmnya. Berikut ini trailernya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/5cLoZEaUJ7M" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" width="420"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul film: The Agony and the Ecstasy&lt;br /&gt;Sutradara: Carol Reed&lt;br /&gt;Pemeran utama: Charlton Heston, Rex Harrison&lt;br /&gt;Produksi: 20th Century Fox&lt;br /&gt;Format: VCD&lt;br /&gt;Tahun pembuatan: 1965 (layar lebar); 1992 (versi VCD)&lt;br /&gt;Durasi: 139 menit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-5027606664076127918?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/5027606664076127918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=5027606664076127918&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5027606664076127918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5027606664076127918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/11/film-agony-and-ecstasy.html' title='[Film] The Agony and the Ecstasy'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-onYxdbxuoG8/TtN_dO8dzgI/AAAAAAAAE2c/xylJxtE-yqE/s72-c/agony-ecstasy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-4649299062115878667</id><published>2011-11-21T07:30:00.005+07:00</published><updated>2011-11-23T16:29:41.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realisme Magis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gramedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antoinette May'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Istri Pilatus</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-zioToOW40Ac/Tsmd50Kca8I/AAAAAAAAEz0/j560q51vs-o/s1600/pilates-wife.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 311px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-zioToOW40Ac/Tsmd50Kca8I/AAAAAAAAEz0/j560q51vs-o/s320/pilates-wife.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677242421857774530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;"Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."&lt;/i&gt; (Mat 27:19)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Istri Pontius Pilatus mungkin saja takkan pernah dikenal dunia, kalau bukan karena campur tangannya dalam peristiwa penyaliban Yesus, meski perannya sangat kecil. Sejarah Claudia, nama sang istri Pilatus, juga tak banyak memberi kejelasan. Namanya pun hingga kini masih belum dipastikan, ada yang menyebutnya Claudia Procula, ada pula yang mencantumkan Claudia Procles. Dengan begitu minimnya data sejarah yang ada, memaksa Antoinette May--seorang jurnalis, untuk membuat tulisan mengenai Claudia sebagai karya fiksi bergenre historical fiction. Meski aku juga ragu apakah kadar sejarah dalam buku ini memang ada. Baiklah, kita mulai mengupasnya saja...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kisah Istri Pilatus dimulai dari masa kecil Claudia di propinsi Galia. Ibu Claudia adalah sepupu Agrippina yang adalah cucu Kaisar Agustus. Agrippina menikah dengan Germanicus, seorang Panglima Tertinggi tentara Rhine, anak hasil adopsi kaisar yang saat itu memerintah, yaitu Tiberius (pada th. 16 Masehi). Ayah Claudia merupakan orang kedua di bawah Germanicus, sehingga keluarga Claudia pun harus hidup berpindah-pindah sesuai penugasan Germanicus. Sejak usia 10 tahun, Claudia telah menyadari bakatnya sebagai seorang peramal lewat media mimpi. Salah satu yang pernah hadir dalam mimpinya, adalah bahaya yang dihadapi Germanicus, paman yang amat disayanginya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sosok Germanicus dengan cepat menjadi pahlawan yang dicintai rakyat, dan semua orang pun yakin cepat atau lambat ia akan naik takhta menjadi kaisar berikutnya. Semua kecuali Tiberius, tentu saja. Sementara itu, Germanicus dan keluarga Claudia akhirnya masuk ke Roma. Suatu saat mereka semua pergi menonton pertunjukan gladiator di Circus Maximus bersama Tiberius. Saat itu Claudia berhasil menebak (atau dalam hal Claudia, meramal) pemenang pertandingan, yaitu seorang gladiator muda bekas budak bernama Holtan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Lalu kisah pun bergulir mengenai sanak keluarga Claudia. Marcella--kakaknya tertangkap basah bercinta dengan Caligula, putra Germanicus, dan akhirnya dihukum oleh Ibu Suri Livia dengan menjadikannya Perawan Vesta. Caligula ini adalah salah seorang kaisar Romawi yang bengis dan setengah gila yang kita ketahui lewat sejarah. Kaisar Nero--yang melakukan pembakaran dan penyiksaan banyak umat Kristen di jaman Rasul Paulus, juga berasal dari keturunan Germanicus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bagaimana dengan Claudia? Di usianya yang beranjak dewasa, ia menemukan ketenangan dalam penyembahan dan pemujaan kepada Dewi Isis. Ia bahkan menjalani semacam 'tahbisan' sebagai pengikut Dewi Isis tanpa seijin orang tuanya. Pemujaannya ini agak menyimpang dari kebiasaan, karena dewi yang ia sembah adalah dewi Mesir. Selanjutnya, hingga ia dewasa, Claudia selalu menggantungkan dirinya pada pertolongan Isis, lewat benda bernama sistrum yang ia kenakan di lehernya sebagai semacam kalung jimat. Ada yang menarik saat Claudia pertama kali menginjakkan kaki ke kuil Isis. Di sana ia bertemu seorang pemuda misterius berusia 20 tahun yang matanya seolah mampu menembus jiwa. Pemuda itu memperkenalkan dirinya sebagai Yeshua, atau di Romawi disebut Yesus....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Saat tiba waktunya mencari jodoh, ia terpikat pada seorang pria muda yang karirnya sedang menanjak, bernama Pontius Pilatus. Saat itu Pilatus adalah centurion (perwira) yang baru mendapat kemenangan. Demi mendapatkan cinta Pilatus, Claudia pergi ke kuil Isis dan meminta semacam mantra dari pendetanya. Pilatus muda memang terpikat pada Claudia, namun jelas terlihat dari awal, bahwa itu bukan karena mantra. Ia mencintai Claudia karena keunikannya, karena pandangan-pandangannya yang ia hormati. Singkat kata, menikahlah Claudia dengan Pilatus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Awalnya, hidup perkawinan mereka tampak indah dan sempurna. Namun tiba-tiba terjadi hal yang tak disangka-sangka. Germanicus tiba-tiba sakit keras, dan tak ada dokter yang bisa mengobati hingga ajalnya tiba. Desas-desus pun beredar bahwa Germanicus dikutuk. Pamor keluarga Claudia pun merosot karena berseberangan dengan sang kaisar. Saat itu Claudia mendapati dirinya hamil, namun sayangnya ia keguguran sehingga tak mampu memberikan putra yang didambakan Pilatus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Entah karena itu, atau karena ambisinya, Pilatus segera saja memiliki beberapa kekasih, wanita-wanita berpengaruh di Roma. Meski pendeta Isis menenangkan Claudia, bahwa hanya dirinyalah yang dicintai Pilatus, Claudia menjadi tak bahagia. Di saat itulah, sang gladiator tampan dari masa remajanya, kembali memasuki hidupnya. Holtan segera menjadi kekasih gelapnya. Cinta Claudia kepada Pilatus pun segera pupus, bahkan putri yang akhirnya dilahirkan Claudia bagi suaminya, tak sanggup mengubah perasaan Claudia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kisah tentang kehidupan Claudia ini memenuhi hampir tiga perempat buku ini, sebelum peristiwa besar itu datang. Semuanya bermula ketika Pilatus ditugaskan Tiberius menjadi gubernur Romawi di Yudea. Di Yudea, Claudia bertemu dengan teman lamanya, seorang pelacur tingkat tinggi bernama Miriam dari Magdala. Kelak ia dikenal sebagai Maria Magdalena, pengikut Yesus yang setia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Nah, bagian inilah yang membuatku kurang suka dengan karya Antoinette May ini. Miriam dikisahkan jatuh cinta, lalu menikah dengan Yesus di Cana. Aku sadar, bahwa karya ini adalah karya fiksi. Sama seperti karya-karya Dan Brown. Namun menurutku, May telah mengambil resiko terlalu besar. Dengan mengambil tema Istri Pilatus, tentu pembaca mengharapkan karya fiksi ini berhubungan dengan kisah Alkitab. Menurutku, jauh lebih baik bila May tetap mempertahankan kisah asli dari Alkitab, sambil menambahkan detail fiktif ke dalam karakter Claudia. Apalagi fakta yang ia ubah di sini sangatlah sensitif, yaitu mengenai Yesus. Entahlah, tapi bagiku pribadi, bagian ini sangat mengganggu keseluruhan kisah. Seorang penulis harusnya peka dalam menciptakan fiksi sejarah. Ada hal-hal vital yang sebaiknya dibiarkan saja, dan menambahkan detail-detail yang kurang saja. Dengan cara yang ia ambil ini, May menjadi tak ubahnya (maaf) Dan Brown, yang mengumbar sensasi belaka ketimbang menyuguhkan historical fiction yang bermutu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kembali pada kisah Claudia, hasratnya pada Holtan makin menggebu hingga akhirnya ia pun selingkuh. Satu hal lagi yang rasanya aneh. Sejak awal Claudia lah yang 'ngebet' mendapatkan cinta Pilatus, sampai rela 'mengemis' mantra pada Isis. Pilatus akhirnya memilih Claudia dan mencintainya sepenuh hati, namun tiba-tiba saja hati Claudia tertutup bagi Pilatus gara-gara godaan seorang gladiator. Terus terang saja, aku tak suka pada karakter Claudia yang plin plan sekaligus egois ini. Sepanjang kisah, terlihat bahwa Claudia sangat impulsif. Ia sering menempuh bahaya, hanya untuk memenuhi keinginannya. Bayangkan, seorang istri gubernur menerima Miriam yang pelacur di rumahnya, hanya karena Miriam sahabatnya. Atau ia nekad bertemu dengan selingkuhannya, Holtan, saat ia seharusnya mendampingi Pilatus dalam situasi kritis. Sungguh, Claudia itu wanita egois dan bodoh!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Memasuki seperempat terakhir buku ini, kisah memang meruncing, dan banyak bagian dari Alkitab dikisahkan di sini. Di antaranya pesta Herodes, di mana Salome--dipengaruhi Herodias ibunya, menari dan akhirnya meminta kepala Yohanes Pembaptis kepada Herodes yang tergiur pada kecantikan Salome. Masuknya Yesus menunggang keledai ke Yerusalem, dielu-elukan banyak orang yang membawa daun palem, juga diabadikan di sini. Dan akhirnya, penangkapan Yesus hingga dihadapkan pada pengadilan Pilatus. Claudia, yang sebelumnya sering mengalami mimpi mengerikan tentang pria bermahkota duri, segera menyadari nasib Yesus. Termasuk, bagaimana nasib Yesus itu juga akan mempengaruhi takdir Pilatus. Dalam mimpinya, ia melihat bahwa nama Pilatus akan terus bergema menjadi salah satu penyebab Yesus disalibkan. Karena itulah, ketika situasi makin genting, ketika rakyat berteriak-teriak minta Yesus disalibkan, Claudia pun mengirim pesan bersejarah itu kepada Pilatus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-oPfgXq2T0H4/TsmdaaANg-I/AAAAAAAAEzo/pTpQ-GQTe40/s320/pilatus.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 210px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677241882259588066" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Lukisan yang menggambarkan Yesus diadili oleh Pilatus&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tentu saja, akhirnya telah kita ketahui bersama. Tak mungkin seorang Antoinette May sanggup mengubah bagian 'yang ini'. Ada lagi bagian kecil yang membuatku muak juga, masih berkaitan dengan tokoh Miriam, setelah Yesus disalibkan. Mungkin sebaiknya tak kuungkap di sini, agar akhir kisah ini tetap terjaga, termasuk bagaimana keputusan Claudia untuk memberikan cintanya. Akankah ia berpaling pada Holtan, atau tetap bersama Pilatus?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Untuk semua alasan yang kuungkapkan di atas, tiga bintang kuberikan pada Istri Pilatus ini. Di luar kisahnya sendiri, penerbit Gramedia telah menyuguhkan sebuah kisah sejarah ber-setting Romawi dengan terjemahan yang bersih, dan desain cover yang menawan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Istri Pilatus (Pilate's Wife)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Antoinette May&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Ingrid Dwijani Nimpoeno&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Desain cover: Marcel A.W.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Juli 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tebal: 544 hl&lt;/span&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-4649299062115878667?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/4649299062115878667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=4649299062115878667&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/4649299062115878667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/4649299062115878667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/11/istri-pilatus.html' title='Istri Pilatus'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-zioToOW40Ac/Tsmd50Kca8I/AAAAAAAAEz0/j560q51vs-o/s72-c/pilates-wife.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-6311957148571764079</id><published>2011-11-16T07:42:00.004+07:00</published><updated>2011-11-16T08:04:45.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gramedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Robert Harris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Conspirata</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-EWROGCYQLb8/TsMIJoL5bBI/AAAAAAAAEyY/9HFDtD9CQBQ/s1600/conspirata.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 206px; height: 312px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-EWROGCYQLb8/TsMIJoL5bBI/AAAAAAAAEyY/9HFDtD9CQBQ/s320/conspirata.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675388916916120594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“&lt;i&gt;Orang tolol sembrono mana pun bisa menjadi pahlawan jika tidak menghargai nyawanya sendiri, atau tidak cukup pintar untuk menyadari adanya bahaya. Tetapi, dengan memahami resiko, bahkan berjengit pada mulanya, tetapi kemudian menghimpun keberanian untuk menghadapinya—menurutku, itulah bentuk keberanian yang paling terpuji.&lt;/i&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kurasa ungkapan di atas memang tepat untuk menggambarkan sosok seorang Marcus Tullius Cicero, senator, orator, konsul dan Bapak Negara Republik Romawi pada abad pertama sebelum Masehi. Perjuangan Cicero merangkak dari bawah hingga menduduki tempat tertinggi di pemerintahan negara, telah dengan apik dituturkan oleh Robert Harris di buku pertama dari sebuah trilogi, yaitu: Imperium. Dan kini, lewat bagian keduanya—Conspirata, anda akan dibawa melihat sendiri, mengapa aku merasa Cicero layak disebut pemberani, kalau bukan pahlawan, pada jamannya. Conspirata ini m&lt;/span&gt;asih dituturkan dari sudut pandang Tiro, budak dan sekretaris Cicero.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bagi anda yang telah membaca &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2011/10/imperium.html"&gt;Imperium&lt;/a&gt; pasti telah mengerti, bahwa cita-cita Cicero adalah menjadi konsul, meraih kedudukan tertinggi di pemerintahan Republik Romawi (bagi yang belum membaca Imperium, wajib membaca dulu, sebelum membaca buku ini!). Namun ternyata, belum lagi upacara penobatannya sebagai konsul dilangsungkan, Cicero telah dihadapkan pada sebuah kejutan. Teka-teki mayat seorang anak lelaki, korban sebuah upacara ritual, muncul hanya dua hari sebelum ia resmi menjadi konsul. Dan jangan lupa, sebagaimana dikisahkan di Imperium, bahwa Julius Caesar, Crassus dan kroni-kroni mereka sedang memperjuangkan undang-undang untuk membagi-bagi tanah negara kepada rakyat miskin. Satu lagi PR besar bagi Cicero untuk menyelamatkan Republik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Begitu memasuki periode sebagai konsul, Cicero langsung dihadapkan pada masalah-masalah serius. Tampaknya Caesar, musuh utamanya yang licik dan ambisius, langsung tancap gas. Di satu sisi ada fraksi patricius: Catulus, Hortensius dkk yang dihadapkan pada penuntutan seorang senator tua, di sisi lain ada kaum populis yang (dalihnya) membela kepentingan rakyat: Caesar, Crassus dan Pompeius, dengan undang-undang tanahnya. Ke mana Cicero harus memberikan dukungannya? Belum lagi kenyataan pahit yang harus dihadapinya, bahwa dirinya menjadi target pembunuhan oleh lawan-lawannya, yang disutradarai oleh…siapa lagi kalau bukan lawannya yang paling haus balas dendam: Catilina?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Satu persatu masalah dihadapi Cicero dengan berani. Seperti biasanya, menggunakan kepiawaian retorika, strategi yang jitu, serta kemampuan diplomasinya. Namun sebenarnya yang paling menarik dari karakter Cicero adalah keteguhannya untuk selalu taat pada idealisme yang diyakininya. Banyak negarawan atau politikus yang hanya di awal saja berkoar-koar tentang berjuang bersama rakyat dan demi bangsa. Namun setelah menjabat, mereka malah sibuk dengan dirinya sendiri. Mereka tetap berjuang, namun berjuang untuk tetap menjabat, berjuang untuk tetap mendapat kehormatan, berjuang untuk menumpuk harta. Pendeknya, berjuang demi keuntungan diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tidak begitu halnya dengan Cicero. Boleh dibilang, perjuangan yang ia lakukan adalah demi Republiknya yang ia cintai dengan sepenuh hati. Dua provinsi, yang semestinya menjadi ladang untuk menimbun kekayaan setelah selesai menjabat konsul, ia hibahkan pada konsul lain demi kompromi politik. Itu artinya, Cicero tak akan mendapat apa-apa setelah turun jabatan. Dan bukan itu saja, karena ia tidak “ikut arus”, ia menjadi lawan empuk musuh-musuhnya karena berjuang sendirian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Paling tidak dua kali Caesar menawarkan koalisi pada Cicero, salah satunya adalah saat berusaha mengesahkan undang-undang tanah yang digagasnya. Untungnya, Cicero mampu melihat skema besar yang ada di benak Caesar dengan undang-undang itu, yaitu kejatuhan republik. Seperti yang kita ketahui dalam sejarah, Julius Caesar memang memiliki ambisi sangat besar untuk menguasai Romawi, dan memimpinnya dengan kediktatoran. Untunglah bagi Romawi saat itu, karena mereka memiliki negarawan yang berhati nurani ‘bersih’ seperti Cicero. Tak mau terlena dengan tawaran perlindungan penuh dari Caesar, Cicero maju menghadapi bahaya nyawanya sendiri, demi keselamatan republik, yang hendak dicabik-cabik lawan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sangat menegangkan ketika cerita bergulir pada usaha pembunuhan terhadap Cicero di rumahnya. Bagaimana seisi rumah menyewa para pengawal, bagaimana mereka memalang pintu rumah, dan mengganjalnya dengan perabot, bagaimana mereka menyiapkan karung juga air untuk mengantisipasi serangan pembakaran. Dan setelah akhirnya lolos dari lubang jarum, bukannya ketakutan dan memilih berkompromi dengan lawan, Cicero justru bangkit dan membuka borok konspirasi jahat untuk meruntuhkan Republik, ke hadapan senat dan rakyat. Dengan cara apalagi kalau bukan dengan orasi. Konspirasi digagalkan, dan tak ada jalan lain untuk menghancurkannya, selain dengan menghukum mati para pencetusnya. Cicero pun dielu-elukan rakyat, dan diangkat sebagai Bapak Bangsa karena dengan berani telah menyelamatkan Romawi. Setidaknya pada saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Karena ternyata, musuh-musuhnya [baca: Cicero dan republik] belumlah jera. Rasanya baru saja Cicero menghembuskan napas lega untuk menikmati kejayaannya, pada tarikan napas berikutnya, ia harus kembali berhadapan lagi dengan maneuver berbahaya Caesar. Khusus kepada Caesar, Cicero memiliki kesan antara jijik dan kagum. Komentarnya tentang Caesar: “&lt;i&gt;Orang itu penjudi paling luar biasa yang pernah kutemui. Setiap kali kalah, dia hanya menggandakan taruhannya dan melempar dadu lagi.&lt;/i&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Namun, seperti yang sering terjadi pada kemurnian dan kebenaran, pesona kekuasaan begitu menggoda dan menarik banyak orang, sehingga akhirnya harus menghancurkan kemurnian. Hal yang sama terjadi pada Cicero. Teman-temannya, satu persatu menjauhinya, termasuk Pompeius Agung. Mereka yang dulu menjanjikan dukungan, kini bersatu dengan musuh dan seolah memalingkan muka dari si keras kepala yang bersikukuh mempertahankan republiknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Saat-saat itu adalah momen yang paling mengharukan di buku ini (tak pernah kusangka, aku akan menangis saat membaca kisah politik!). Sekaligus momen yang mencerminkan seperti apa Cicero yang sesungguhnya. Konon, kemurnian karakter manusia baru teruji saat dihadapkan pada tekanan berat. Tak ada ancaman yang dapat melemahkan Cicero, tak ada godaan yang dapat meluluhkannya. Tak ada kekecewaan yang sanggup menghancurkannya. Cicero hanya ingin memberikan yang terbaik bagi negaranya. Seperti yang dikatakannya dalam salah satu orasinya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;&lt;blockquote&gt;“Jangankan memimpin republik, menyelamatkannya pun sungguh pekerjaan tanpa penghargaan.”&lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Mungkin aku terkesan terlalu tinggi memuji Cicero. Toh sebagai negarawan, ia banyak melakukan kesalahan. Banyak pro dan kontra pada keputusan-keputusannya. Aku sendiri buta politik ataupun kenegaraan, namun dari penuturan Robert Harris yang cantik ini, aku bisa merasakan kegigihan seorang pahlawan dalam diri Cicero. Mungkin cara yang ia pakai salah, mungkin cita-citanya tak semurni yang seharusnya (hei..siapa sih yang mau bekerja keras kalau tak ada keuntungan sedikit pun baginya? Siapa sih yang tak ingin mendapat sesuatu dari jerih payahnya?), namun kalau saja ada sepuluh orang dengan hati bersih dan keberanian seperti Cicero di antara seratus yang ada di senat, pasti suatu negara akan lebih kuat. Mungkinkah itu? Ahh…sepertinya sosok seperti Cicero hanya ada satu setiap generasi (atau bahkan tak ada lagi?).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dan jangan lupa, bahwa di luar pribadi Cicero atau prestasinya, kata-katanya terus menggema ke seluruh dunia, hingga dua ribu tahun setelahnya. Tak kurang dari dua orang mantan Presiden Amerika Serikat yang pernah terinspirasi atau tergugah oleh sumbangan pemikiran Cicero, yakni John Adams dan Thomas Jefferson. Inilah kata-kata John Adams tentang Cicero: “&lt;i&gt;All ages of the world have not produced a greater statesman and philosopher combined.&lt;/i&gt;” Tak heran, bila ada pepatah yang mengatakan bahwa sebatang pena lebih dahsyat daripada sebilah pedang (the pen is mightier than sword). Sementara lawan-lawannya punya pasukan militer dan uang berlimpah, senjata Cicero satu-satunya adalah kata-katanya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di review ini aku sengaja tak membeberkan banyak tentang ceritanya, karena begitu serunya alur cerita, sampai aku bingung harus menuliskan bagian yang mana. Yang jelas, hanya satu kata yang tepat untuk menggambarkan Conspirata ini: Mengagumkan! Jadi, tak berlebihan kan kalau aku memberikan 5 bintang untuk buku ini? Sekali lagi… Bravo Cicero!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Conspirata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Robert Harris&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Femmy Syahrani&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Editor: Siska Yuanita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Oktober 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tebal: 504 hl&lt;/span&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-6311957148571764079?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/6311957148571764079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=6311957148571764079&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6311957148571764079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6311957148571764079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/11/conspirata.html' title='Conspirata'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-EWROGCYQLb8/TsMIJoL5bBI/AAAAAAAAEyY/9HFDtD9CQBQ/s72-c/conspirata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-869665062761240929</id><published>2011-11-11T08:18:00.001+07:00</published><updated>2011-11-11T08:45:54.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gramedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Misteri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='John Grisham'/><title type='text'>The Abduction: Theodore Boone 2</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5FpPXHmNDrg/Tq92BuN8oJI/AAAAAAAAEvg/jeope23y6iU/s1600/theo-boone-abduction.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 211px; height: 308px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-5FpPXHmNDrg/Tq92BuN8oJI/AAAAAAAAEvg/jeope23y6iU/s320/theo-boone-abduction.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669880227841220754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Theodore Boone, si pengacara cilik, kembali diajak beraksi oleh “ayah”nya, maestro kisah-kisah thriller hukum favoritku: John Grisham. Setelah berhasil memecahkan misteri sebuah kasus pembunuhan di buku pertama: &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2010/10/theodore-boone-pengacara-cilik.html"&gt;Theodore Boone: Pengacara Cilik&lt;/a&gt;, kali ini Theo menghadapi sebuah kasus penculikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Masih ingat teman cewek Theo yang bernama April? Di buku pertama, April yang tumbuh di keluarga yang tidak bahagia, sempat dimunculkan oleh Grisham. Kali ini ia menjadi salah satu tokoh utamanya. April diceritakan tiba-tiba menghilang pada suatu malam, hanya beberapa jam setelah mengobrol di telepon bersama Theo. Minggatkah ia? Tapi ia tak membawa barang-barangnya. Diculikkah ia? Tapi rumahnya tak menampakkan tanda-tanda pengrusakan. Bisa jadi April diculik oleh seseorang yang ia kenal. Siapa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hampir bersamaan waktunya dengan menghilangnya April, seorang narapidana yang kabur dari penjara, sempat terlihat di Stattenburg, kota tempat Theo dan April tinggal. Kebetulan sekali si narapidana adalah sepupu jauh April yang pernah menjadi sahabat pena si gadis. Diakah penculiknya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sebagai sahabat terdekat April, menghilangnya gadis itu membuat Theo sedih dan tak bersemangat. Di sekolah ia menggagas gerakan pencarian terhadap April di seluruh kota. Suatu hari, Theo dan beberapa temannya menyaksikan evakuasi seonggok jenazah dari dalam sungai oleh polisi. Runtuhlah pertahanan Theo, tertusuk hatinya, yang membuatnya menangis tersedu-sedu di depan sketsa coretan April yang tergantung di kamar kerjanya, sambil tangannya menelusuri tulisan nama “April” di sketsa itu. Sebuah momen emosional dan personal dari Theo. Sungguhkah April sahabatnya telah pergi selamanya? Seisi sekolah, teman, guru, kepala sekolah Theo semuanya mendadak sedih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di tengah kesedihan itu, Ike Boone (masih ingat Paman Ike?)-- paman Theo yang mantan pengacara dan memiliki banyak “koneksi” di “jalanan”, tiba-tiba memanggil Theo. Ia menyampaikan kabar bahwa mayat yang ditemukan polisi bukan mayat April. Berarti ada kemungkinan April masih hidup. Lalu di manakah ia? Benarkah si narapidana menculiknya? Kalau bukan, lalu siapa? Di saat polisi sibuk sendiri dengan si narapidana, Theo Boone lah yang harus memecahkan teka-teki di balik penculikan sahabatnya, April.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Boleh dibilang, The Abduction ini lebih banyak menampilkan petualangan daripada proses hukum. Theo si Pengacara Cilik, sepertinya berubah menjadi Theo Si Detektif di buku ini. Peran Theo sebagai “pengacara” hanya muncul pada waktu ia membela burung beo milik teman sekolahnya yang digugat karena mengganggu. Adegan di Pengadilan Hewan ini mau tak mau membuatku terpingak-pingkal saking lucunya, saat Peter si burung beo tampil sebagai “terdakwa”. Ulah lucu Peter mau tak mau membawa keceriaan sejenak, setelah nuansa sedih yang kental karena hilangnya April.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Meski tak terlalu “hukum” seperti kakaknya (Theodore Boone 1), namun The Abduction ini lebih emosional dan lebih menyentuh. Dengan penculikan April, kurasa Grisham mau menggaris bawahi pentingnya hubungan yang harmonis dan kasih sayang dalam keluarga. Bagaimana kemesraan hubungan dalam keluarga berperan sangat penting bagi pertumbuhan emosional dan kejiwaan bagi seorang anak. Sekali lagi, John Grisham berhasil menyentuh hati kita dengan buku-bukunya, tak peduli lewat cerita yang “berat” seperti The Chamber, atau lewat kisah yang sederhana seperti The Abduction ini. Empat bintang untuk Theo Boone!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Theodore Boone: The Abduction&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: John Grisham&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Editor: Dini Pandia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Juni 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tebal: 230 hl&lt;/span&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-869665062761240929?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/869665062761240929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=869665062761240929&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/869665062761240929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/869665062761240929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/11/abduction-theodore-boone-2.html' title='The Abduction: Theodore Boone 2'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5FpPXHmNDrg/Tq92BuN8oJI/AAAAAAAAEvg/jeope23y6iU/s72-c/theo-boone-abduction.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-8985685615109163149</id><published>2011-10-31T09:00:00.001+07:00</published><updated>2011-10-31T09:00:00.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Historical Romance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catherine Anderson'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dastan'/><title type='text'>Comanche Heart</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Mvvai_wpO5s/TqZSbvBdq6I/AAAAAAAAEsY/BEL6uMaxchs/s1600/comanche-heart.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 209px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Mvvai_wpO5s/TqZSbvBdq6I/AAAAAAAAEsY/BEL6uMaxchs/s320/comanche-heart.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667307817524898722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Melanjutkan kisah cinta lintas budaya dan ras dari Catherine Anderson, inilah Comanche Heart --bagian kedua dari &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2010/11/comanche-moon.html"&gt;Comanche Moon&lt;/a&gt; yang berkisah tentang dua “kutub” yang selalu bertolak belakang: ras kulit putih dan ras Indian. Di Comanche Moon, dengan apik Anderson telah menciptakan tokoh Hunter Wolf yang menurut ramalan akan menemukan jodoh wanita kulit putih; dan Loretta—si mata biru yang menjadi jodoh Hunter. Di samping itu Anderson juga menyertakan tokoh Amy Masters, sepupu Loretta, yang bernasib malang karena diculik dan diperkosa oleh 23 orang Comanchero, sebelum akhirnya diselamatkan oleh Hunter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di Comanche Moon, Amy yang mengalami trauma sedikit demi sedikit menemukan ketenangan berkat Swift Antelope muda. Keduanya kemudian saling mencintai dan bertunangan secara Comanche. Sayangnya, peperangan memisahkan mereka berdua hingga lima belas tahun lamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Memasuki bagian kedua, Comanche Heart lebih fokus mengisahkan perjuangan Swift dan Amy untuk menyelamatkan cinta mereka yang, bukan saja terpisahkan oleh jarak dan waktu, namun juga budaya dan trauma. Lima belas tahun berlalu, dan kini suku Comanche tinggal kenangan. Swift yang kini menyandang nama Swift Lopez berkelana dalam kerasnya kehidupan di dataran Amerika. Ia telah menjadi pria yang matang dan gagah, serta dikenal sebagai penembak tercepat yang –menurut desas-desus—telah membunuh lebih dari seratus pria!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Seusai perang, ia berniat menjemput tunangannya di kediaman Henry Masters, namun dengan pilu menemukan kabar bahwa Amy telah meninggal karena kolera. Patah hati, Swift pun akhirnya berkelana hingga ke Oregon, tempat di mana Hunter dan Loretta menetap dan telah membangun keluarga, bahkan membangun sebuah kota kecil yang diberi nama Wolf’s Landing. Tak dinyana, sang pujaan hati ternyata selama ini masih hidup, sehat walafiat, telah tumbuh menjadi wanita dewasa, dan menjadi guru sekolah. Amy ternyata menetap tak jauh dari rumah Hunter dan Loretta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Jangan bayangkan pertemuan keduanya bak adegan di sinetron remaja yang berlarian menghambur ke pelukan masing-masing sambil bertangisan. Tidak…jauh dari itu! Swift memang amat bahagia bertemu Amy, namun sebaliknya, Amy sangat ketakutan bertemu kembali dengan Swift. Nah, di sinilah nilai tambah novel ini yang membedakannya dari historical romance biasa yang hanya berbicara tentang romansa cinta. Comanche Heart lebih berbicara tentang kondisi psikologis seorang Amy yang telah mengalami peristiwa yang amat dahsyat di masa lalu, dan bagaimana seorang wanita menghadapinya. Yaitu dengan menciptakan kondisi keamanan yang palsu, seperti keteraturan, rutinitas dan kepastian, lalu membungkus diri dengannya dan bersembunyi di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Amy memang selalu mengenang Swift, namun Swift muda yang polos, tenang dan tulus. Berhadapan dengan Swift Lopez si pria penuh tekad, malah membuat Amy bersikeras hendak memutuskan janji pertunangan mereka. Adalah sebuah tantangan besar bagi Swift untuk mencoba memahami Amy, mencari akar masalah dan ketakutan Amy, dan memaksanya keluar dari “tabung kaca” yang seolah menyelubungi kehidupannya selama ini. Karena sesungguhnya, cinta Swift untuk Amy sangatlah besar, yang bisa kita rasakan lewat apa yang Swift katakan pada Amy waktu Amy menolaknya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;blockquote style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Minta aku untuk memotong tangan kananku untukmu, dan aku akan melakukannya. Minta aku untuk mengorbankan nyawaku untukmu, dan aku akan melakukannya. Tapi, kumohon, jangan meminta aku untuk menyerahkanmu sekarang setelah aku menemukanmu kembali. Jangan minta aku melakukan itu, Amy.”&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Mampukah Swift sekali lagi masuk ke kehidupan Amy? Apa yang sebenarnya dialami Amy, selain peristiwa pemerkosaan Comanchero itu yang membuatnya begitu ketakutan? Dan dengan cara bagaimana Swift mampu melelehkan kebekuan dalam diri Amy? Dengan Comanche Heart, Catherine Anderson berhasil keluar dari mendayu-dayunya cinta, dan menyajikan sebuah contoh lain cinta yang luar biasa: cinta yang merendahkan diri, cinta yang mau berkorban, cinta yang mau bersabar, cinta yang menyelamatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dengan membaca Comanche Heart, sekali lagi Catherine Anderson mengingatkan kita pada masalah perbedaan budaya di masyarakat mana pun di dunia. Namun di sisi lain, ada juga tantangan yang harus dihadapi pasangan yang berbeda latar budaya. Mereka harus bersedia untuk berkorban, menerima budaya pasangannya, tanpa sekalipun melepaskan identitas dirinya sendiri. Dalam hal ini aku kagum pada sosok Hunter. Hidup di daerah kulit putih, ia bersedia untuk beradaptasi dengan lingkungannya, namun dalam hatinya, Hunter tetaplah seorang Comanche. Hal itu tercermin dari &lt;i&gt;tepee&lt;/i&gt; (pondok ala Indian) yang terletak di samping rumah keluarga Wolf, tempat Hunter kadang-kadang menyendiri, agar ia tetap memiliki ke-‘Comanche’-annya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-W-WrZHgCvMQ/TqZRczMEJGI/AAAAAAAAEsM/bC1vB8FID4g/s320/comanche-tepee.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 264px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667306736311346274" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;tepee Indian suku Comanche&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Di sini adalah tempat di mana aku menemukan diriku sendiri. Aku hidup di satu dunia, tetapi hatiku kadang-kadang merindukan yang lain.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Dunia itu [Comanche] masih ada, dan selama anak-anakku hidup, dunia itu akan terus ada, karena aku menyanyikan lagu-lagu bangsaku dan mengajarkan anak-anakku cara-cara mereka.“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terus terang, dibandingkan Comanche Moon, novel ini kurang “Comanche”. Settingnya saja sudah sepenuhnya di Amerika, begitu juga tokoh-tokohnya. Membaca tentang Hunter dan Swift, rasanya mereka sudah jauh lebih “Amerika”, karena identitas khas Indiannya sudah luntur. Mungkin kesan itulah yang membuat Comanche Heart menjadi sedikit kurang romantis dibanding pendahulunya. Tiga bintang untuk buku ini!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Comanche Heart&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Catherine Anderson&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: Dastan Books&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Maret 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tebal: 476 hl&lt;/span&gt;m&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-8985685615109163149?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/8985685615109163149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=8985685615109163149&amp;isPopup=true' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/8985685615109163149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/8985685615109163149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/10/comanche-heart.html' title='Comanche Heart'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Mvvai_wpO5s/TqZSbvBdq6I/AAAAAAAAEsY/BEL6uMaxchs/s72-c/comanche-heart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-208496219482444980</id><published>2011-10-27T08:12:00.002+07:00</published><updated>2011-10-27T10:53:44.469+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gramedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Robert Harris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Imperium</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MKnHhOEDafE/TqTxkVEsyaI/AAAAAAAAEr0/cUNOscxHdZg/s1600/imperium.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 317px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MKnHhOEDafE/TqTxkVEsyaI/AAAAAAAAEr0/cUNOscxHdZg/s320/imperium.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666919837573368226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ini adalah kisah anak manusia dengan segala kekurangannya, menapaki jenjang karier dari bawah, tanpa kelimpahan harta, tanpa kecurangan, tanpa dukungan kelas sosial. Hanya dengan suara dan tekadnya. Inilah kisah Marcus Tullius Cicero, sang orator terbesar pada jaman Romawi kuno, 2000 tahun yang lalu….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Imperium merupakan fiksi sejarah karya Robert Harris yang ditulis seolah sebagai sebuah memoar dari seorang negarawan jaman Romawi, dengan Tiro sebagai naratornya. Tiro sendiri awalnya adalah seorang budak rumahan milik ayah Cicero, yang lalu menjadi pengurus perpustakaan. Cicero meminjamnya untuk dijadikan sekretaris pribadinya. Pekerjaannya menjadi juru tulis seorang orator memaksa Tiro menulis secepat curahan kata-kata Cicero. Akhirnya Tiro menciptakan sistem penulisan cepat dengan simbol-simbol untuk mewakili kata atau frase tertentu. Sistem ini kelak disempurnakan dan dikenal sebagai sistem stenografi. Ada yang bilang, Tiro lah penemu sistem ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Aku dulu kuliah di fakultas kesekretariatan, dan pernah belajar steno, meski sekarang sama sekali kulupakan. Takjub juga ketika aku "berkenalan" dengan sang pencipta steno sendiri lewat buku ini. Inilah sistem steno yang dulu kupelajari di bangku kuliah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-uuSvEPdo9ZI/TqTxXkLJ0VI/AAAAAAAAEro/ukklGumpIHw/s320/imperium-steno.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 248px; height: 320px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666919618288669010" /&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Steno system Groote yang aku pelajari di bangku kuliah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kembali ke kisah Cicero. Lahir di Arpinum dari keluarga menengah yang cukup berada (equestrian), Cicero menjadi pengacara muda bersuara serak dan kadang gagap pada usia 27 tahun. Bahkan pada saat itupun Cicero memiliki ambisi besar, dengan meminjam motto Achilles di epic Yunani karya Homer:  &lt;i&gt;"Far to excel, out-topping all the rest"&lt;/i&gt; ( &lt;i&gt;Jauh mengungguli semua yang lain&lt;/i&gt;). Karena itu, Cicero berangkat ke Yunani untuk belajar filsafat (di Akademi Plato di Athena) dan seni retorika bersama Tiro. Meski Tiro adalah budak, Cicero mengajaknya belajar bersama, dan selama karirnya Cicero sangat menghargai Tiro sebagai asisten pribadi yang banyak berjasa bagi kesuksesan Cicero.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Guru yang paling berjasa dalam mengolah kemampuan Cicero berorasi adalah Apollonius Molon. Menarik untuk menyimak metode pengajaran Molon bagi para orator, yakni lewat olah tubuh dalam rangka memperkuat suara dan pernapasan. Karena menurut Molon yang terpenting dalam orasi bukanlah semata-mata isi atau tema orasinya, melainkan: penyampaian, penyampaian, dan penyampaian. Dan memang, kelak Cicero membuktikannya dalam banyak kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-Ct3dns22P_8/TqTxKdvMxhI/AAAAAAAAErc/o7r_Qzk4t8g/s320/cicero1.gif" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 230px; height: 320px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666919393222510098" /&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;ilustrasi gaya Cicero ketika berorasi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Untuk menjadi senator di Roma (sama seperti di republik kita tercinta ini), seseorang membutuhkan uang, paling tidak sejuta sestertius. Karena Cicero tak memiliki uang, ia lalu menikahi "uang" bernama Terentia, putri keluarga aristokrat. Maka Cicero pun segera menjadi senator, dan langsung menjadi senator terbaik kedua di Roma setelah Hortensius. Saat itu karir seorang negarawan menanjak lewat banyak jalan. Ada yang lewat jalan aristokrasi seperti Mettelus dan Hortensius, ada yang lewat kekayaan berlimpah seperti Crassus, ada juga yang lewat kekuatan militer seperti Pompeius dan Julius Caesar. Tak memiliki ketiganya, Cicero pun meretas jalan kesuksesan lewat jalur karir hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Gara-gara dinas wajib di Sisilia sebelum resmi menjadi senat di Roma, Cicero memiliki hubungan baik dengan warga Sisilia. Hal ini kelak membantunya dalam sebuah kasus yang menjadi titik penting yang membuat Cicero mulai diperhitungkan dalam percaturan politik di Roma. Kasus itu adalah penjarahan dan suap besar-besaran yang dilakukan oleh Gubernur Sisilia bernama Gaius Verres, diawali oleh pengaduan Sthenius. Dalam kasus ini Cicero membuktikan bahwa ia mampu melawan kekuasaan dan kekayaan hanya dengan kata-kata yang dipadu dengan kecerdikan, tekad dan keberanian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;"Tidak ada satu hal pun yang tak dapat diciptakan atau dihancurkan atau diperbaiki dengan kata-kata."&lt;/i&gt; (Cicero) ~hlm 286.&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Maka, dari jabatan &lt;i&gt;quaestor&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;magistratus&lt;/i&gt; paling yunior), pelan-pelan ia menanjak menjadi &lt;i&gt;aedilis&lt;/i&gt;, lalu &lt;i&gt;praetor&lt;/i&gt; dan akhirnya maju dalam pemilihan umum untuk menjadi &lt;i&gt;konsul&lt;/i&gt;. Tentu saja jalan yang harus dilaluinya begitu terjal dan penuh tantangan. Boleh dibilang Cicero adalah senator yang paling dibenci anggota senat lainnya. Banyak negarawan yang pernah menjadi "korban"nya, dan tentu saja menghalalkan segala cara untuk menghalangi jalannya untuk meniti karir tertinggi yang menjadi ambisinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-Ev_1teZIa8A/TqTwrJVn83I/AAAAAAAAErQ/dTdhLVL4Src/s320/cicero2.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 199px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666918855170585458" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;ilustrasi Cicero dalam orasi maki-makiannya yang terkenal: &lt;i&gt;In toga candida&lt;/i&gt;, saat ia mencaci-maki Catilina dan Antonius, lawannya (saat pemilihan konsul)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Menggabungkan filosofi dengan politik, kurasa Cicero adalah senator paling cerdas di Roma saat itu. Ditambah lagi, Cicero adalah negarawan yang "cinta rakyat". Dalam banyak kesempatan, ia menekankan bahwa suara rakyat adalah penentu jalannya pemerintahan. Ia pun piawai dalam berkampanye dan dalam pencitraan diri. Kedua hal itu menjadikan Cicero makin dicintai rakyat, karena dianggap berani melawan para aristokrat sombong yang tak memperhatikan kepentingan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Seperti banyak pria "besar" yang berpengaruh, hampir selalu ada peran wanita di baliknya. Dalam hal Cicero, Terentia adalah sosok yang menyemangati dan seringkali memberikan solusi saat Cicero kehabisan akal. Paling tidak, dalam kasus korupsi Verres dan ketika Cicero menemukan konspirasi Crassus-Caesar untuk menjadi penguasa Romawi lewat suap besar-besaran, Cicero pun memakai ide dari Terentia yang terbukti mumpuni.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di buku ini, anda juga akan menikmati kemunculan awal Julius Caesar muda. Di sini Caesar digambarkan sebagai politikus licik dan playboy. Ia berselingkuh dengan istri kawannya, dan bahkan Tiro pernah memergoki Caesar sedang bercinta dengan istri seorang &lt;i&gt;imperator&lt;/i&gt; saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Membaca Imperium, aku jadi merasakan campuran antara ketegangan, kekecewaan, kegeraman, juga sukacita kemenangan, berganti-ganti sepanjang buku ini. Lewat Imperium, kita bisa lebih memahami tentang republik Romawi dengan keunikannya. Misalnya sistem dua konsul yang berbagi kekuasaan, menghindari kediktatoran. Lalu pengaruh status aristokrat yang sangat kuat dalam pemerintahan. Juga adanya &lt;i&gt;tribunus &lt;/i&gt;(semacam DPR) yang mewakili rakyat dan bertugas mengesahkan undang-undang. Kita juga diajak melihat betapa licik dan busuknya konspirasi politik. Lawan bisa menjadi kawan, dan kawan bisa menjadi lawan. Robert Harris membuat novel bernuansa politik yang harusnya membosankan menjadi hidup. Saat orasi Cicero misalnya, aku bahkan bisa membayangkan suasananya, sekaligus orasinya yang kadang menghentak namun kadang menyentuh. Luar biasa!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dan akhirnya, tentu saja kita jadi dapat mengenal sosok Cicero secara lebih pribadi dan manusiawi berkat penuturan Robert Harris lewat narasi Tiro. Ada perasaan haru menyeruak di dada ketika aku boleh mengenal sang orator terbesar, salah seorang berpengaruh di kerajaan terbesar yang pernah ada di bumi: Romawi. Tentu saja, mengenalnya lewat buku ini. Bravo Robert Harris! Dan aku pun tak sabar menunggu bagian kedua buku ini yang berjudul Conspirata. Siapa lagi yang akan menerbitkannya, kalau bukan Gramedia, yang telah menyajikan buku ini bagi kita lewat penerjemahan yang apik dan boleh dibilang "bersih". Empat bintang untuk Imperium!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Imperium&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Robert Harris&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Femmy Syahrani&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tebal: 413 &lt;/span&gt;hlm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-208496219482444980?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/208496219482444980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=208496219482444980&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/208496219482444980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/208496219482444980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/10/imperium.html' title='Imperium'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MKnHhOEDafE/TqTxkVEsyaI/AAAAAAAAEr0/cUNOscxHdZg/s72-c/imperium.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-20321104390529497</id><published>2011-10-20T08:10:00.001+07:00</published><updated>2011-10-20T08:10:00.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gramedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tracy Chevalier'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>The Virgin Blue</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-eWcTglNBD5I/Tpzi6FD4YFI/AAAAAAAAEo8/pLX0T68QNIE/s1600/the-virgin-blue.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 313px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-eWcTglNBD5I/Tpzi6FD4YFI/AAAAAAAAEo8/pLX0T68QNIE/s320/the-virgin-blue.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664651918743986258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Saat kecil dulu, aku sering bertanya-tanya, mengapa jubah yang dipakai Bunda Maria pada patung atau lukisan selalu berwarna biru? Apakah Ia hanya punya satu jubah saja? Tentu saja itu pemikiran lugu seorang anak. Namun setelah membaca historical fiction karya Tracy Chevalier ini, aku kembali bertanya dengan sudut pandang baru: Apa yang sesungguhnya mau dilambangkan dengan warna biru pada jubah Maria? Mengapa harus biru, dan biru yang bagaimana? Dan inilah sedikit penjelasan yang kudapat dari beberapa artikel di internet,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Mengapa Biru?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Warna biru secara biblical melambangkan kemuliaan dan keagungan surgawi. Karena Bunda Maria adalah satu-satunya manusia yang diangkat ke surga dan menikmati kemuliaan surga, maka ia layak mengenakan warna biru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Menurut International Marian Research Institute di University of Dayton, warna yang dipakai untuk jubah Bunda Maria bukan biru langit, melainkan biru yang lebih tua. Pada jaman tahun 500 SM, warna biru tua itu berasal dari jaman Byzantium, yang melambangkan "ratu". Maria dianggap sebagai Ratu Surgawi, maka ia layak mengenakan warna biru tua itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ada juga yang mengatakan bahwa warna biru tua di Palestina melambangkan status “ibu”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sedang dalam teknik pewarnaan jaman abad pertengahan, warna biru tua itu berasal dari batu lapis lazuli, yang saat itu diimpor dari Afganistan dan nilainya melebihi emas. Maka, sebagai ungkapan devosi umat untuk memuliakan Bunda Maria, mereka "memberikan" jubah yang tergerai panjang berwarna biru, sebiru lapis lazuli.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-cpPgQ30JXwo/TpzinePwL6I/AAAAAAAAEow/GiDmLBEQPSs/s320/virgin-blue-lapis-lazuli.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 160px; height: 160px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664651599087153058" /&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Warna biru batu lapis lazuli&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;The Virgin Blue&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Warna biru lapis lazuli itulah yang menghubungkan takdir dua wanita yang terpisah selama 400 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di abad 16, hiduplah Isabelle du Moulin, seorang gadis kecil yang tinggal di Prancis. Suatu hari sebuah patung Bunda Maria diletakkan di gereja setempat, dan saat dinding sekitarnya dicat warna biru tua sesuai warna jubah Bunda Maria, matahari senja menyinari kepala Isabelle dan membuat rambutnya berwarna merah tembaga, persis warna rambut (yang diyakini) milik Bunda Maria. Sejak saat itu Isabelle dijuluki La Rousse, yang merujuk pada julukan Sang Perawan Maria.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di abad 20, seorang wanita bernama Ella Turner memulai hidup baru di Prancis bersama suaminya, Rick. Meski tumbuh di Amerika, Ella ternyata memiliki darah Prancis dari ayahnya. Tournier adalah nama keluarga dan nenek moyangnya. Pada suatu hari Ella bermimpi. Dalam mimpinya, ia melihat warna biru yang bergelombang dan suara berdebum seolah ada batu besar jatuh, juga suara lirih sebuah nyanyian, yang ternyata diambil dari Kitab Mazmur 31: 12-13. Sejak saat itu ia sering mendapatkan mimpi warna biru yang sama itu berulang-ulang. Apa arti mimpi ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Oleh Tracy Chevalier, kisah kedua wanita ini diceritakan secara bersamaan dari awal, secara bergantian. Awalnya hampir tak ada kaitan antara keduanya, kecuali kesamaan warna biru itu. Abad 16 merupakan awal tumbuhnya Kristen Protestan (Reformasi Protestan) yang dipelopori oleh Martin Luther. Kaum Protestan meyakini bahwa umat Kristen seharusnya berdoa langsung kepada Tuhan, tanpa perantara, karena keselamatan hanya datang Yesus Kristus. Hal ini menentang ajaran/ritual Katolik yang menganggap Bunda Maria adalah perantara antara manusia dan Tuhan. Reformasi Protestan ini dibawa ke Prancis dan Swiss oleh John Calvin. Banyak petani di daerah itu yang menganut ajaran Calvin yang lalu disebut Calvinist atau "Kebenaran". Penganut Kebenaran di Prancis ini dijuluki kaum Huguenot.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Karena menentang peran Bunda Maria, kaum Huguenot pun memusuhi Isabelle dan ibunya. Saat gereja Katolik diambil alih dan pastornya diusir, kaum Huguenot memaksa Isabelle untuk menghancurkan patung Perawan Maria. Isabelle dianggap sebagai penyihir, apalagi karena rambutnya semakin berwarna merah tembaga. Di tengah semua itu, Isabelle tetap memendam devosinya terhadap Bunda Maria, meski secara diam-diam. Bahkan setelah ia (terpaksa) menikah dengan Etienne Tournier karena terlanjur hamil. Karena kedekatannya dengan Bunda Maria itulah Isabelle senantiasa dijauhi oleh penduduk. Ia akhirnya berhasil menamai anak perempuannya Marie (dari nama Maria) meski untuk itu harus mengancam Etienne.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dimusuhi penduduk ternyata merupakan kesamaan lain Isabelle dengan Ella Tournier. Berdiam di kota kecil bernama Lisle-sur-Tarn, Ella merasa ia dimusuhi karena ia orang asing (Amerika) yang tak fasih berbahasa Prancis. Seperti Isabelle, Ella merasa sendirian. Untuk menghibur diri, Ella pun mulai mencari tahu tentang nenek moyangnya, keluarga Tournier. Ia dibantu oleh pustakawan tampan bernama Jean Paul yang suka sinis dan berdebat dengannya. Kedekatan mereka berdua dalam proyek itu menyadarkan Ella bahwa ada sesuatu yang berubah dalam pernikahannya dengan Rick. Ella dan Jean Paul pun mulai jatuh cinta...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Empat ratus tahun sebelumnya, pernikahan Isabelle dan Etienne jauh lebih tak bahagia lagi. Bukan saja penduduk, namun suami, mertua dan salah satu putranya juga memusuhi dirinya yang dianggap penyihir. Saat menemukan helai rambut merah mulai tumbuh di kepala putrid bungsunya, Marie, ia pun ketakutan. Di sisi lain, meski tak sampai selingkuh seperti Ella, ada seorang penggembala bernama Paul yang mencintai Isabelle dengan caranya yang unik. Rambut merah Marie dan Paul adalah sebagian rahasia pribadi Isabelle.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pada tahun 1572 terjadi pembantaian terhadap kaum Huguenot oleh kaum Katolik atas perintah ibunda Raja, yang disebut Pembantaian St. Bartholomew's Day (karena terjadi pada hari peringatan St. Bartolomeus). Saat itu keluarga Tournier terpaksa pindah untuk menyelamatkan diri ke Swiss, tepatnya ke desa Moutier yang letaknya dekat perbatasan dengan Prancis. Sementara itu Ella terus menelusuri jejak leluhurnya berkat bantuan sepupu ayahnya yang tinggal di Swiss, Jacob Tournier. Saat itu Ella berhasil mendapatkan sebuah peninggalan berharga berupa Alkitab milik keluarga Tournier, terbukti dari nama-nama seluruh keluarga Tournier yang tercantum di situ.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-ekXjvi1TrIw/TpziIKI7ZBI/AAAAAAAAEok/F6P_Rc9DVBo/s320/virgin-blue-massacre.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 225px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664651061113873426" /&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Pembantaian St. Bartholomew's Day yang diilustrasikan dalam sebuah lukisan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di rumah baru di Moutier, Isabelle pada suatu hari menemukan sehelai kain biru sewarna biru yang dipakai Sang Perawan Maria yang ia miliki secara diam-diam. Dan pada suatu hari lainnya Etienne menemukan bahwa anak gadisnya, Marie mengenakan kain biru itu di balik roknya, yang membuat Etienne marah besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sementara itu, pencarian Ella akan leluhurnya membawanya ke rumah pertanian yang diyakini dulu pernah ditempati keluarga Tournier 400 tahun lalu. Hal ini dipastikan karena Etienne membangun cerobong asap di rumah itu, yang langka pada jaman itu. Dan di rumah itulah, semua misteri di balik warna biru itu akan sedikit terungkap. Sedikit, karena memang tak sepenuhnya menjawab semua misteri. Menurutku, Tracy Chevalier menulis dengan sedikit gaya realisme magis, dengan meminjam pemujaan atau devosi kepada Bunda Maria. Bagaimana pun Ella lah tampaknya yang memang harus menemukan rahasia yang mengejutkan yang telah terkubur selama empat abad itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kalau begitu, bagaimana dengan kegalauan hati Ella sendiri terhadap dua pria yang mencintainya? Akankah ia dapat mempertahankan perkawinannya dengan Rick? Ataukah ia akan memilih bersama Jean Paul yang selalu dapat memahaminya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terus terang aku kagum pada Tracy Chevalier. The Virgin Blue adalah novel historical fiction pertamanya, namun ia telah dengan piawai membawa kita pada suasana magis, sekaligus romantis di tengah sejarah abad ke 16. Di awal kisah, cerita tentang Ella dan Isabelle dituturkan dalam alur lambat, yang satu menyusul yang lain. Namun makin ke belakang, kisah keduanya makin membaur hingga akhirnya menyatu dalam sebuah pemahaman. Indah sekali cara penulisannya ini, dan makin mempesona karena Tracy memasukkan unsur lain ke dalam kisah ini, yaitu sebuah lukisan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Biru dalam Lukisan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Selain Alkitab kuno yang menjadi bukti keberadaan leluhurnya, , Ella juga menemukan kemungkinan salah satu leluhurnya adalah seorang pelukis Prancis yang melukis Bunda Maria dalam jubah warna biru tua, seperti yang selalu muncul dalam mimpinya. Lukisan itu adalah "The Entombment", dilukis oleh  Nicolas Tournier di sekitar abad 16.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-qwcojESAxn0/TpzhZxyd12I/AAAAAAAAEoY/IrIfIUI4xMA/s320/virgin-blue-Entombment.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 247px; height: 320px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664650264303228770" /&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Lukisan "The Entombment" yang dilihat Ella Tournier di kisah ini&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dalam kehidupan nyata, Nicolas Tournier sungguh-sungguh ada, dan Tracy tak sengaja menemukan lukisannya yang berjudul "Crucifixion" di sebuah museum. Dalam lukisan itu, Bunda Maria mengenakan jubah warna biru seperti yang dibayangkan oleh Tracy waktu menulis kisah ini. Saat itu ia telah mulai menulis tentang keluarga Tournier, dan sangat kaget waktu menemukan bahwa pelukis Crucifixion itu bernama Tournier juga. Pelukis itu juga tinggal di Montbeliard yang hanya 30 mil dari Moutier, lokasi yang dipakai Tracy dalam kisah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-dwJGBijZSv8/TpzgtdrIywI/AAAAAAAAEoM/Bpd3wXLQ2gk/s320/virgin-blue-crucifixion.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664649502989536002" /&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Lukisan "Crucifixion" karya Nicolas Tournier yang dilihat Tracy Chevalier di museum&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terlalu banyak kebetulan? Ah....bagaimana pun hidup ini selalu penuh dengan misteri kan? Empat bintang untuk The Virgin Blue!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: The Virgin Blue&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul terjemahan: Biru Sang Perawan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Tracy Chevalier&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Lanny Murtiharjana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Juli 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tebal: 353&lt;/span&gt; hlm&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-20321104390529497?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/20321104390529497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=20321104390529497&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/20321104390529497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/20321104390529497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/10/virgin-blue.html' title='The Virgin Blue'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-eWcTglNBD5I/Tpzi6FD4YFI/AAAAAAAAEo8/pLX0T68QNIE/s72-c/the-virgin-blue.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-5665705375735841211</id><published>2011-10-14T08:18:00.001+07:00</published><updated>2011-10-14T08:18:00.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kazuo Ishiguro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Drama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>The Remains Of The Day</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1hK0bKSFo7I/TpTtFEK4hTI/AAAAAAAAEnE/YstfDb5Rb_0/s1600/the-remains-of-the-day.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1hK0bKSFo7I/TpTtFEK4hTI/AAAAAAAAEnE/YstfDb5Rb_0/s320/the-remains-of-the-day.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5662411302786073906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Seandainya seseorang bertanya pada anda: “Manakah yang terpenting bagi anda, hidup pribadi atau karier anda?” –jawaban apakah yang akan anda berikan? Sebelum anda memberikan jawaban apapun, ada baiknya kita bersama menelaah perjalanan hidup seorang kepala pelayan Inggris abad 20 bernama Stevens, yang dikisahkan dengan indah oleh Kazuo Ishiguro lewat buku ini: The Remains of The Day.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Stevens adalah contoh seorang kepala pelayan terhormat, tak bercacat yang bisa anda jumpai bila anda hidup di kalangan bangsawan di Inggris pada pertengahan abad 20. Setelah selama tiga puluh tahun mengabdi pada seorang Lord Darlington di Darlington Hall, Stevens telah mengalami tak terhitung banyaknya acara-acara penting yang menjadi saksi sejarah. Kini Darlington berganti pemilik, dan Stevens pun kini mengabdi pada Mr. Farraday, seorang pengusaha Amerika. Atas kebaikan hati Mr. Farraday, Stevens diijinkan berkendara dengan mobil Ford sang bos untuk pergi berlibur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bila awalnya sempat ada keraguan, sepucuk surat dari mantan koleganya--Miss Kenton yang menyiratkan perkawinannya yang tak bahagia, membulatkan tekad Stevens untuk pergi berlibur. Dalam perjalanan tiga hari menuju ke daerah West Country Inggris menuju rumah Miss Kenton inilah Stevens memiliki kesempatan untuk berhenti sejenak berkutat dengan pekerjaannya, dan lebih banyak merenungkan seluruh hidupnya selama menjadi kepala pelayan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ada satu hal yang selama ini menjadi obsesi pribadi Stevens, yakni: martabat. Bagi Stevens, puncak karir bagi seorang kepala pelayan adalah saat ia menjadi kepala pelayan yang bermartabat. Untuk dapat mencapainya, salah satunya dengan mengabdi pada majikan yang tepat, yakni di rumah para bangsawan dan orang terhormat. Di sisi lain, martabat adalah suatu aura atau karakter yang dimiliki seseorang. Panutan Stevens untuk kepala pelayan bermartabat adalah ayahnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dari cerita Stevens tentang si ayah, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa bagi Stevens deskripsi bermartabat adalah:  menjaga profesionalitas kapan pun juga kecuali ketika si kepala pelayan sedang menikmati privasi kamarnya sendiri. Di luar itu, dalam kondisi apapun, kepala pelayan tak sepatutnya menunjukkan emosi, entah saat ia marah, takut, atau sedih. Hanya ketenangan yang harus ia tampakkan. “Topeng” profesionalitas itu harus dipakai selama berada di luar kamar tidurnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bagi Stevens, profesionalitas kepala pelayan akan teruji saat terjadi hal-hal dramatis dalam sebuah acara penting. Contoh ketika Lord Darlington mengadakan acara makan malam rahasia yang menjadi cikal bakal Konferensi Maret 1923; sebuah konferensi yang hendak memprotes hukuman bagi Jerman untuk membayar “denda” yang bertentangan dengan perjanjian damai Versailles usai Perang Dunia I. Acara di Darlington Hall malam itu sangat penting, dan tentu saja membuat Stevens sangat sibuk. Namun, sayangnya sesuatu yang amat pribadi dan penting bagi Stevens harus memilih malam itu untuk terjadi. Dapat diduga, Stevens si kepala pelayan sempurna terpaksa harus mengedepankan tanggung jawabnya dan mengorbankan kepentingannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Jadi begitulah…sementara Stevens berkendara melewati daerah pedesaan dan kota-kota kecil yang menyuguhkan pemandangan indah dan keramahan penduduknya, ingatan si kepala pelayan pun melayang pada momen-momen kecil sepanjang perjalanan karirnya. Kalau kita amati, sepertinya kehadiran Miss Kenton yang menjadi koleganya, menempati porsi terbesar dalam nostalgia Stevens. Dan kini, saat pertemuan dengan Miss Kenton makin mendekat, kenangan-kenangan itu pun seolah bercerita pada kita tentang perasaan Miss Kenton yang sebenarnya pada Stevens. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;The Remains of The Day ini ditulis dengan gaya buku harian. Seolah-olah Stevens menumpahkan seluruh kenangan dan pemikirannya lewat buku harian ini. Ishiguro dengan piawainya membuatku seolah-olah mengenal Stevens dengan baik selama bertahun-tahun. Seolah-olah aku adalah temannya, dengan siapa ia berbagi pandangan hidup, perasaan dan pikirannya. Meski beralur lambat, aku tetap setia membaca “buku harian” ini. Bravo Ishiguro, empat bintang untukmu!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: The Remains of The Day&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul terjemahan: Puing-Puing Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Kazuo Ishiguro&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Femmy Syahrani&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: Hikmah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Januari 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tebal: 336 hl&lt;/span&gt;m&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-5665705375735841211?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/5665705375735841211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=5665705375735841211&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5665705375735841211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5665705375735841211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/10/remains-of-day.html' title='The Remains Of The Day'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1hK0bKSFo7I/TpTtFEK4hTI/AAAAAAAAEnE/YstfDb5Rb_0/s72-c/the-remains-of-the-day.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-6970328856499948053</id><published>2011-10-06T08:11:00.002+07:00</published><updated>2011-10-06T08:36:27.633+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ken Follett'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gramedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kristiani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>The Pillars of The Earth</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-_lkslUH4ioI/Tovd1NW0sxI/AAAAAAAAEmE/R3ip2-tgQCA/s1600/pillars-of-the-earth.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_lkslUH4ioI/Tovd1NW0sxI/AAAAAAAAEmE/R3ip2-tgQCA/s320/pillars-of-the-earth.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659861262909354770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dulu ketika masih duduk di bangku sekolah, aku selalu terpesona setiap kali berada di dalam gereja dekat sekolahku. Gereja itu dibangun sejak jaman Belanda, merupakan bangunan kuno yang atapnya tinggi, dinding tebal, interiornya penuh ornamen relief, ada banyak kaca mosaik pada jendela yang tinggi, dan suaramu akan bergaung ketika berbicara di dalam sana. Berada di bangunan setinggi dan sebesar itu membuatku merasa begitu kecil. Ketika mendongak ke atas rasanya aku dapat merasakan kehadiran Tuhan jauh di atas sana…Memang itu adalah khayalan anak-anak, karena nyatanya Tuhan ada di mana-mana. Namun harus kuakui bahwa perasaan sakral dan agung itu lebih mudah muncul ketika aku berada di gereja yang besar dan tinggi daripada di sebuah ruangan kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Mungkin seperti itu juga perasaan umat Katolik pada abad 12 di Inggris yang sangat menyukai katedral. Mungkin mereka juga mengalami perasaan terpukau dan sakral yang sama ketika beribadat di katedral. Tak heran, kota-kota di sana berlomba-lomba membangun katedral agar kotanya dilirik para peziarah, dan dengan demikian membuat kota mereka menjadi lebih makmur. Persis seperti kondisi yang melatar belakangi novel ini…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tom Builder adalah seorang tukang batu yang memiliki ambisi membangun sebuah katedral. Tom bukan tukang batu biasa, ia memiliki kemampuan mendesain bangunan katedral dari nol, sekaligus meuangkan desain itu ke atas gambar (waktu itu belum ada ilmu arsitektur). Ia juga mampu membuat perkiraan biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk membangun katedralnya. Hanya satu masalahnya, Tom tak kunjung menemukan gereja yang akan menggunakan jasanya untuk membangun katedral, sementara ia dan keluarganya yang miskin tak memiliki uang untuk menyambung hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Philip kehilangan orang tua sejak kecil, dan sejak itulah ia dibesarkan di biara, dan akhirnya menjadi biarawan. Dari mengepalai biara kecil akhirnya karirnya menanjak dan ia menjadi Kepala Biara di Kingsbridge. Semua itu dicapai karena prestasinya, namun keberaniannya untuk selalu menjalankan kebenaran juga turut memberikan andil. Ketika gerejanya terbakar, ia pun menemukan alasan untuk membangun sebuah katedral.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bisa diduga, di titik itulah kisah Philip bersilang jalan dengan kisah Tom Builder. Tom lantas memboyong keluarganya untuk tinggal di biara Kingsbridge: si sulung Alfred, si kecil Martha, Ellen—istri keduanya serta Jack, putra Ellen. Di sisi lain, ada Aliena dan Richard—putra putri Earl Shiring yang earldom-nya direbut paksa oleh keluarga Hamleigh karena Aliena menolak lamaran William Hamleigh. Prior Philip lah yang juga menyediakan perlindungan dan mengentaskan mereka dari lembah kemelaratan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sementara itu Philip sendiri tengah berjuang untuk dapat membangun katedralnya. Sayangnya proses pembangunan katedral --yang pada dasarnya dibangun demi tujuan yang baik—tak dapat berjalan dengan lancar. Banyak masalah yang dihadapi Prior Philip, mulai dari masalah keuangan, rebutan lahan dengan bangsawan, hingga kebencian dan keserakahan uskup yang ingin membangun istana bagi dirinya sendiri. Larangan mengambil kayu, kekurangan pekerja, pembakaran kota hingga penyerangan, berkali-kali harus dialami Kingsbridge. Bahkan masalah ini pun sampai ke telinga raja yang turut campur tangan. Ternyata untuk mendirikan rumah Tuhan, kita tidak hanya berurusan dengan Tuhan, tapi yang jauh lebih ruwet justru berurusan dengan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dalam setiap masalah, Philip selalu menemukan pemecahan yang terbaik bagi semua pihak. Ada saat ia menang, dan lawannya pun harus mengakui kecerdikannya, sehingga pembangunan katedral dapat berjalan lancar. Namun ada pula saat Philip kalah, maka pembangunan katedral tersendat, dan musuh pun tertawa senang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Maka boleh dibilang, pembangunan katedral sama dengan perjalanan hidup manusia. Meski seumur hidup kita berjuang selalu berbuat baik, dan tak henti berdoa, ada saat tertentu kita menang dan mendapatkan apa yang kita inginkan, namun ada juga saat kita harus menahan derita sakitnya dikalahkan dengan kejam. Semua tokoh di kisah ini pun mengalami hal yang sama, dan Ken Follett telah menjalin kisah mereka semua dengan sangat menawan. Anda akan dibuat emosional dengan menangis, tertawa, marah, bersedih, gembira dan tegang, berganti-ganti dari awal hingga akhir. Sekaligus anda akan mendapatkan wawasan tentang arsitektur katedral era Romanesque atau Gothik, sejarah abad pertengahan, serta indahnya kasih yang bersumber pada Sang Pencipta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tentang Katedral&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pada abad ke 12, waktu yang dibutuhkan untuk membangun sebuah katedral rata-rata adalah tiga puluh tahun. Kisah ini bertaburan deng&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;an banyak istilah dan penjelasan mengenai struktur bangunan katedral dan pembuatannya. Agar memudahkan untuk memiliki gambaran yang lebih hidup selama membaca buku ini, aku telah menelusuri istilah-istilah arsitektur jaman abad pertengahan, khususnya untuk katedral Gothic/Romanesque. Jadi seperti inilah layout sebuah katedral &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;(dilihat dari atas) yang berbentuk salib:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-IzSYe3TIsFA/TovZzNqhyBI/AAAAAAAAEls/WjemInQiL5w/s320/pillars-nave.png" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 155px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659856830585751570" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;1.&lt;i&gt; Chancel&lt;/i&gt; = bagian utama, tempat misa dilangsungkan, tempat altar, tabernakel, tempat duduk imam dan mimbar berada. Singkatnya, bagian utama katedral.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-jmpRL9Rca2E/TovbZkJKXxI/AAAAAAAAEl8/nK-wLvq0qsc/s320/pillars-chancel.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 279px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659858588966477586" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bagian Chancel di Katedral Salisbury&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 17px; "&gt;, meja yang berwarna hijau adalah altarnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;2. &lt;i&gt;Nave&lt;/i&gt; = tempat diletakkan bangku-bangku umat, menghadap ke arah chancel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-PE8JkDQfpAY/TovapIZQEPI/AAAAAAAAEl0/A8I1e3WmKRI/s320/pillars-nave-salisbury.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659857756884046066" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bagian nave Katedral Salisbury -- mengarah ke Chancel&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;3. &lt;i&gt;Transept&lt;/i&gt; = sayap kiri dan kanan dari bentuk salib.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;4. &lt;i&gt;Cloister &lt;/i&gt;= lapangan rumput atau lapangan terbuka berbentuk segi empat di samping katedral yang memisahkan kehidupan katedral/biara dari tempat tinggal para pekerja biara yang non biarawan. Tempat tinggal para pekerja ini berada di luar atau di sekeliling cloister.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;5. &lt;i&gt;Narthex&lt;/i&gt; = semacam foyer, bagian terdepan katedral di antara pintu masuk dan nave.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-8SIIFKX6n_8/TovZLSgeu0I/AAAAAAAAElc/XUU6b75btIk/s320/pillars-cloister2.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659856144691018562" /&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pemandangan salah satu sudut cloister (diambil dari Katedral Salisbury)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sementara itu, struktur bangunan katedral bila dilihat secara vertikal kira-kira seperti ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-Ge3UdfK3ni0/TovYfmZsAvI/AAAAAAAAElU/3yMXoI-Dpuk/s320/pillars-arcade-clerestory.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659855394116993778" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Arcade&lt;/i&gt; = bagian terbawah dari katedral.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Galeri&lt;/i&gt; = bagian yang memisahkan arcade dan bagian teratas katedral (clerestory).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Clerestory&lt;/i&gt; = bagian paling atas katedral yang biasanya diisi jendela untuk memasukkan cahaya matahari. Kacanya biasa dihiasi kaca mosaik warna-warni yang menampilkan gambar-gambar dari kisah alkitab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Selain itu ada istilah “&lt;i&gt;bay&lt;/i&gt;”, yaitu bagian-bagian dari tembok katedral di masing-masing sisi nave, biasanya berada di antara dua pilar, di mana biasanya terpasang 1 jendela. Sebuah nave terdiri dari lebih dari 1 bay, misalnya 7 bay.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Katedral Kingsbridge adalah bangunan fiksional, namun Ken Follett menggunakan Katedral Salisbury sebagai dasar arsitektur yang ditulisnya di buku ini. Gambar-gambar diatas juga diambil dari Katedral Salisbury, yang tampak luarnya seperti ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-eLvO6X1eYXw/TovOvCGsUvI/AAAAAAAAElM/pVy5a8TzVUc/s320/pillars-SalisburyCathedral.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659844664135275250" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Katedral Salisbury, Inggris&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tentang Philip&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Philip adalah tokoh yang paling kukagumi di kisah ini. Philip adalah biarawan sejati yang bersahaja, setia pada hidup selibat, baik hati dan pemaaf, namun memiliki kecerdasan dan kemampuan untuk memimpin. Banyak yang menganggapnya kolot dan keras, misalnya sanggup membuat dua insan yang saling mencintai harus hidup terpisah karena belum dapat menikah secara gereja. Namun sebenarnya ia hanya bertindak tegas karena menjunjung tinggi hukum Gereja dan hukum Allah. Bila dapat, ia mau berkompromi untuk membahagiakan umatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kalau pun ada kelemahannya, Philip seringkali dihinggapi kesombongan dan ambisi mengenai katedralnya. Namun hampir setiap kali, ia pun akan segera sadar bahwa katedral itu dibangun untuk kepentingan Tuhan  dan gereja, bukan demi ambisinya dan bukan pula karena kepandaiannya semata. Tangan Tuhan lah, ia sadar, yang membuat katedral itu dapat atau tidak dapat dibangun dengan sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Meski Philip dibenci, disakiti, bahkan dikhianati, Philip selalu pemaaf. Adegan yang membuatku terisak haru adalah ketika ia berjumpa biarawan yang telah mengkhianatinya serta menyebabkan kekalahan mutlak bagi Philip. Biarawan itu kini menjadi gelandangan yang mengenaskan. Melihat itu, Philip mengulurkan makanan, minuman, namun di atas itu…pengampunan. Philip mengajak si biarawan untuk kembali ke biaranya untuk bertobat. Dan apa yang dilakukan Philip ketika sang biarawan menerima undangannya? Philip memberikan kudanya bagi si biarawan pengkhianat, sementara ia sendiri berjalan kaki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ketika bawahannya keheranan, inilah jawaban Philip: &lt;i&gt;“Yesus bersabda: 'Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena 99 orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'"&lt;/i&gt;. Dan inilah yang Philip pikirkan saat itu: &lt;i&gt;"Aku kalah dalam pengadilan, tapi itu hanyalah masalah batu. Yang kuperoleh sebagai gantinya jelas jauh lebih berharga. Hari ini, aku memenangkan jiwa seorang manusia."&lt;/i&gt; ~hlm. 1019. Maka kekalahan duniawi mungkin saja hanyalah sarana bagi kemenangan ilahi, bukankah begitu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di mata dunia Philip memang lemah, miskin, tak punya kuasa apapun. Wibawa, kekayaan dan kekuatannya, semua datang dari Tuhan. Inilah hal yang sulit dipahami oleh dunia, yang terungkap dalam keheranan salah satu musuh bebuyutan Philip: &lt;i&gt;"..Dalam kedua kasus itu, kelemahan dan ketidakberdayaan justru berhasil mengalahkan kekuasaan dan kekejaman. William benar-benar tidak mengerti."&lt;/i&gt; ~hlm. 1053.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Oh…betapa bahagianya aku bila bisa mendapatkan seorang gembala seperti Philip!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pilar-Pilar Bumi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Apa yang ingin disampaikan Ken Follett kepada kita dengan kisah ini? Kupikir, ia ingin menunjukkan kesamaan antara bangunan katedral dan bangunan besar yang kita sebut sebagai negara atau (pada jaman itu) kerajaan. Katedral Kingsbridge yang akhirnya akan berdiri megah dengan menara menjulang tinggi, mampu bertahan dari serangan angin karena ditopang oleh pilar-pilar ramping dari bawah. Begitu juga dengan negara. Bukanlah kekuasaan mutlak dan kekejaman yang membuat sebuah wilayah menjadi makmur dan semakin besar. Sebaliknya, kepemimpinan yang adil seperti yang dikehendaki Tuhan lah yang bisa menjadikan rakyatnya hidup dalam damai. Jadi sebenarnya...siapa atau apakah pilar-pilar bumi itu? Dengan membaca buku ini mungkin anda akan bisa menjawabnya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Lima dari lima bintang kuanugerahkan kepada The Pillars of The Earth, Ken Follett dan penerjemahan yang baik dari penerbit Gramedia. Begitu rinci Follett mengupas karakter dari masing-masing tokoh, begitu kompleks ia menjalin konflik antara mereka, dan begitu menguras emosi setiap kejadian yang ia tuturkan. Dan akhirnya, pada tahun 1174, di antara cinta, dendam, intrik politik, keserakahan dan kekuasaan, berdirilah sebuah katedral nan megah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: The Pillars of The Earth (Pilar)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Ken Follett&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani &amp;amp; Diniarty Pandia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Februari 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tebal: 1131 hlm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Catatan&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Setelah membaca buku ini dan selama melakukan riset kecil-kecilan untuk penulisan review ini, aku jadi ingin mengunjungi sebuah katedral. Sepertinya, setelah ini aku takkan pernah dapat memasuki katedral tanpa berpikir dalam hati: “&lt;i&gt;Arcade-nya tinggi juga&lt;/i&gt;” atau “&lt;i&gt;Tempat duduk di transept ternyata sudah penuh&lt;/i&gt;”. Atau kalau orang yang pergi bersamaku mengajakku duduk di bangku deretan agak belakang, aku akan mengatakan: “&lt;i&gt;Mending duduk sedekat mungkin dengan chancel aja&lt;/i&gt;”. Yah….buku memang kadang menyentuh dan mengubah bagian kecil dari hidupmu, dan kupikir buku ini pun juga begitu bagiku, bagaimana denganmu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-6970328856499948053?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/6970328856499948053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=6970328856499948053&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6970328856499948053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6970328856499948053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/10/pillars-of-earth.html' title='The Pillars of The Earth'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-_lkslUH4ioI/Tovd1NW0sxI/AAAAAAAAEmE/R3ip2-tgQCA/s72-c/pillars-of-the-earth.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-4334543491318859963</id><published>2011-10-03T08:10:00.001+07:00</published><updated>2011-10-03T08:18:30.231+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bentang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umberto Eco'/><title type='text'>Baudolino</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-z-sQlU1bjDQ/ToVE0D2h0mI/AAAAAAAAEkM/4DghvNwdnRw/s1600/baudolino.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 203px; height: 316px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-z-sQlU1bjDQ/ToVE0D2h0mI/AAAAAAAAEkM/4DghvNwdnRw/s320/baudolino.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658004168038797922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;“Dalam suatu sejarah, kebenaran kecil-kecil bisa diubah sedemikian rupa sehingga muncul kebenaran yang lebih besar.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Masih ingat Forrest Gump? Baudolino akan mengingatkan anda pada Forrest Gump. Bukan pada keluguan Gump, melainkan pada model cerita yang dipakai  Winston Groom untuk menyisipkan tokoh Forrest Gump, yang notabene adalah tokoh fiksi, ke dalam berbagai peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi. Umberto Eco dengan brilian juga merangkai kisah Baudolino dengan cara yang sama. Bedanya, Eco menyisipkan tokoh fiktif Baudolino ke dalam sejarah abad pertengahan, khususnya di sekitar abad ke 12.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Baudolino adalah putra Gagliaudo yang tinggal di Frascheta, Italia. Dari kecil ia mampu berbicara bahasa asing hanya dengan mendengar beberapa kata dalam suatu bahasa. Namun bakat Baudolino yang paling “hebat” adalah berbohong. Kedua kemampuannya itu berguna saat ia bertemu dengan seorang Jerman bernama Frederick dalam sebuah penyerbuan Jerman ke Terdona. Belakangan terungkap bahwa Frederick ini adalah Frederick “Barbarossa”, sang Raja Jerman pada tahun 1152 yang kelak diangkat menjadi Kaisar Roma oleh Paus pada 1155. Karena kecerdasannya (separuhnya adalah hasil bualan tentu saja!), maka Frederick lalu mengangkat Baudolino menjadi anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Selanjutnya Baudolino meninggalkan ayahnya dan mengikuti Kaisar Frederick I ini kemana pun ia pergi, sementara Frederick mengajarinya baca-tulis. Saat itu Frederick baru saja mengalahkan Terdona, dan sedang kembali ke Jerman. Itulah awal kisah Baudolino yang lalu ia ceritakan kepada seseorang bernama Niketas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dalam sejarah, Niketas Choniates adalah seorang sejarawan Yunani yang pernah menjadi kanselir dari Basileus (Raja) Byzantium. Pertemuan Baudolino dan Niketas terjadi ketika pecah Perang Salib yang ke-4 di Konstantinopel pada tahun 1204 yang meruntuhkan kerajaan Byzantium. Dalam keadaan kritis, Baudolino menyelamatkan Niketas dari pembunuhan oleh para Saracen (istilah yang mengacu pada bangsa Arab). Maka dalam proses menyelamatkan diri dari perang, Baudolino pun menceritakan seluruh kisahnya pada Niketas dari semenjak ia tinggal di istana Frederick I, agar Niketas kelak dapat menulisnya sebagai sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-m8vx_ve2nCM/ToVEgrPBkBI/AAAAAAAAEkE/20EIx9TslVg/s320/baudolino-konstantinopel.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 220px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658003835013140498" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;ilustrasi saat hancurnya Konstantinopel&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Lalu kisah petualangan Baudolino pun mengalir mengikuti alur sejarah, di mana Baudolino tampaknya selalu “tak sengaja” hadir dan terseret dalam peristiwa-peristiwa besar yang tercatat dalam sejarah. Menjadi saksi perebutan Terdona oleh Frederick dan terlibat dalam Perang Salib 2, hanyalah dua di antara banyak petualangan serunya. Lebih unik lagi, Baudolino seolah turut mengubah jalannya sejarah, bukan dengan tindakan heroisme melainkan justru dengan kebohongannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ketika ia dititipkan pada Kardinal Otto von Preising untuk belajar, Baudolino terlibat dalam penyusunan sebuah dokumen kuno. Saat itu Otto sedang melanjutkan menulis &lt;i&gt;chronica sive historia de duabus civitatibus&lt;/i&gt;, dokumen yang mengisahkan sejarah dua kota: Yerusalem dan Babel. Malangnya chronica itu tiba-tiba menghilang sehingga Otto harus menulis ulang. Frederich lalu menyuruh Otto memasukkan pujian terhadap Frederich ke chronic yang baru itu, agar Frederich dikenang sepanjang masa, yang akhirnya dikenal sebagai &lt;i&gt;Gesta Friderici&lt;/i&gt; Imperatoris (Kebaikan-Kebaikan Kaisar Frederick).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tanpa diduga, ternyata Baudolino lah biang keladi chronica yang hilang itu. Ia ingin sekali belajar menulis namun tak memiliki perkamen kosong. Maka ia mengambil sembarang perkamen (yang ternyata adalah chronica itu!), mengerik tulisannya sehingga ia punya perkamen kosong untuk ia tulisi. Bayangkan! Perkamen itu kelak dihilangkan Baudolino, karena itulah kini ia harus menceritakan kisahnya pada Niketas berdasarkan ingatannya belaka. Ingatan seorang pembohong yang penuh kebohongan dan tak dapat dipercaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sebelum Otto meninggal, ia mengamanatkan Baudolino untuk mencari seorang raja atau imam yang hingga saat itu tak diketahui keberadaannya, dan hanya dikenal sebagai Prester John atau Presbyter John. Dalam kenyataannya, Presbyter John dipercaya sebagai Yohanes dari Patmos, penulis Kitab Wahyu dalam Alkitab Perjanjian Baru. Sementara ada juga yang mengatakan bahwa Yohanes dari Patmos dan Yohanes sang rasul Yesus adalah satu orang yang sama. Belum diketahui pasti hingga sekarang teori mana yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Prester John sendiri merupakan legenda yang merujuk pada sebuah kerajaan di daratan Asia (mungkin di India atau Ethiopia), di mana umat Kristiani hidup tanpa cacat sesuai perintah Allah. Ada yang mengatakan Prester John  adalah keturunan dari orang Majus (tiga orang asing yang mengikuti bintang Daud sehingga menemukan tempat Yesus lahir di Betlehem). Legenda yang simpang siur ini menjadi sasaran empuk Umberto Eco untuk menempatkan Baudolino.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sesuai amanat Otto, Baudolino harus menemukan Presbyter John untuk dipertemukan dengan Frederick agar Perang Salib tidak berkelanjutan. Namun karena Baudolino pun tak mampu menemukan Presbyter John, maka sesuai karakternya ia pun mulai "menciptakan" si Presbyter John ini. Ia mulai dengan "merancang" istana yang sesuai untuk Presbyter John, lalu mengarang surat dari Presbyter John untuk Frederick. Bahkan ia “menciptakan” Grasal (Holy Grail) yaitu cawan yang konon dipakai Yesus saat Perjamuan terakhir, yang menjadi legenda namun “dihidupkan” oleh Baudolino. Konyol juga mengikuti petualangan Baudolino ini, dan dengan membaca buku ini anda akan dibuat benar-benar kehilangan arah antara kenyataan dan bualan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Lewat kisah konyol Baudolino, sebenarnya kita juga diajak untuk belajar sejarah. Lihat saja ketika Baudolino mengisahkan tentang Frederick I pada Niketas, secara tak langsung kita akan mengetahui bagaimana Frederick I yang orang Jerman bisa dinobatkan menjadi Kaisar Roma oleh Paus. Bagaimana proses kelahiran kota Alessandria dan kanonisasi (proses menjadikan seseorang santo) Charlemagne. Selain itu kita juga diajak melihat bagaimana keserakahan dan kesombongan para penguasa abad itu, baik negara maupun gereja. Bagaimana Frederick berusaha menjadi yang paling berkuasa, hingga menghalalkan segala cara. Dari peperangan, pembunuhan, hingga kebohongan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pada akhirnya kurasa Umberto Eco ingin mengingatkan kita bahwa di dunia ini segalanya berlaku terbalik. Kebohongan dan hal-hal fana menjadi sesuatu yang dipercayai manusia. Sementara kebenaran yang sesungguhnya justru dianggap absurd. Hal yang sama terjadi pada Baudolino, dalam petualangannya, tiap kali ia menciptakan kebohongan, kebohongan itu akan membawa kesuksesan. Sebaliknya tiap kali mengatakan kebenaran (yang jumlahnya dapat dihitung jari), ia mengalami kesialan, seperti yang ia katakan di hlm 745 buku ini: &lt;i&gt;“Kau lihat sendiri. Pertama kali dalam hidupku aku mengatakan yang benar dan hanya kebenaran, mereka melempariku dengan batu.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dan inilah jawaban Niketas kepadanya: &lt;i&gt;“Itu juga terjadi dengan para rasul.”&lt;/i&gt; Dan memang itulah tantangan bagi kita yang ingin melakukan kebenaran, kita takkan pernah diterima oleh dunia karena dunia memang lebih suka pada kebohongan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Baudolino adalah sebuah kisah yang lengkap. Anda akan menemukan sejarah, kekonyolan, mitos dan legenda, sekaligus misteri dalam sebuah buku setebal 750 hlm ini. Sayang penerjemahannya kurang bagus, tapi mungkin itu disebabkan kalimat dan paragraf-paragraf yang terlalu panjang. Di bagian akhir cerita jadi agak membosankan dan tak masuk akal, namun Umberto Eco berhasil menutup kisah ini dengan sesuatu yang bermakna. Tetap saja, dengan semua kekurangan itu, tiga bintang kuberikan untuk Baudolino!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Baudolino&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Umberto Eco&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: Bentang Pustaka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Juni 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tebal: 750 hl&lt;/span&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-4334543491318859963?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/4334543491318859963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=4334543491318859963&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/4334543491318859963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/4334543491318859963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/10/baudolino.html' title='Baudolino'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-z-sQlU1bjDQ/ToVE0D2h0mI/AAAAAAAAEkM/4DghvNwdnRw/s72-c/baudolino.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-4372908322483859144</id><published>2011-09-30T09:00:00.001+07:00</published><updated>2011-09-30T09:00:04.389+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Non Fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Otobiografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gagas Media'/><title type='text'>Hairless</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-uc04CJm3Pi0/ToFWpS8lyrI/AAAAAAAAEik/Yok3Lp2-b5I/s1600/hairless.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-uc04CJm3Pi0/ToFWpS8lyrI/AAAAAAAAEik/Yok3Lp2-b5I/s320/hairless.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656897874414652082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Menurut American Cancer Society, pada tahun 2005-2006 ada satu di antara 1985 orang wanita berusia dua puluhan yang mengidap kanker payudara. Kalau penelitian itu akurat, berarti Ranti Hannah adalah satu wanita tersebut!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di usia 24 tahun, Ranti Hannah seolah memiliki segalanya yang diidamkan kebanyakan wanita di dunia. Perkawinan bahagia, bayi pertama, karier yang menjanjikan sebagai dokter. Namun hidup memang selalu memiliki keseimbangannya sendiri. Saat kita berpikir kita sedang menjalani hidup yang sempurna, tiba-tiba saja kemalangan akan menunggu kita di belokan berikut. Dalam hal Ranti, kemalangan itu berwujud vonis yang mengerikan: kanker payudara. Dan kanker itu muncul justru di saat ia sedang mengandung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hairless adalah sebuah memoar dari seorang wanita yang mengidap kanker payudara. Di buku ini Ranti buka-bukaan tentang hari-hari ia menjalani hidup sebagai pengidap kanker. Diawali dari hari ketika suaminya, Pandu, secara tak sengaja menemukan benjolan kecil di payudaranya, kemudian berlanjut ke tahap pemeriksaan, saat ketika vonis itu dijatuhkan, beratnya hari-hari menjelang operasi dan pengobatan sesudah operasi, hingga saat Ranti memulai kembali hidupnya setelah berpisah dengan kankernya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Semuanya itu ditumpahkan oleh Ranti ke buku ini dengan gaya santai dan gaul. Dengan membaca memoar ini pada akhirnya kita diajak untuk memiliki ketergaran dan keberanian saat menghadapinya. Hal ini berlaku bukan hanya bagi si penderita, namun juga pasangan hidup dan keluarga dekatnya. Apa yang mungkin saat ini dipandang sebagai momok, mungkin saja sebenarnya biasa saja saat kita mengalaminya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Yang menarik dari buku ini adalah informasi medis mengenai kanker payudara, cara melihat stadium kankernya, cara pengobatan dan sebagainya. Karena Ranti sendiri adalah seorang dokter, ia bisa menjelaskan dengan detail namun tetap dapat kita tangkap dengan mudah hal-hal yang perlu kita ketahui tentang kanker. Sayangnya, ilustrasi di bagian ini terlalu kecil dan kurang jelas. Akan lebih menarik lagi kalau bagian ini tidak hanya sebagai ilustrasi saja, tapi benar-benar sebagai alat pembelajaran bagi pembaca. Mungkin hal itu akan menjadi kekuatan bagi memoar ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sayangnya, di buku ini banyak bertebaran kalimat-kalimat berbahasa Inggris yang menurutku tidak perlu, yaitu saat Ranti mengungkapkan pikiran atau perasaannya. Sangat mengganggu bagiku, karena saat membaca buku berbahasa Indonesia, aku mengharapkan bahasa ibuku lah yang muncul. Kecuali saat dialog dengan orang asing, bisa dimaklumi untuk menyisipkan bahasa lain. Selain itu, membaca buku ini sering terasa seperti mendengarkan obrolan sekelompok orang, yang seringkali banyak hal tidak penting menyusup, yang membuat esensi buku ini kurang menyentuh. Memang buku ini merupakan memoar, sehingga unsur personal dari penulisnya mungkin akan sangat terasa. Dan mungkin memang buku ini kurang cocok dengan seleraku saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dua bintang aku berikan untuk buku ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Hairless&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Ranti Hannah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: Gagas Media&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tebal: 292 hl&lt;/span&gt;m&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-4372908322483859144?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/4372908322483859144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=4372908322483859144&amp;isPopup=true' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/4372908322483859144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/4372908322483859144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/09/hairless.html' title='Hairless'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-uc04CJm3Pi0/ToFWpS8lyrI/AAAAAAAAEik/Yok3Lp2-b5I/s72-c/hairless.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-1048093836648849651</id><published>2011-09-26T08:18:00.001+07:00</published><updated>2011-10-07T14:54:59.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='klasik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Robert Louis Stevenson'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Atria'/><title type='text'>Treasure Island: Lomba Resensi Buku Serambi 2011</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-tzG-QQ9Sn4U/TnsCgmPe41I/AAAAAAAAEg0/owagFdG4sAA/s1600/treasure-island.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 278px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-tzG-QQ9Sn4U/TnsCgmPe41I/AAAAAAAAEg0/owagFdG4sAA/s320/treasure-island.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5655116516138345298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Jauh sebelum The Pirates of Caribbean mempesona kita di layar lebar, seorang penulis Skotlandia dari abad 19 telah terlebih dahulu mempopulerkan kisah tentang bajak laut dan perburuan harta karun di pulau tropis Karibia. Treasure Island karya Robert Louis Stevenson ini kemungkinan besar menjadi pelopor terciptanya mitos bajak laut berkaki satu dengan burung kakak tua bertengger di pundaknya, peta harta karun dan perahu model sekunar. Kisah ini pertama kali diterbitkan sebagai buku pada tahun 1883.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Entah mengapa, Robert Louis Stevenson memilih membuka kisah ini dengan kedatangan seseorang bernama Biily Bones yang jelas-jelas dari penampilannya menunjukkan bahwa ia seorang bajak laut. Bajak laut itu bertubuh tinggi besar, dan pada suatu hari ia muncul begitu saja ke penginapan Admiral Benbow di Inggris sambil membawa koper hitamnya yang dijaganya bak harta karun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Setelah berhari-hari tinggal di penginapan itu, Jim Hawkins --remaja pria berusia 17 tahun putra pemilik penginapan itu—makin tertarik saja pada Billy Bones yang tampaknya sedang bersembunyi. Billy menyuruh Jim berhati-hati bila seseorang berkaki satu yang sangat ditakutinya muncul. Namun sebelum itu terjadi, Billy terserang stroke lalu meninggal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ketika menggeledah koper Billy untuk mengambil uang untuk mengganti biaya penginapan, Jim menemukan sebuah bungkusan misterius dan langsung mengambilnya. Untunglah, karena tak lama setelahnya beberapa bajak laut menggeledah penginapan itu untuk mendapatkan bungkusan itu!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bersama Dokter Livesey dan Hakim Trelawney, Jim menemukan bahwa bungkusan misterius itu adalah sebuah peta harta karun! Sebenarnya sebelum meninggal, Billy sempat bercerita kepada Jim tentang bajak laut paling ditakuti bernama Kapten Flint, dengan siapa ia dulu berlayar bersama. Tampaknya (dan sebenarnya inilah awal mula kisah ini yang sebenarnya) Kapten Flint pernah menyembunyikan harta karun jarahannya bersama anak buahnya di kapal Walrus, di sebuah pulau di Karibia. Tak seorang pun anak buahnya yang tahu lokasinya, dan peta yang dibuatnya akhirnya diwariskan ke Billy Bones. Tentu saja, kini para mantan anak buahnya mengejar Billy dan peta itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dengan peta harta karun di tangan, maka dimulailah petualangan mencari harta karun. Berlayar dengan kapal Hispaniola, Dokter Livesey, Hakim Trelawney, Kapten Smolett dan kawan kita Jim pun menuju ke Karibia. Semuanya bersemangat demi petualangan di laut. Bayangkan serunya suasana di kapal dengan sesekali terdengar nyanyian itu…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;“Lima belas orang di dalam peti mati---&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Yo-ho-ho dan sebotol rum!”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Namun, petualangan yang semula nampak mengasyikkan itu tak lagi asyik ketika Jim secara tak sengaja mendengar percakapan juru masak kapal dan awak lainnya, saat ia duduk-duduk di dalam tong apel. Siapakah si juru masak yang berkaki satu dengan kakaktua bertengger di bahunya itu? Apakah ia bajak laut berkaki satu yang ditakuti Billy Bones? Kalau begitu mengapa ia ikut dalam pelayaran mencari harta karun ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Seperti biasanya, di mana ada harta karun, pastilah akan ada pertarungan dan perebutan di situ. Dan cerita pun bergulir makin cepat dan makin seru saat kapal telah berlabuh di pulau harta karun. Kubu manakah yang akan menemukan harta karun itu lebih dulu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Karakter paling menarik di kisah ini, tentu saja, adalah kawan kita Jim Hawkins. Sebagai anggota termuda petualangan ini, jangan mengira Jim hanya menjadi awak kapal semata. Paling tidak tiga kali Jim menjadi penyelamat kawan-kawannya berkat campuran antara kenakalan, keberanian dan nasib baik. Boleh dibilang ada semacam transformasi karakter di sini, dari Jim si anak pemilik penginapan, menjadi Jim si pemberani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di sisi lain ada Long John Silver si kaki satu, tentu saja. Satu kata yang tepat untuk menggambarkannya adalah: cerdik. Jelas Silver tak seperti bajak laut lainnya, dan ia ditakuti oleh kawan-kawannya karena kecerdikannya. Silver adalah karakter yang eksotis, ada dua sisi dalam karakternya yang akan membuat pembaca agak bingung, namun justru semakin membuat kisah ini semakin seru dan tegang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ada lagi yang menarik dari kisah Treasure Island ini. Robert Louis Stevenson rupanya menempatkan beberapa unsur sejarah dalam kisah ini. Salah satunya adalah para bajak laut bernama England, Roberts, Israel Hands dan Kapten Kidd yang disebut-sebut di kisah ini. Mereka memang bajak laut-bajak laut yang pernah hidup dalam sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Treasure Island pasti telah melambungkan banyak imajinasi remaja dari jaman dulu hingga sekarang. Aku sendiri selalu senang membaca kisah-kisah yang ada unsur pelayaran, dengan kapal maupun kapal selam. Dan Robert Louis Stevenson telah dengan piawai membawa imajinasiku jauh ke Karibia. Empat botol rum untuk Treasure Island, dan tentu saja…. Yo-ho-hooo!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Treasure Island&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Robert Louis Stevenson&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: Atria&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: April 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tebal: 354 hl&lt;/span&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-1048093836648849651?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/1048093836648849651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=1048093836648849651&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/1048093836648849651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/1048093836648849651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/09/treasure-island-lomba-resensi-buku.html' title='Treasure Island: Lomba Resensi Buku Serambi 2011'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-tzG-QQ9Sn4U/TnsCgmPe41I/AAAAAAAAEg0/owagFdG4sAA/s72-c/treasure-island.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-6069183696688272205</id><published>2011-09-22T08:11:00.007+07:00</published><updated>2011-10-07T15:03:10.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serambi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='klasik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harriet Beecher Stowe'/><title type='text'>Uncle Tom's Cabin: Lomba Resensi Buku Serambi 2011</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-oT0gAJMahFY/TnlvDdS6akI/AAAAAAAAEgc/lhN-jFuwdHM/s1600/uncle-toms-cabin.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 277px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-oT0gAJMahFY/TnlvDdS6akI/AAAAAAAAEgc/lhN-jFuwdHM/s320/uncle-toms-cabin.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654672912334613058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;"Jadi, Andalah wanita mungil yang menulis buku yang memicu perang besar ini?"&lt;/i&gt;. Pertanyaan itu konon terlontar dari mulut seorang presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln, suatu hari di bulan November 1862 saat bertemu dengan seorang wanita. Aku tak tahu pasti tentang mungil atau tidaknya tubuh si wanita, namun aku percaya bahwa salah satu buku yang ia tulis bisa jadi telah memicu sebuah perang besar. Perang yang dimaksud adalah Perang Saudara yang terjadi di abad 19. Wanita yang dimaksud adalah Harriet Beecher Stowe. Jadi...buku apa yang ditulis Mrs. Stowe ini? Tak lain dan tak bukan sebuah novel yang bertutur tentang perbudakan: Uncle Tom's Cabin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Perang Saudara &amp;amp; latar belakang perbudakan yang menginspirasi Uncle Tom's Cabin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum Perang Saudara terjadi, sedikitnya ada tujuh negara bagian di Amerika Utara yang masih melegalkan perbudakan. Saat partai Republik memenangkan pemilihan umum dan menjadikan Abraham Lincoln presiden Amerika Serikat, ketujuh negara bagian itu memisahkan diri dari Amerika Serikat dan membentuk sebuah Konfederasi. Agresi militer akhirnya digerakkan oleh Konfederasi, dan menyerang basis militer Amerika Serikat pada April 1861. Perang Saudara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbudakan di Amerika sendiri diperkirakan terjadi mulai sekitar abad 16 dan berakhir pada abad 19. Pada tahun 1850 sebuah undang-undang disahkan oleh Kongres Amerika Serikat. Undang-Undang itu (Fugitive Slave Law= Undang-Undang Budak Buron) melarang warganya untuk membantu para budak yang melarikan diri dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya. Pada saat itulah Mrs. Stowe mulai menulis sebuah kisah tentang penindasan dan kemalangan para budak ini. Konon sebagian kisah di buku ini diinspirasi oleh kisah nyata Josiah Henson, seorang budak berkulit hitam yang berhasil melarikan diri ke utara (Kanada), lalu berhasil menolong pula budak-budak lain yang melarikan diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Paman Tom&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Paman Tom, seperti para budak yang dipekerjakan di pertanian atau peternakan di Amerika, adalah warga Afrika yang berkulit hitam. Ia menjadi tokoh utama di novel ini berkat karakternya yang tenang, bersahaja, jujur, dan terhormat. Namun yang paling menonjol dari Paman Tom adalah ketaatannya kepada Tuhan. Alkitab menjadi harta miliknya yang paling berharga. Dari sanalah ia belajar untuk berbuat baik pada sesama, berkorban untuk mereka yang lebih lemah, dan akhirnya menjadi sumber pengharapannya sendiri ketika ia berada di puncak kesengsaraan. Ia mampu bertahan karena imannya yang teguh pada kemuliaan kekal yang dijanjikan Tuhan dalam ajaran Kristiani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awalnya Paman Tom hidup bersama istri dan anak-anaknya di sebuah pondok sederhana di Kentucky. Keluarga mereka menjadi budak milik Tuan &amp;amp; Nyonya Shelby yang baik dan dermawan. Paman Tom sudah dianggap keluarga sendiri dan hidup dalam kebahagiaan. Sayangnya usaha Tuan Shelby terlilit hutang, sehingga Tuan Shelby terpaksa menjual Paman Tom kepada pedagang budak. Bersama Paman Tom, ada seorang budak anak-anak milik Tuan Shelby yang juga hendak dijual.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Eliza&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menguping pembicaraan Tuan dan Nyonya Shelby bahwa Harry, putra semata wayangnya akan dijual kepada pedagang budak, Eliza pun memutuskan untuk melarikan diri. Tujuannya adalah Kanada, ke mana suaminya, George juga telah berjanji untuk melarikan diri sebelumnya. Dan bila Tuhan menghendaki, maka mungkin mereka sekeluarga akan dapat berkumpul kembali dalam keadaan merdeka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara Eliza yang malang bersama putranya dikejar-kejar dalam pelariannya, Paman Tom amat beruntung karena dibeli oleh pria muda kaya yang ramah dan baik hati bernama Augustine St. Clare ketika berada di kapal yang menuju ke New Orleans. Paman Tom dan Eva bersahabat dekat, karena keduanya memiliki kesamaan dalam kesalehan mereka. Keduanya, dalam banyak kesempatan, banyak mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka untuk percaya kepada kemurahan hati Tuhan dan untuk selalu menaruh harapan akan pertolonganNya. Terutama Paman Tom, yang sering menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk mencairkan kebencian temannya yang menolak Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Datanglah kepadaKu, engkau yang letih lesu dan berbeban berat, karena Aku akan menyegarkan kamu."&lt;/i&gt; ~hlm 482.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangat jarang seorang budak yang benar-benar percaya kepada Tuhan. Karena, meski mereka berkesempatan pergi ke gereja, kesengsaraan dan siksaan yang bertubi-tubi membuat iman mereka luntur. Sungguh sulit untuk mempercayai bahwa Tuhan hadir dalam hidup mereka ketika hanya penderitaan yang mereka alami setiap hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Apakah ada Tuhan yang bisa dipercayai? Saya merasa tidak mungkin ada Tuhan di sini. Kalian orang beragama tidak tahu hal-hal semacam ini bisa terjadi kepada kami. Ada Tuhan untuk kalian, tetapi apakah ada Tuhan untuk kami?"&lt;/i&gt; (George Harris) ~hlm. 165.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam novel ini kita akan menyaksikan banyak karakter yang menarik. Ada majikan yang baik hati: Tuan &amp;amp; Nyonya Shelby serta Tuan Augustine St. Clare, ada pula majikan yang kejam: Tuan Legree --yang menjadi majikan Paman Tom setelah St. Clare. Ada yang memandang perbudakan sebagai hal yang biasa, dalam hal ini diwakili oleh Marie (istri St. Clare) yang egois dan sangat dangkal pemikirannya. Orang-orang seperti ini memandang ras Anglo Saxon sebagai yang tertinggi, sementara ras kulit berwarna (apapun) lebih rendah kelasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;"Tidak ada peradaban tinggi tanpa perbudakan masal, baik nominal maupun kenyataan. Harus ada kelas yang lebih rendah, yang digunakan untuk kerja keras fisik dan dikekang seperti hewan. Dan harus ada kelas yang lebih tinggi yang mendapatkan kesenangan dan kekayaan untuk memperluas kecerdasan dan kemajuan, serta menjadi penguasa dari yang lebih rendah."&lt;/i&gt; (Alfred St. Clare) ~hlm. 318.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-9ETT67pr0IU/TnluLokOqbI/AAAAAAAAEgU/0KqiXMt3hA4/s320/uncle-tom-beaten2.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 247px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5654671953287358898" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Ilustrasi pemukulan majikan terhadap budak yang melakukan kesalahan meski sederhana, di gambar ini tampak seorang budak dipecut seperti hewan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Namun ada pula mereka yang percaya bahwa Tuhan menciptakan manusia sederajat, tak peduli ras atau asal usulnya. Mereka diwakili oleh Augustine St. Clare, Eva putrinya, juga George Shelby (putra Tuan &amp;amp; Nyonya Shelby). Sementara di kubu "tengah" ada Nona Ophelia (sepupu St. Clare) yang pada dasarnya mengasihi sesamanya, namun tetap memiliki prasangka terhadap ras lainnya. Sangat menarik menyimak diskusi panjang-lebar St. Clare dan Nona Ophelia tentang perbudakan di bab 19.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya novel ini tidak melulu bercerita tentang Paman Tom dan Eliza saja, ada kisah tentang budak-budak lain dengan penderitaan maupun kisah hidup masing-masing. Namun dari keduanya akan terangkai banyak kisah yang awalnya seolah berdiri sendiri dan tak berhubungan satu sama lain, namun di bagian akhir akan terlihat benang merah yang menghubungkan mereka semua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada akhirnya, novel setebal 610 hlm ini telah mengingatkan aku akan banyak hal. Pertama, bahwa kesombongan manusia dapat membawa akibat yang sangat mengerikan, yaitu ketika manusia memperlakukan sesamanya bagaikan hewan atau benda. Sebelum manusia dapat sepenuhnya menerima konsep bahwa mereka diciptakan sederajat meskipun berbeda, penindasan di atas bumi ini takkan berhenti. Meski mungkin praktek memperdagangkan/membeli budak di pasar dan membuatnya menjadi hak milik sudah lama dihapuskan, namun penindasan sebenarnya masih ada di dunia ini dalam bentuk-bentuk yang sedikit lebih beradab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, hanya kebaikan dan kelembutan cinta kasihlah yang dapat mengeluarkan potensi terbaik manusia. Kalau kita ingin mendapatkan respek, kasih dan kesetiaan dari orang lain, maka satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah: melakukan hal yang sama terlebih dahulu kepada orang lain. Dalam novel ini terlihat, bahwa seorang budak menjadi tidak jujur karena selalu diperlakukan jahat oleh majikan. Karena itu, si majikan akan menjadi lebih jahat lagi, dan terus saja lingkaran setan itu berulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga dan yang terpenting, dalam setiap kesusahan dan penderitaan, ingatlah selalu kepadaNya. Karena hanya Dialah yang takkan pernah ingkar janji. Bila kita mengalami kesengsaraan karena melakukan hal yang benar, maka kebahagiaan di rumahNya kelak pasti menjadi milik kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Empat bintang kuberikan untuk Uncle Tom’s Cabin, dan satu bintang khusus untuk penerjemahan yang bagus bagi novel ini. Kalau anda sempat mengintip versi asli novel ini dalam bahasa Inggris (lewat google books), anda akan menemukan logat khas orang kulit hitam bertebaran dalam novel ini terutama saat para budak berbicara. Aku menyadari betapa sulitnya menerjemahkan bagian ini tanpa menghilangkan cirri khas yang membedakan logat para budak dengan logat kalangan atas yang lebih berpendidikan. Memang bahasa yang dipakai jadi aneh, mirip bahasa Indonesia ala luar pulau, namun tetap aku salut pada usaha untuk menghadirkan citarasa yang paling mendekati novel aslinya dalam penerjemahannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menutup review ini, ijinkan aku meminjam lagu yang dinyanyikan Paman Tom, yang membuatku makin merasakan betapa hangatnya kasih Tuhan kepada manusia...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"Bumi akan meleleh seperti salju,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Matahari akan berhenti bercahaya;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Tapi Tuhan, yang di sini memanggilku,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Akan jadi milikku selamanya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"Dan ketika kehidupan fana ini berakhir,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Dan badan serta indra akan tiada,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Aku akan memiliki di dalam tabir,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Kehidupan penuh damai dan sukacita.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"Saat kita sepuluh ribu tahun di sana,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Kemilau berpendar bagai sang mentari,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Kita tetap melantunkan puji syukur kepadaNya,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Seperti saat kita memulai setiap hari."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul: Uncle Tom's Cabin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis: Harriet Beecher Stowe&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penerjemah: Istiani Prajoko&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penerbit: Serambi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terbit: Juli 2011&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tebal: 610 hlm&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;NB: Tolong beritahu aku kalau ada dari anda yang berhasil menamatkan buku ini tanpa meneteskan air mata barang sekali saja!&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-6069183696688272205?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/6069183696688272205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=6069183696688272205&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6069183696688272205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6069183696688272205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/09/uncle-toms-cabin-lomba-resensi-buku.html' title='Uncle Tom&apos;s Cabin: Lomba Resensi Buku Serambi 2011'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-oT0gAJMahFY/TnlvDdS6akI/AAAAAAAAEgc/lhN-jFuwdHM/s72-c/uncle-toms-cabin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-1611952333853522825</id><published>2011-09-21T11:31:00.005+07:00</published><updated>2011-09-22T13:14:40.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='book swap'/><title type='text'>My Book Swap List</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Teman-teman, bagi yang mau swap buku denganku, aku cantumkan buku-buku yang tersedia untuk di-swap sekaligus buku-buku yang masuk wishlist-ku. Silakan tinggal pesan di kotak komentar, atau langsung twit/FB aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MY SWAP/SALE LIST&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Fiksi Terjemahan&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Golden Web – Barbara Quick&lt;br /&gt;Momen Penuh Keajaiban – Nora Roberts (Harlequin)&lt;br /&gt;Aku &amp;amp; Marley – ohn Grogan&lt;br /&gt;Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik – Michael C. Tang&lt;br /&gt;The Boy in the Stripped Pyjamas – John Boyne&lt;br /&gt;Ping (Perjalanan Seekor Katak Mencari Kolam Baru)– Stuart Avery Gold&lt;br /&gt;Firebelly – J.C. Michaels&lt;br /&gt;Ways To Live Forever – Sally Nicholls&lt;br /&gt;Enzo – Garth Stein&lt;br /&gt;Big Breasts &amp;amp; Wide Hips – Mo Yan&lt;br /&gt;Treasure Island – Robert Louis Stevenson&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Non Terjemahan&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selimut Debu – Agustinus Wibowo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hairless - Ranti Hanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Fiksi Bahasa Inggris&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Hunchback of Notre Dame – Victor Hugo&lt;br /&gt;Tom Sawyer &amp;amp; Huckleberry Finn – Mark Twain&lt;br /&gt;Murder, She Wrote: Margaritas &amp;amp; Murder – Jessica Fletcher &amp;amp; Donald Bain&lt;br /&gt;After The Banquet – Mischima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Di luar itu, silakan pilih buku-buku yang dijual di Vixxio, akan aku pertimbangkan untuk swap. Kalau untuk sale sih udah pasti bisa dong…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MY WISHLIST&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;Fiksi Terjemahan&lt;/i&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri Sirkus &amp;amp; Lelaki Penjual Dongeng – Jostein Gaarder&lt;br /&gt;Angel’s Cake – Gaile Parkin&lt;br /&gt;The Double Bind – Chris Bohjalian&lt;br /&gt;The Book of Lost Things – John Connoly&lt;br /&gt;Theodore Boone 2: Penculikan – John Grisham&lt;br /&gt;Kehidupan Abadi Henrietta Lacks – Rebecca Skloot&lt;br /&gt;Pilate’s Wife – Antoinette May&lt;br /&gt;Kim – Rudyard Kipling&lt;br /&gt;Genghis Khan II – Sam Djang&lt;br /&gt;Veronica Decides To Die – Paulo Coelho&lt;br /&gt;Petualangan Sherlock Holmes – Sir Arthur Conan Doyle&lt;br /&gt;Kisah Dua Kota – Charles Dickens&lt;br /&gt;The Strange Case of Dr. Jekyll &amp;amp; Mr. Hyde – Robert Louis Stevenson&lt;br /&gt;Robinson Crusoe – Daniel Defoe&lt;br /&gt;Namaku Matahari – Remy Sylado&lt;br /&gt;Perjalanan Ke Pusat Bumi – Jules Verne&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Chocolat - Joanne Harris&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Untuk buku-buku non fiksi, menyusul...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-1611952333853522825?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/1611952333853522825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=1611952333853522825&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/1611952333853522825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/1611952333853522825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/09/my-book-swap-list.html' title='My Book Swap List'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-1492103446231793833</id><published>2011-09-19T08:11:00.001+07:00</published><updated>2011-09-19T08:11:00.088+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gramedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Non Fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malcolm Gladwell'/><title type='text'>Outliers</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-df343dA2Eh8/Tm8dnsm1dwI/AAAAAAAAEds/tHEI7MKdq64/s1600/outliers.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 309px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-df343dA2Eh8/Tm8dnsm1dwI/AAAAAAAAEds/tHEI7MKdq64/s320/outliers.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651768625199412994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Apa yang membuat Bill Gates dan The Beatles sukses? IQ tinggi? Bakat bawaan? Banyak orang yang IQ-nya tinggi, mungkin bahkan lebih tinggi dari Bill Gates. Banyak vokalis yang bersuara lebih bagus daripada John Lennon atau Paul McCartney. Tapi mengapa mereka jauh meninggalkan yang lain? Kesuksesan telah membuat mereka berada jauh, terpisah, di luar lingkaran sesamanya, atau yang kita sebut "outlier" (&lt;i&gt;outlier is one that appears to deviate markedly from other members of the sample in which it occurs ~wikipedia&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Lewat buku ini Malcolm Gladwell akan membawa kita, aku dan anda, untuk menelusuri faktor-faktor yang melatarbelakangi kesuksesan seseorang. Tak seperti buku-buku motivasi lain yang hanya berisi tips dan trik serta teori-teori, Gladwell bercerita. Ia bercerita tentang orang-orang yang ia temui, ia wawancarai. Ia bercerita tentang riset yang pernah dilakukan orang. Pendeknya, membaca buku ini bak membaca memoar beberapa orang atau bahkan kisah thriller. Bedanya, di akhir cerita Gladwell akan memaparkan kesimpulannya tentang outlier. Menarik!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ia mengawali dengan liga hoki di sekolah menengah Kanada. Observasi mengungkapkan bahwa mayoritas atlit hoki yang menanjak karirnya hingga ke liga utama adalah mereka yang lahir antara bulan Januari hingga Maret. Menarik bukan? Apakah ini omong-kosong tentang horoskop? Sama sekali bukan. Gladwell akan memaparkan betapa logisnya kesimpulan yang dapat diambil mengenai kesuksesan para pemain hoki itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di bab selanjutnya, Gladwell mulai bercerita tentang orang-orang terkenal, seperti Bill Gates dan The Beatles. Menarik juga membaca bagaimana awal mula Gates dan The Beatles hingga menjadi amat sukses. Ternyata tak ada sulap atau mukjijat sama sekali. Seperti yang sedari dulu kita ketahui, bakat berpadu dengan banyak latihan akan membuahkan sukses. Practice makes perfect. Tapi, banyak anak yang sedari kecil berlatih, mereka juga tak kunjung menjadi sukses, mengapa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Gladwell pun mengungkap sebuah prinsip kunci: 10.000 jam. Mengapa 10.000 jam? 10.000 jam untuk apa? Apakah 10.000 itu berlaku untuk semua bidang? Semuanya diceritakan dengan menarik oleh Gladwell. Namun di luar itu, ada lagi hal-hal yang jauh lebih penting daripada bakat dan 10.000 jam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kesempatan dan kebudayaan. Masih menggunakan contoh Bill Gates dan The Beatles, Gladwell akan menunjukkan bagaimana kesempatan memegang peranan penting akan sukses tidaknya kita. Konon di tahun berapa kita lahir amat mempengaruhi nasib masa depan kita. Bukankah kapan kita dilahirkan, tak mungkin kita ubah? Memang. Itulah menariknya, jadi…teruslah membaca...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hal paling menarik di buku ini adalah ketika Gladwell memberikan contoh-contoh di mana warisan kebudayaan yang kita anut juga menentukan kesuksesan kita. Pernahkah anda mendengar tentang Korean Air? Tahukah anda bahwa dulu waktu bernama Korean Airlines, maskapai penerbangan ini pernah dinobatkan sebagai maskapai yang paling banyak "menjatuhkan" pesawat udaranya? Bukan prestasi yang bisa dibanggakan, bukan? Lalu bagaimana maskapai itu bisa berubah dengan drastis?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di sini Gladwell dengan amat detail mengisahkan kronologi sebuah kecelakaan pesawat tertentu milik Korean Air. Membaca kisah Gladwell membuat kita merasa seolah menonton film tentang pesawat udara, atau bahkan seolah ikut berada di kokpit bersama pilot dan kru-nya. Untuk apa Gladwell susah-susah bercerita tentang kecelakaan pesawat udara? Tak lain dan tak bukan, ia ingin menunjukkan pada kita bagaimana sebuah warisan kebudayaan akan membuat hidup kita sangat berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Untuk menutup buku ini, Gladwell telah menyiapkan sebuah kejutan. Kejutan manis yang memberikan sentuhan personal pada sebuah buku psikologi. Gladwell akan membuat anda mulai berpikir tentang kehidupan anda. Anda akan mulai mendata semua fakta kehidupan anda, dan bagaimana semua peristiwa yang pernah terjadi, telah atau tidak atau akan mempengaruhi hidup anda.  Namun yang jelas, pikiran anda akan lebih terbuka mengenai kesuksesan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kesuksesan ternyata bukanlah mitos. Tak ada orang yang dilahirkan begitu saja untuk menjadi sukses, bagaikan sulap. Ada banyak faktor yang akhirnya menghantarkannya menjadi sukses. Faktor-faktor itu bisa berasal dari dirinya sendiri, dari nenek moyangnya, atau dari hal-hal di luar seseorang yang tak ada hubungannya sama sekali dengan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Karena banyaknya faktor itu, kita bisa agak berbesar hati. Karena, itu berarti kalau kita tak memenuhi sebuah persyaratan, kita mungkin memiliki persyaratan lainnya, atau kita mampu menciptakannya sesuai kebutuhan kita. Nampaknya begitu mudah, padahal tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Lalu pertanyaan terpentingnya... Bagaimana untuk menjadi sukses? Yang jelas, pertama-tama anda harus membaca buku ini dulu!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Yang jelas, Malcolm Gladwell telah berhasil mengajak pembacanya memandang suatu hal dengan cara pandang yang berbeda. Caranya menjabarkan tentang kesuksesan tak terkesan menggurui, dan dengan mengambil kasus-kasus kehidupan orang lain, membuat buku ini enak dibaca. Empat bintang untuk Malcolm Gladwell! Dan aku ingin segera membaca buku-bukunya yang lain…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Outliers: Rahasia Di Balik Sukses&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Malcolm Gladwell&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: September 2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tebal: 339 hlm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-1492103446231793833?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/1492103446231793833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=1492103446231793833&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/1492103446231793833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/1492103446231793833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/09/outliers.html' title='Outliers'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-df343dA2Eh8/Tm8dnsm1dwI/AAAAAAAAEds/tHEI7MKdq64/s72-c/outliers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-5808819543272989895</id><published>2011-09-15T08:19:00.000+07:00</published><updated>2011-09-15T08:19:00.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maurice Leblanc'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Misteri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bukune'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Edgar Jepson'/><title type='text'>Arsene Lupin</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-abbLltOfUtk/TmmZGAQCIDI/AAAAAAAAEb8/yRGclvVc5Ek/s1600/arsene-lupin.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 310px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-abbLltOfUtk/TmmZGAQCIDI/AAAAAAAAEb8/yRGclvVc5Ek/s320/arsene-lupin.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650215535938510898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Mari sejenak mengamati cover buku ini. Topi tinggi, kacamata pince-nez, kumis. Kira-kira bayangan apa yang terbersit di benak anda melihat gabungan ketiga komponen itu? Seorang gentleman? Berarti anda sudah menebak setengah benar. Gambar cover itu sendiri menyiratkan sesuatu yang kocak. Di Goodreads, beberapa orang meletakkan buku ini di shelf misteri, kisah detektif. Apakah itu berarti ini kisah detektif yang kocak? Tiga perempat benar. Yang paling tepat, Arsene Lupin adalah kisah tentang seorang pencuri!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bukan sembarang pencuri, Arsene Lupin yang tinggal di Prancis adalah pencuri terhebat di dunia. Sesosok karakter yang diciptakan Maurice Leblanc dan mulai diperkenalkan pada tahun 1905 dalam bentuk cerita pendek berseri yang terbit di majalah dan diberi judul &lt;i&gt;Je Sais Tous&lt;/i&gt;. Arsene Lupin yang diterjemahkan Penerbit Bukune ini merupakan karya Edgar Jepson, yang menggunakan tokoh ciptaan Maurice Leblanc. Jadi buku yang judul aslinya adalah  &lt;i&gt;Arsène Lupin: The Book of the Play&lt;/i&gt; ini bukanlah murni karya Maurice Leblanc.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Keunikan Arsene Lupin adalah ia mencuri hanya dari orang-orang kaya yang serakah, kemudian hasil curiannya ia bagikan kepada orang miskin, mirip tokoh Robin Hood. Modal utama Arsene Lupin adalah kepiawaiannya dalam menyamar dan kecepatan tangannya. Modal lainnya adalah seleranya yang tinggi terhadap benda-benda seni dan buku, sehingga ia bisa menilai lukisan mana yang bernilai tinggi, mana yang tidak. Di buku ini banyak bertebaran karya-karya para maestro dunia seperti Rembrandt, Velasques, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kisah diawali di chateu milik Duke Jacques Charmerace. Sore itu undangan perkawinan sang Duke dengan Germaine, putri jutawan M. Gournay-Martin, sedang dalam pengerjaan. Saat itulah pertama kalinya Germaine dan Sonia, pengurus rumah tangganya, menyadari adanya keanehan di chateu itu. Patung perak yang berpindah tempat, kaca jendela yang dipotong, keanehan-keanehan kecil yang sepele.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Lalu masuklah ke dalam kisah ini, Duke Charmerace yang eksotis dan tampan, baru saja pulang dari petualangan Kutub Selatan. Malam itu ia menghadiahkan kalung dengan bandul mutiara kepada Germaine, tunangannya yang judes dan manja. Namun di sisi lain sang Duke malah mulai memperhatikan Sonia-si pengurus rumah tangga cantik yang rapuh, dengan ketertarikan yang lebih daripada seorang majikan kepada pelayan…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Malam itu pula pertama kalinya Duke mendengar kisah tentang seorang Arsene Lupin, yang pernah merampok lukisan dan benda berharga milik M. Gournay-Matin tiga tahun lalu. Tepat setelah itu datanglah bapak dan anak-anak keluarga Charolais yang ingin membeli mobil yang diiklankan oleh M. Gournay-Martin. Salah satu anak laki-lakinya tertangkap basah ketika menyambar kotak berisi kalung berbandul mutiara yang dihadiahkan Duke untuk Germaine. Untungnya usaha pencurian itu digagalkan sang Duke.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Namun, ketika M. Gournay-Martin lagi-lagi menerima surat dari Arsene Lupin yang mengatakan dirinya akan datang ke rumahnya di Paris untuk “mengambil” lukisan-lukisan sekaligus mahkota Princesse de Lamballe yang amat bernilai, otomatis para Charolais yang pernah mencuri itu patut dicurigai. Apakah salah satu dari mereka adalah Lupin?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sesungguhnya Arsene Lupin memiliki musuh bebuyutan. Seorang Kepala Kepolisian bernama Guerchard telah sepuluh tahun lamanya selalu gagal meringkus Lupin, yang membuat Guerchard akhirnya terobsesi pada Lupin. Sebagai reaksi surat terakhir Lupin, Duke mengajukan diri untuk bermobil ke Paris dan memanggil polisi untuk melindungi rumah M. Gournay-Martin. Sementara itu calon mertuanya, Germaine dan Sonia akan menyusulnya kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Betapa terkejutnya Duke, Hakim Pemeriksa Formery dan Guerchard sendiri ketika menemukan bahwa mereka datang terlambat. Rumah M. Gournay-Martin telah dijarah oleh Arsene Lupin! Belum puas ia mempermalukan polisi, Arsene Lupin pun mengirim telegram yang mengatakan bahwa ia akan datang keesokan harinya pukul dua belas malam untuk mengambil mahkota yang berharga itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kini para polisi dan Guerchard beradu kecerdikan dengan Arsene Lupin. Penyelidikan terus berlangsung, namun keberadaan Lupin belum jua ditemukan, sementara jarum jam semakin merambat ke arah pukul dua belas malam. Siapakah yang akan menang, Guerchard atau Arsene Lupin? Dan siapakah sebenarnya Arsene Lupin yang menurut Guerchard memiliki kelemahan terhadap wanita? Akankah ia akhirnya tertangkap?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/--2Ud-W-xiBQ/TmmWWsb6CaI/AAAAAAAAEb0/PVJAkx6varI/s320/arsene-lupin3.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 144px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650212524142496162" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;Arsene Lupin di beberapa film, pencuri yang ganteng seperti ini lebih tepat mencuri hati ya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Begitu banyak kisah detektif yang telah kubaca, sungguh menarik bisa membaca kisah seorang pencuri. Dari biasanya “mengejar”, kini pembaca diajak menikmati sensasi “dikejar”. Dan kisah ini menjadi lebih berwarna karena hadirnya sepercik romansa di tengah serunya pengejaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terus terang saja, aku masih penasaran dengan versi Arsene Lupin yang asli, karangan Maurice Leblanc. Kisah yang kubaca ini kurang tepat disebut kisah misteri, karena dalam kenyataannya aku –mungkin anda juga—langsung bisa menebak sosok Lupin ini ketika masih di pertengahan cerita. Endingnya tak menyisakan misteri, hanya tegangnya pengejaran dan duel Lupin vs Guerchard saja. Bagaimana pun ini kisah yang unik dan nikmat dibaca. Tiga bintang kusediakan untuk dicuri Arsene Lupin!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;----&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sedikit catatan untuk penerbit Bukune, aku suka dengan desain sampul yang ringkas tapi lucu ini. Hanya saja aku agak terganggu dengan banyaknya typo yang bertebaran di sana-sini. Semoga Bukune tak berhenti menerbitkan kisah Arsene Lupin lainnya, yang pastinya akan jauh lebih baik dari yang sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Arsene Lupin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Edgar Jepson &amp;amp; Maurice Leblanc&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Sissy Jaslim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: Bukune&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Juli 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tebal: 304 hlm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-5808819543272989895?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/5808819543272989895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=5808819543272989895&amp;isPopup=true' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5808819543272989895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5808819543272989895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/09/arsene-lupin.html' title='Arsene Lupin'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-abbLltOfUtk/TmmZGAQCIDI/AAAAAAAAEb8/yRGclvVc5Ek/s72-c/arsene-lupin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-5381148531131615511</id><published>2011-09-12T08:12:00.000+07:00</published><updated>2011-09-12T08:12:00.044+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Non Fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cergam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPG'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Romawi Kuno: Selidik National Geographic</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-BfAJoDxzkvw/Tml10uDz5QI/AAAAAAAAEbs/Kn3SuGuOPog/s1600/romawi-kuno.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 218px; height: 314px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-BfAJoDxzkvw/Tml10uDz5QI/AAAAAAAAEbs/Kn3SuGuOPog/s320/romawi-kuno.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650176756090660098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Romawi mungkin merupakan salah satu kerajaan terbesar di muka bumi yang sangat menarik. Bagiku sendiri Romawi menarik karena arsitekturnya yang konon sangat rumit dan kuat. Saking kuatnya, hingga saat ini salah satunya, yakni Colosseum, masih memperlihatkan kemegahannya. Hal menarik lainnya adalah daerah taklukan kerajaan Romawi yang amat luas, mencapai hingga dataran Asia. Yang terakhir mungkin kebudayaannya yang memberikan pengaruh besar pada peradaban dunia. Padahal…masih banyak “keajaiban” lainnya yang tersembunyi tentang Romawi yang belum pernah kuketahui!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Seri Selidik National Geographic: Arkeologi Menguak Rahasia Masa Lampau-Romawi Kuno ini sangat membantuku memahami lebih dalam tentang kerajaan Romawi. Di buku ini bertebaran foto-foto menawan tentang artefak-artefak, juga arsitektur bangunan kuno pada jaman Romawi. Penempatan teks, foto dan artikel menarik terangkai sedemikian rupa hingga nampak artistik dipandang, sekaligus membuat kita mudah mengumbar imajinasi seolah kita sedang dalam sebuah tur di situs-situs arkeologi Romawi ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Buku ini dibuka dengan penjabaran peta daerah yang pernah dikuasai Romawi. Kemudian berturut-turut legenda tentang dua orang bersaudara pendirinya, bagaimana para diktator mulai mengambil alih dan memperluas kerajaan dengan perang, hingga bagaimana kerajaan ini mengembangkan sistem perdagangan untuk mempertahankan kerajaan mereka. Menarik mengamati pembangunan rumah orang kaya Romawi, saluran air (aquaduk) yang mengalirkan air dari sumber, juga pembangunan tempat-tempat permandian di rumah orang-orang kaya dengan menggunakan sistem pemanasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Khusus bagian permandian ini, saat membaca buku &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2011/05/quo-vadis.html"&gt;Quo Vadis&lt;/a&gt;, aku penasaran dengan ritual mandi para bangsawan Roma. Di awal cerita Quo Vadis, Petronius mengajak keponakannya Vinicius untuk mandi bersama. Dimulai dari tepidarium, lalu pindah ke caldarium dan akhirnya mendinginkan diri di frigidarium. Di buku ini akan dijelaskan dengan sangat terperinci tentang ritual mandi itu sendiri dan pembangunan sarananya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-AgLfS7wbNUk/Tml1JGoXxuI/AAAAAAAAEbk/lYd0ExYDVFc/s320/romawi-kuno-phanteon.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 288px; height: 320px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650176006772213474" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Kubah Pantheon ini salah satu bangunan yang masih berdiri megah sejak 1800 tahun lalu. Atap kubah itu terbuat dari baja tipis dan kuat, salah satu bukti hebatnya arsitektur jaman Romawi Kuno&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Masih ingatkah anda akan &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2011/07/kehancuran-troy.html"&gt;kisah bangsa Troy&lt;/a&gt; setelah dihancurkan oleh kaum Achaean (Yunani)? Salah satu pahlawannya yang bernama Aeneas berhasil melarikan diri dan melakukan perjalanan hingga mendarat di daratan Italia. Artikel di buku ini akan menjelaskan keterkaitan bangsa Troy dengan Romawi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Namun yang paling menarik dari buku ini adalah karena National Geographic menceritakan bagaimana aktivitas arkeologi dapat akhirnya mengungkap kebudayaan dari zaman ribuan tahun lalu. Bagaimana seorang arkeolog mengungkap pola hidup dan kebiasaan rakyat hanya dari artefak atau reruntuhan bangunan saja. Bagaimana mereka mereka-reka umur benda-benda arkeologi, membandingkan potongan catatan-catatan yang mereka temukan, dan membandingkannya dengan sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Beruntunglah kita, yang meski hidup di jaman ini, masih boleh menyaksikan penemuan demi penemuan masa kejayaan Romawi karena banyak dari peninggalan itu masih terkubur di bawah tanah. Terlindungi oleh suhu lembab di bawah tanah atau oleh kemumpunian orang Romawi dalam pembuatannya. Atau abu letusan gunung Vesuvius yang mengubur kota Pompeii dan Herculaneum dan menyelamatkan semua yang ada di bawahnya hampir tak berubah dari wujud aslinya setelah 1700 tahun (hebat bukan?). Semuanya menunggu untuk dikuak oleh para arkeolog….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-0YZdyAqYqrM/TmlzV9is4PI/AAAAAAAAEbc/THJe8LXGoRo/s320/romawi-kuno-patung.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 171px; height: 309px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650174028647555314" /&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; " &gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Patung kepala wanita muda yang masih utuh meski berusia 1700 tahun, karena terkubur di bawah abu letusan Gunung Vesuviu&lt;/span&gt;s&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terakhir, tahukah anda mengapa banyak sekali peninggalan jaman Romawi Kuno ini yang masih dalam kondisi baik setelah ribuan tahun? Ternyata itu berhubungan dengan cara pembangunan rumah-rumah hunian di Roma. Menarik?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Yang jelas, setelah membaca buku ini, menjadi arkeolog sepertinya bukan pekerjaan yang membosankan ya? Alan Kaiser yang diwawancarai khusus di buku ini akan membuat kita mengenal sedikit lebih banyak tentang arkeologi. Dan moga-moga para arkeolog yang mengkhususkan diri pada Romawi Kuno akan terus membawa penemuan-penemuan baru yang sedikit demi sedikit menguak tabir tentang salah satu peradaban paling hebat dalam sejarah manusia itu. Semoga!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Empat bintang untuk mereka yang bekerja tak kenal lelah di National Geographic, untuk Zilah Deckker sang penulis, dan tentu saja untuk penerbit KPG yang menerbitkannya untuk kita! Jadi ingin mengkoleksi seri lainnya di Selidik National Geographic ini deh…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Selidik National Geographic – Romawi Kuno&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Zilah Deckker&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Priyatno Ardi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Maret 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tebal: 64 hlm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-5381148531131615511?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/5381148531131615511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=5381148531131615511&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5381148531131615511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5381148531131615511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/09/romawi-kuno-selidik-national-geographic.html' title='Romawi Kuno: Selidik National Geographic'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BfAJoDxzkvw/Tml10uDz5QI/AAAAAAAAEbs/Kn3SuGuOPog/s72-c/romawi-kuno.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-6018314809909555429</id><published>2011-09-09T08:14:00.005+07:00</published><updated>2011-10-07T15:09:28.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Louisa May Alcott'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orange Books'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='klasik'/><title type='text'>Eight Cousins</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KmIgEIfqLLw/TmCzz7MAuFI/AAAAAAAAEYo/a0VWVp7Z6SQ/s1600/eight-cousins.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 204px; height: 316px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-KmIgEIfqLLw/TmCzz7MAuFI/AAAAAAAAEYo/a0VWVp7Z6SQ/s320/eight-cousins.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647711637365373010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;Kesedihan tak dapat kita panggul sendirian. Kadang kala kita membutuhkan orang lain di luar diri kita untuk membantu menyembuhkannya. Itulah pelajaran yang kudapat dari membaca buku Eight Cousins karya Lousia May Alcott ini. Kisah ini ditulis pada akhir abad 19, dan ditujukan bagi para para gadis remaja yang segera akan memasuki masa dewasa. Louisa meletakkan dasar pembentukan moral bagi seorang wanita pada jaman itu lewat kisah ringan dan ceria ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Rose baru berusia tiga belas tahun ketika ayahnya, satu-satunya orang tua yang ia miliki di dunia, pergi meninggalkannya dalam kematian. Sebelum meninggal, ayahnya memberikan hak perwalian bagi Rose kepada saudaranya, seorang pria berpembawaan riang, seorang dokter yang suka berlayar. Rose memanggilnya Paman Alec.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sambil menunggu Paman Alec pulang dari pelayarannya, Rose dititipkan ke Aunt-Hill. Yah...dari namanya, anda mungkin bisa menebak bahwa Aunt-Hill adalah tempat tinggal para bibi. Terdengar membosankan bukan? Satu bibi sudah cukup, tapi bagaimana dengan enam bibi? Dan para Mrs. Campbell ini, para bibi Rose, tinggal di suatu kompleks yang berdekatan satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Para bibi ini masing-masing mencoba membuat Rose yang berkabung menjadi lebih ceria. Segala cara mereka lakukan. Mendatangkan seorang gadis kecil untuk menemaninya salah satunya, sayang Ariadne Bliss ternyata gadis kecil yang menyebalkan. Lemari boneka dan hal-hal yang harusnya bisa menghibur anak perempuan telah dicoba oleh Bibi Plenty dan Bibi Peace, namun Rose tetap berdiam diri dengan wajah pucat dan tubuh kurus berpenyakitan. Para bibi sudah hampir putus asa....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Para bibi yang hampir putus asa itu menyiapkan sebuah manuver terakhir bagi keponakan malang mereka. Kejutan itu hadir suatu sore dengan cara yang heboh. Tujuh anak laki-laki berbaris di ruang duduk, semuanya berambut kuning dan berpakaian ala Skotlandia. Itulah "Klan". Tak butuh waktu lama bagi Rose untuk mengetahui bahwa mereka adalah sepupu-sepupunya, dan bahwa mereka anak-anak laki-laki yang sangat ribut! Padahal...ssttt...selama ini Rose sangat membenci anak laki-laki dengan semua kelakuan dan kegiatannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tapi "Klan" bukanlah anak laki-laki sembarangan, mereka semua hadir dengan keunikan masing-masing sehingga ujung bibir Rose sudah mulai membentuk senyuman dalam pertemuan pertama ke delapan sepupu ini. Bagaimana tidak, kalau Archie si kepala klan yang tertua dan selalu bersikap terhormat, Charlie "The Prince" yang flamboyan, Mac si kutu buku, Steve "Dandy" yang pesolek, Will &amp;amp; Geordie si bandel, dan si kecil Jamie, semua berkolaborasi untuk menyenangkan nona kecil kita?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Namun kebahagiaan sesungguhnya mendatangi Rose dalam sosok Paman Alec. Ia orang yang ramah, baik hati, penuh perhatian pada "gadis kecil"nya. Paman Alec dulu mencintai ibu Rose, namun ternyata ibu Rose memilih saudaranya. Untungnya Alec tak mendendam, dan kini ia mencurahkan waktu dan pikirannya untuk sebuah proyek besar. Proyek itu adalah mengambil alih pengurusan Rose dari para bibi ke tangannya sendiri, dan membuat Rose menjadi lebih sehat, ceria dan normal. Proyek itu berlangsung selama setahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Selama setahun itu Rose perlahan tumbuh menjadi gadis yang ceria dan sehat, berwawasan luas serta dipersiapkan menjadi seorang wanita yang "baik", meski tetap keceriaan remajanya tetap muncul. Paman Alec memberikan contoh yang baik bagi remaja putri. Alih-alih mengenakan gaun berat berkorset plus high heels, Paman Alec memilihkan pakaian yang nyaman dan sederhana bagi Rose, yang justru menampilkan kecantikan seorang gadis remaja. Kegiatan-kegiatan di luar rumah membuat Rose sehat dan segar. Sementara pelajaran-pelajaran keilmuan dari Paman Alec serta ketrampilan mengurus rumah tangga dari para bibi, mempersiapkan Rose menjadi ibu rumah tangga yang tetap berwawasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Banyak petualangan seru dan asyik dijalani Rose bersama Paman Alec dan tujuh sepupunya. Namun di sela kegembiraan itu, Rose juga sempat melakukan "pengorbanan". Ia mengorbankan saat-saat indah liburan di pulau demi Phebe, gadis pelayan yatim piatu yang ia angkat menjadi saudaranya. Ia juga meluangkan waktu untuk menemani Mac saat anak laki-laki itu menderita sakit mata. Dan saat ada pertengkaran di antara sepupunya, Rose-lah yang mendamaikan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Akhirnya, setelah masa setahun itu selesai, Rose harus memutuskan di mana dan bersama siapa ia akan tinggal setelah itu. Siapa yang paling dicintainya dan paling membahagiakan hidupnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Eight Cousins ini jelas buku yang membawa kegembiraan bagi pembacanya, tapi di dalamnya juga tersisip pelajaran moral yang baik bagi remaja pada umumnya, dan remaja putri khususnya. Persahabatan, pengorbanan, kepercayaan, dan baaanyaaak keceriaan akan anda temukan di sini. Tiga bintang untuk kedelapan sepupu ini!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Judul: Eight Cousins&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penulis: Louisa May Alcott&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penerbit: Orange Books (Mizan group)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Terbit: Februari 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tebal: 375 hlm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-6018314809909555429?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/6018314809909555429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=6018314809909555429&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6018314809909555429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6018314809909555429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/09/eight-cousins.html' title='Eight Cousins'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-KmIgEIfqLLw/TmCzz7MAuFI/AAAAAAAAEYo/a0VWVp7Z6SQ/s72-c/eight-cousins.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-5792859651985779245</id><published>2011-09-07T08:12:00.005+07:00</published><updated>2011-10-07T19:27:17.780+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Epik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oncor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Homer'/><title type='text'>The Iliad of Homer</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-I0p6hbGaldQ/Tl9DJdUplNI/AAAAAAAAEYg/Mg1lc3JoB8U/s1600/the-iliad-of-homer.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 211px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-I0p6hbGaldQ/Tl9DJdUplNI/AAAAAAAAEYg/Mg1lc3JoB8U/s320/the-iliad-of-homer.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647306287515014354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;" class="Apple-style-span"&gt;&lt;span&gt;Homer dikenal sebagai seorang penyair epik terbesar di dunia barat yang berasal dari Yunani. Dua karya terbesarnya, The Iliad dan The Odyssey berkisah tentang sebuah perang besar yang terjadi antara Yunani dan Troy, yang dikenal dengan Perang Troy. The Iliad, yang ditulis pertama kali oleh Homer, menuturkan tahun-tahun akhir Perang Troy yang dalam sejarah diperkirakan terjadi selama 10 tahun, di sekitar tahun 1200 SM. Aslinya, The Illiad berbentuk puisi, namun Penerbit Oncor Semesta Ilmu telah menerjemahkannya bagi kita dalam bentuk sebuah cerita, sehingga lebih mudah untuk dicerna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Paris atau Alexandrus adalah Pangeran Troy yang telah menyulut Perang Troy. Dalam kunjungannya ke Sparta, ia menculik Helen, ratu Sparta yang saat itu adalah wanita tercantik di dunia. Helen adalah istri Raja Menelaus, adik raja Mycenae: Agamemnon. Agamemnon juga merupakan Raja Agung Achaean (yang terdiri dari banyak kerajaan-kerajaan kecil) atau yang disebut Yunani. Menelaus yang murka meminta Agamemnon adiknya untuk mengangkat senjata dan memerangi bangsa Troy. Kalau masih bingung, anda perlu membaca terlebih dahulu buku tentang &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2011/09/age-of-bronze-1-thousand-ships.html"&gt;awal mula Perang Troy&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;The Iliad dibuka dengan perseteruan Agamemnon dengan pahlawan yang menjadi ujung tombak seluruh pasukan Achaean, yakni Achilles dari Phthia. Penyebabnya adalah wabah mematikan yang telah didatangkan oleh dewa Apollo kepada pasukan Achaean. Agamemnon rupanya telah menawan seorang gadis menjadi istrinya. Gadis ini putri seorang pendeta bernama Chryses. Karena Agamemnon tak mau membebaskan putrinya, Chryses memohon bantuan pada Apollo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Agamemnon yang keras kepala akhirnya setuju untuk memulangkan putri Chryses, namun meminta hadiah pengganti. Hadiah yang ia minta adalah Briseis, gadis milik Achilles. Achilles meradang karena penghinaan Agamemnon dan akhirnya menarik diri dari medan perang. Tak cuma itu, Achilles minta bantuan ibunya, Thetis untuk memberi Troy kemenangan. Dengan itu ia berharap ketika panik karena kalah, Agamemnon akan memohon-mohon dirinya untuk ikut perang dan Briseis akan dikembalikan kepadanya. Jadi Thetis  menghadap pemimpin para dewa yakni Zeus di istananya di Olimpus, dan Zeus pun berjanji untuk mengabulkan permohonan Thetis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dari sini jelas terlihat bagaimana Homer memasukkan peran dewa-dewi yang banyak berpengaruh dan terlibat dalam kehidupan manusia. Dalam perang Troy ini saja Zeus, Hera (istri Zeus), Athena (putri Zeus), Aphrodite, Poseidon, Ares dan Apollo tercatat sering membantu kedua belah pihak yang berperang. Kadang-kadang bahkan terkesan manusia itu layaknya alat bagi para dewa. Kita jadi dibuat berpikir, sebenarnya yang berperang ini dewa melawan dewa atau manusia melawan manusia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Hampir di sepanjang buku ini dikisahkan peperangan yang seimbang antara Achaean dan Troy. Berkali-kali Achaean memukul mundur Troy, dan berkali-kali pula Troy balas menyerang setelah mendapat suntikan semangat dari Hector, putra tertua Raja Troy, Priam, yang merupakan pemimpin dari pihak Troy. Begitu juga sebaliknya, ketika pasukan Achaean melemah ketika diserang pasukan Troy, Diomedes yang paling berani di antara pahlawan Achaean akan maju dan membunuh banyak ksatria di pihak Troy untuk mengobarkan kembali semangat pasukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dan di sepanjang waktu itu para dewa turut menyaksikan sekaligus mengontrol jalannya peperangan. Tak heran bahwa Perang Troy dapat berlangsung hingga sepuluh tahun, karena begitu salah satu pihak kalah, dewa akan melindungi mereka. Aphrodite, Apollo dan Zeus adalah dewa-dewi yang membantu Troy, sementara di pihak Achaean ada Hera, Athena dan Poseidon. Keberadaan para dewa yang membantu manusia ini dipercaya sebagai hiasan yang dipakai Homer untuk mempercantik kisah epik ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pada satu titik, Hector mampu mengobrak-abrik pertahanan Achaean sehingga Agamemnon yang terdesak merayu Achilles untuk membantu mereka berperang. Achilles yang masih sakit hati tetap menolak, bahkan setelah Agamemnon menjanjikannya berbagai hadiah. Pasukan Troy kemudian mematahkan pertahanan Achaean dengan memasuki tembok tinggi dan parit yang dibangun Achaean untuk melindungi kapal-kapal berisi harta rampasan mereka. Hector lalu memerintahkan pasukannya untuk membakar kapal musuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Di tengah kepanikan itu, Patroclus --seorang sahabat karib yang paling dicintai Achilles-- tergerak untuk maju perang. Ia mengenakan baju perang Achilles dengan tujuan untuk mengelabui musuh. Majunya Patroclus memang telah direstui Zeus, karena hanya dengan kematian Patroclus di medan perang, Achilles akan sedih dan ingin membalas dendam. Dengan demikian, ia pun akan berdamai dengan Agamemnon dan maju berperang untuk merebut kemenangan bagi Achaea. Dan itulah yang terjadi. Patroclus akhirnya terbunuh di tangan Hector, maka kini Achilles mengincar Hector untuk membalaskan dendam!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-_OIBRIA2SmU/Tl9BSV8QCVI/AAAAAAAAEYY/_3mizpSvYwc/s1600/achilles-hector.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-_OIBRIA2SmU/Tl9BSV8QCVI/AAAAAAAAEYY/_3mizpSvYwc/s320/achilles-hector.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647304241129195858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;ilustrasi ketika Achilles bertarung dengan Hector&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhasilkah Achilles membunuh Hector? Dan apakah para dewa yang membela Troy akan melindungi Hector? Menarik untuk membaca bagian-bagian akhir buku ini yang menyisakan adegan seru yang heroik sekaligus mengharukan. Perang Troy merupakan salah satu perang terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah, dan Homer telah berhasil merangkumnya agar kita boleh menikmati kisah terhebat tentang keberanian, cinta, ambisi dan kepahlawanan sepanjang masa ini. Empat bintang untuk The Iliad!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: The Iliad of Homer&lt;br /&gt;Penulis: Homer&lt;br /&gt;Sumber: The Iliad of Homer (The Project Gutenberg Etext of The Iliad, translated by Samuel Butler)&lt;br /&gt;Penerbit: Oncor Semesta Ilmu&lt;br /&gt;Terbit: 2011&lt;br /&gt;Tebal: 248 hlm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-5792859651985779245?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/5792859651985779245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=5792859651985779245&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5792859651985779245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5792859651985779245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/09/iliad-of-homer.html' title='The Iliad of Homer'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-I0p6hbGaldQ/Tl9DJdUplNI/AAAAAAAAEYg/Mg1lc3JoB8U/s72-c/the-iliad-of-homer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-467990173553371284</id><published>2011-09-05T08:24:00.002+07:00</published><updated>2011-10-04T16:06:07.590+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realisme Magis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mo Yan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Big Breasts and Wide Hips</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-K8hCWp0YtzU/Tl3UecLcUUI/AAAAAAAAEXY/lgDw4o-62MY/s1600/big-breasts-wide-hips.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 206px; height: 313px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-K8hCWp0YtzU/Tl3UecLcUUI/AAAAAAAAEXY/lgDw4o-62MY/s320/big-breasts-wide-hips.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646903127217819970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;“Kenapa orang mengambil istri? Untuk meneruskan garis keturunan keluarga.”&lt;/span&gt;&lt;span&gt; ~hlm. 90.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;“Bagi seorang wanita, tidak menikah bukanlah pilihan, tidak punya anak tidak bisa diterima, dan hanya memiliki anak perempuan tidak bisa dibanggakan sama sekali.”&lt;/span&gt;&lt;span&gt; ~hlm. 93.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;“Kau memukuli perempuan supaya dia patuh seperti kau membuat adonan untuk dijadikan bakmi.”&lt;/span&gt;&lt;span&gt; ~hlm. 106.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sebagai seorang perempuan, marah tentunya adalah reaksi yang wajar bagiku membaca potongan percakapan-percakapan di atas. Ya, aku sudah mengetahui dalam sejarah bahwa di abad-abad lalu, keberadaan perempuan selalu di nomor duakan, bahkan cenderung disepelekan. Aku juga sudah belajar tentang bagaimana rakyat China begitu mengagung-agungkan anak laki-laki sehingga anak perempuan cenderung “dibuang” dan ditolak. Dan aku sudah memiliki semua persepsi itu sewaktu hendak membaca buku ini: Big Breasts and Wide Hips, yang menurutku waktu itu pastilah (lagi-lagi) mengenai ketidakberdayaan perempuan di China.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Namun, membaca halaman demi halaman buku ini, rasa marahku berkembang menjadi jijik, ngeri dan trenyuh saat memahami penderitaan yang sesungguhnya ditanggung oleh kaumku itu di China sana, seabad yang lalu. Perempuan bukan saja disepelekan dan ditolak, ada di antara mereka yang diperlakukan sangat tidak manusiawi dan dengan sangat biadab. Dan Mo Yan, penulis kisah nyata ini, menjelentrehkan semua budaya kejam itu melalui kisah diri seorang wanita bernama Shangguan Lu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Lu Xuan’er adalah seorang anak perempuan yatim piatu yang dipelihara paman dan bibinya. Ia baru berusia lima tahun ketika ia harus mendapatkan siksaan pertamanya sebagai seorang perempuan. Kaki-kaki mungilnya harus mulai diikat karena jaman itu deskripsi kecantikan perempuan adalah kaki yang teramat mungil yang diibaratkan teratai. Namun yang anda mungkin belum tahu, adalah proses yang amat menyakitkan dalam pengikatan kaki itu. “…Kata Ibu, sakitnya sama seperti kalau kita membenturkan kepala ke dinding.” ~hlm 79. Dan untuk apa penderitaan itu harus dialami anak berusia lima tahun? Hanya agar saat dewasa akan ada laki-laki yang mau menikahinya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Saat usianya tujuh belas tahun Xuan’er dipinang oleh keluarga Shangguan untuk putra mereka. Sudah berharap segera meminang bayi laki-laki, Shangguan Lũ --sang ibu mertua yang bengis—kecewa karena menantu perempuannya tak kunjung hamil. Rentetan kata-kata kasar, menghina dan merendahkan sudah biasa meneror keseharian Shangguan Lu (nama Xuan’er setelah menikah). Hingga akhirnya saat pulang ke kampung bibi dan pamannya dan memeriksakan diri ke dokter, kenyataan yang ironis pun mereka dapati. Ternyata yang mandul bukanlah Shangguan Lu, melainkan suaminya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Bagaimana pun tak mungkin baginya meminta keadilan. Selama ia tak dapat memberikan anak laki-laki bagi mertuanya, sang ibu mertua akan terus menyiksanya. Maka sang bibi memberi kemenakannya arak hingga mabuk, lalu menyuruh suaminya untuk menyetubuhi Shangguan Lu supaya ia bisa hamil. Si Cakar Besar, paman Shangguan Lu, sempat menanamkan benihnya dua kali di rahim kemenakannya. Dua-duanya menghasilkan anak perempuan. Lalu karena teror dari sang ibu mertua yang makin intens tiap kali Shangguan Lu melahirkan anak perempuan, Shangguan Lu akhirnya terpaksa menggunakan “donor” dari pria yang berbeda-beda demi memberinya anak laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Di “Daftar Tokoh-Tokoh Penting” yang diselipkan sebelum bab I buku ini, anda akan melihat deretan ayah anak-anak perempuan Shangguan Lu yang akhirnya berjumlah hingga delapan orang. Mulai dari pedagang anak itik, dokter herbal keliling, jagal anjing, biarawan, hingga pastor misionaris berdarah Swedia. Bahkan empat orang tentara desertir pada masa itu menambahkan jejak kelam dalam sejarah memilukan Shangguan Lu, ketika keempat pria itu memperkosa Shangguan Lu dan memberinya anak perempuan yang ketujuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sedangkan anak laki-laki yang ditunggu-tunggu itu akhirnya lahir ke dunia bersama dengan kembarannya, anak perempuan ke delapan yang buta. Anak laki-laki inilah yang kelak menceritakan kisah Shangguan Lu ini hingga menjadi buku ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Yang membuatku miris pada bagian ini adalah kelakuan suami dan ibu mertua Shangguan Lu. Bagaimana mungkin seorang manusia tega menyuruh wanita yang baru saja beberapa menit lalu melahirkan anak, untuk langsung bekerja keras di ladang di bawah terik matahari? Apalagi manusia itu seorang ibu yang pasti tahu rasanya melahirkan anak? Tubuhku sampai menggigil membayangkan kekejian macam itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Keadaan agak membaik (dan membuatku bisa menghembuskan napas lega) ketika pasukan Jepang masuk ke kota tempat mereka tinggal dan membunuh mertua laki-laki dan suami Shangguan Lu, sementara ibu mertuanya menjadi linglung. Sejak saat itu Shangguan Lu harus berusaha menghidupi ke delapan anaknya. Ketika melihat Pastor Malory yang mencintai Shangguan Lu dengan lembut, memperlakukannya sebagai seorang wanita, aku pun ikut bersyukur, meski keadaan itu tak berlangsung lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Membesarkan delapan anak sendirian sambil mengarungi kondisi politik yang tak menentu bukanlah tugas mudah bagi Shangguan Lu. Kekecewaan demi kekecewaan harus dialaminya ketika anak-anak perempuannya satu demi satu menikah dengan pria-pria “bermasalah”. Ada yang pemberontak, ada pula yang bandit. Dan anak-anak perempuan itu sendiri ada yang menjadi gila, ada pula yang bunuh diri. Lalu bagaimana dengan si anak laki-laki yang digadang-gadang menjadi anak emas, dan demi kehadirannya di dunia ini si ibu rela mengorbankan segalanya, dari nyawa hingga kehormatannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ternyata Jintong, si anak laki-laki itu tumbuh menjadi anak manja yang ketagihan menyusu hingga usia tujuh tahun, sekaligus memiliki obsesi yang menyimpang terhadap payudara wanita. Di bagian inilah aku merasa agak risih karena Jintong suka menilai perempuan dari bentuk payudaranya, alih-alih cara berpikir atau perasaannya. Di sini aku jadi bertanya-tanya, apakah maksud Mo Yan menggunakan metafora payudara ini dengan cara yang (menurutku) terlalu vulgar? Alih-alih mengambil simpati para wanita, ia malah membuatku merasa tak nyaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Di luar itu, keunikan buku ini adalah karena keluarga Shangguan secara tak sengaja merupakan saksi dan pelaku beberapa sejarah penting. Shangguan Lu lahir tepat pada tahun terjadinya pemberontakan Boxer, kemudian berturut-turut ia turut terlibat (meski sedikit dan secara tak sengaja) dalam invasi Jepang ke China saat Perang Dunia II hingga Revolusi Kebudayaan. Demikian juga anak-anak perempuan dan para menantunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pada akhirnya, Mo Yan seolah ingin menunjukkan keperkasaan kaum wanita melalui Big Breasts and Wide Hips ini. Kaum wanita yang waktu dianggap lemah dan tak berarti, justru memainkan banyak peranan penting yang mengubah sejarah. Sebaliknya, anak laki-laki yang dinanti-nantikan kehadirannya sehingga memberikan penderitaan pada ibu dan kakak-kakak perempuannya, malah tumbuh dewasa sebagai pria lembek yang tak berdaya, yang bahkan tunduk pada wanita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tiga bintang untuk buku ini, karena meski kurang nyaman dibaca –selain karena ke-vulgar-an dan kebrutalannya, juga penempatan paragraph-paragraf yang panjang sangat melelahkan untuk dinikmati— namun Mo Yan telah berhasil membuahkan tulisan bernuansa realism magis bercampur sejarah yang dengan sangat detail membangun karakter tokoh-tokohnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Judul: Big Breasts and Wide Hips&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penulis: Mo Yan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penerjemah: Rahmani Astuti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penerbit: Serambi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Terbit:  Mei 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tebal: 750 hlm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-467990173553371284?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/467990173553371284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=467990173553371284&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/467990173553371284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/467990173553371284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/09/big-breasts-and-wide-hips.html' title='Big Breasts and Wide Hips'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-K8hCWp0YtzU/Tl3UecLcUUI/AAAAAAAAEXY/lgDw4o-62MY/s72-c/big-breasts-wide-hips.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-784382080202738175</id><published>2011-09-01T08:10:00.002+07:00</published><updated>2011-09-05T08:15:19.333+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Epik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gramedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cergam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Eric Shanower'/><title type='text'>Age of Bronze 1: A Thousand Ships</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Aw7cEgfu8Tc/Tl3QmqQVGZI/AAAAAAAAEXQ/Bv333z6RCqA/s1600/a-thousand-ships.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 209px; height: 302px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Aw7cEgfu8Tc/Tl3QmqQVGZI/AAAAAAAAEXQ/Bv333z6RCqA/s320/a-thousand-ships.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646898870388857234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;Setiap peristiwa besar yang terjadi di dunia pastilah memiliki awal mula. Begitu juga Perang Troy yang amat termashyur dalam mitologi Yunani itu. Kita sudah sering mendengar, membaca bahkan menonton tentang perang itu, namun mungkin kita belum memahami bagaimana awal mula perang itu terjadi. Seorang ilustrator andal bernama Eric Shanower telah menelurkan sebuah novel grafis yang membuat kita memahami kisah epik kuno ini dengan lebih mudah dan dapat lebih menikmati alur ceritanya lewat gambar yang amat detail serta dialog yang gamblang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku mau ke Troy&lt;/span&gt;", itulah kata-kata Paris, seorang anak gembala kerbau sederhana bernama Agelaus yang tinggal di gunung Ida, yang mengawali perang Troy. Pada suatu hari pegawai kerajaan meminta kerbau keramat milik Agelaus untuk dijadikan hadiah pertandingan di kerajaan. Tak rela kerbau yang sedianya akan mereka korbankan direbut oleh Raja, berangkatlah Paris ke ibukota Troy untuk mengikuti pertandingan demi merebut kembali si kerbau keramat. Ia didampingi ayahnya, dan diiringi tangis Oenone kekasihnya yang telah meramalkan perang dan bahaya yang mengancam Paris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Di Troy, Paris benar-benar menunjukkan kehebatannya dan berhasil memenangkan si kerbau keramat, namun putra-putra Raja tidak terima dan hendak membunuhnya. Di saat genting itu Agelaus mengingatkan Raja tentang peristiwa kelahiran Paris. Maka terungkaplah bahwa Paris sesungguhnya adalah putra Raja Priam yang dulu hendak dibunuh. Singkat kata Paris pun menjadi Pangeran di kerajaan Troy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Beberapa bulan kemudian Paris diutus Priam ayahnya untuk menculik Hesione, kakak perempuan Priam yang masih tertawan di Achaea (Yunani). Pada saat itu Achaea dan Troy telah menandatangani perjanjian damai. Namun ternyata bukan Hesione yang dibawa pulang Paris, justru Helen, wanita tercantik sedunia yang menjadi istri raja Sparta (Lakedaemon): Menelaus lah yang diculik Paris. Menelaus meradang, dan mendesak Agamemnon, Raja Agung Achaea untuk berperang melawan Troy. Mengetahui ini, Priam mengutus pendetanya bernama Kalchas untuk pergi ke Achaea menjadi mata-mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Penculikan Helen bisa terjadi karena sebelum itu tiga dewi memperebutkan apel emas sebagai simbol pemiliknya adalah yang tercantik. Dan Paris lah yang ditugasi oleh para dewa untuk memilih pemenang yang berhak mendapatkan apel itu, apakah Hera, Athena atau Aphrodite. Masing-masing dewi menjanjikan hadiah bagi Paris bila ia memilih mereka. Akhirnya Paris memilih Aphrodite yang menjanjikannya seorang istri wanita tercantik di dunia, yakni Helen. Maka bahkan sebelum Paris menginjakkan kaki ke Sparta, Aphrodite sudah membuat Helen terbakar oleh api cinta pada Paris, dan yang membuatnya memutuskan melarikan diri bersama Paris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Di sisi lain, Thetis, seorang pendeta wanita mendapatkan penglihatan tentang perang besar yang akan terjadi, memohon dewa angin Poseidon untuk mendatangkan badai ke samudra, dan menggoncangkan kapal yang membawa Paris pulang. Mengapa ia melakukan ini? Tak lain untuk melindungi putra tercintanya Achilles, buah cintanya dengan Peleus, yang menurut penglihatannya akan terlibat dalam perang besar itu, dan akan mati di medan perang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Maka Thetis membawa Achilles ke Skyros di bawah perlindungan Lykomedes, dan menyamarkannya sebagai anak perempuan bernama Pyrrha. Di sana ia jatuh cinta pada putri Lykomedes yang bernama Deidamia, dan akhirnya memiliki putra yang dinamai Neoptolemus (Pyrrhus). Kelak Achilles ditakdirkan sebagai kunci kemenangan bagi negara-negara persekutan Achaea dalam perang Troy, berkat penglihatan Kalchas --sang pendeta Troy yang diutus menjadi mata-mata ke Achaea.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sementara itu Agamemnon sedang menyusun kekuatan, mengumpulkan sekutu dan pasukan di pihaknya. Pertanyaannya mungkin, mengapa begitu banyak kerajaan yang mau membantu Agamemnon dalam perang karena urusan pribadi ini? Semuanya berawal ketika Helen dulu hendak dinikahkan oleh ayahnya, raja Sparta Tyndareus. Karena begitu banyak raja yang melamar Helen, dan takut akan terjadi pertikaian, maka raja-raja peminang Helen itu bersumpah akan mengangkat senjata seandainya kelak Helen direbut dari tangan raja yang berhasil menikahinya. Dan kini ternyata si pangeran Troy lah yang menculik Helen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tokoh kunci lainnya dalam peperangan besar itu adalah Odysseus, raja Ithaka dan suami Penelope, yang akhirnya berhasil dibujuk Agamemnon untuk ikut berperang. Lumayan menarik kisah Odysseus ini, yang sempat berpura-pura gila ketika dikunjungi Agamemnon demi menghindarkan diri untuk maju perang. Ia dulu merupakan pencetus ide "sumpah para raja" saat pernikahan Helen, namun justru karena itulah ia mendapatkan seorang istri yang dicintainya, dan terpaksa harus ditinggalkannya bila ia maju perang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Namun akhirnya Agamemnon berhasil membujuk Odysseus. Kemudian Odysseus bersama Diomedes, dua raja yang sama-sama memihak Achaea, berangkat ke Skyros untuk menjemput Achilles. Di Skyros penyamaran Achilles akhirnya terungkap, dan ia pun dinikahkan dengan Deidamia sebelum berangkat ke Achaea untuk menjadi salah satu komandan pasukan sekutu di bawah Agamemnon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sempat mengalami kekurangan bahan pangan, namun --karena perang ini merupakan kehendak para dewa-- akhirnya pasukan pun siap untuk berangkat ke medan perang. Tepat sebelum mereka berangkat, seorang peramal memperoleh penglihatan bahwa butuh waktu sembilan tahun bagi Achaea untuk berperang melawan Troy, sebelum akhirnya pada tahun ke sepuluh Troy akan jatuh ke tangan Achaea. Dan di sinilah bagian pertama Age of Bronze ini berakhir...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Seperti kita ketahui, kisah-kisah dalam mitologi Yunani telah diceritakan selama berabad-abad, dan makin lama makin banyak hiasan, tambahan di sana-sini. Aku membayangkan kisah-kisah itu bagaikan potongan-potongan puzzle yang bertebaran dalam banyak karya tulis, dongeng lisan maupun pentas sandiwara. Seperti itulah kira-kira yang dilakukan Eric Shanower demi membawa epik ini ke abad kedua puluh satu. Tak ada yang tahu pasti hingga kini apakah semua kisah yang memiliki banyak percabangan ini sungguh-sungguh terjadi, atau manakah yang benar-benar sejarah dan mana yang fiksi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gALMJTiRTbo/Tl3QKmStQVI/AAAAAAAAEXI/5dAx6ETVAE4/s1600/a-thousand-ships-komik.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 291px; height: 311px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-gALMJTiRTbo/Tl3QKmStQVI/AAAAAAAAEXI/5dAx6ETVAE4/s320/a-thousand-ships-komik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646898388288749906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;"&gt;cuplikan adegan di novel grafis ini, menampilkan Helen of Sparta dan Paris, Pangeran Troy&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Mungkin semuanya tak penting lagi, namun yang jelas dari potongan-potongan puzzle itu, Eric telah mempersembahkan kisah yang menarik dan cukup manusiawi untuk kita nikmati. Bahkan detail seperti bentuk bangunan, cara berpakaian atau ciri wajah tokoh-tokoh di epik ini bukan sembarangan dipilih Erik, melainkan melalui riset yang mendalam. Tak lupa Eric juga mencantumkan pula silsilah dan daftar nama pelaku dalam epik ini untuk mempermudah kita. Salut pada Eric Shanower, yang membantu kita memahami latar belakang Perang Troy. Sekaligus bagi anda yang ingin membaca karya Homer: Iliad dan Odyssey, ada baiknya anda membaca novel grafis ini sebagai referensi. Empat bintang untuk novel grafis ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul: Age of Bronze 1: A Thousand Ships&lt;br /&gt;Judul terjemahan: Jaman Perunggu 1: Seribu Kapal&lt;br /&gt;Penulis/ilustrator: Eric Shanower&lt;br /&gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;Terbit: Mei 2007&lt;br /&gt;Tebal: 225 hlm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-784382080202738175?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/784382080202738175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=784382080202738175&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/784382080202738175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/784382080202738175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/09/age-of-bronze-1-thousand-ships.html' title='Age of Bronze 1: A Thousand Ships'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Aw7cEgfu8Tc/Tl3QmqQVGZI/AAAAAAAAEXQ/Bv333z6RCqA/s72-c/a-thousand-ships.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-9114612826658255781</id><published>2011-08-29T09:15:00.002+07:00</published><updated>2011-08-29T09:15:00.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Redline'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Nyata'/><title type='text'>Saga No Gabai Baachan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-m_SNFQ31Qos/TlYT84Sz_AI/AAAAAAAAEXA/SbP0CkrrptA/s1600/saga-no-gabai-baachan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 311px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-m_SNFQ31Qos/TlYT84Sz_AI/AAAAAAAAEXA/SbP0CkrrptA/s320/saga-no-gabai-baachan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644721119579864066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;“Sebenarnya tidaklah sulit untuk mencapai ‘kehidupan yang baik’. Kita hanya perlu menikmati apa pun yang terjadi dalam hidup, menyantap dengan bersyukur makanan apa pun yang ada di depan mata, lalu hidup dengan tawa setiap harinya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Itulah isi buku ini bila hendak diringkas dalam dua kalimat. Itulah juga yang telah dipelajari, dihayati dan dipraktekkan oleh Yoshichi Shimada, penulis buku ini dalam hidupnya. Berbahagialah Yoshichi karena dalam awal-awal hidupnya ia boleh tinggal bersama neneknya, Nenek Osano. Sang neneklah yang mengajarkan semua falsafah sederhana ini, dan sekarang Yoshichi hendak membaginya untuk kita dalam kisah nyata Saga No Gabai Baachan ini…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bom atom yang jatuh ke Hiroshima saat Perang Dunia II telah memporak-porandakan kehidupan banyak keluarga. Akihiro yang saat itu berusia delapan tahun kehilangan ayahnya, sehingga ibunya harus bekerja keras. Takut perkembangan Akihiro terganggu, sang ibu memutuskan menitipkan Akihiro pada ibunya (nenek Akihiro) yang tinggal di perkampungan kecil bernama Saga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kalau sebelumnya keluarga Akihiro terbilang miskin, kehidupan neneknya di Saga ternyata malah jauh lebih miskin lagi. Awalnya Akihiro berkecil hati dengan keadaan ini, namun herannya, sang nenek justru terlihat santai, tenang, ceria, dan….bahagia. Bagaimana bisa? Ternyata Nenek Osano memiliki filosofi tersendiri dalam menjalani hidup ini, yang intinya terletak pada kesederhanaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di sepanjang buku ini anda akan melihat bagaimana sederhananya jalan pikiran Nenek Osano, cenderung unik sehingga cucunya sendiri sering terheran-heran. Nenek Osano berani melakukan hal-hal yang sederhana namun tak pernah terpikirkan oleh orang lain, lihat saja caranya sang nenek mendapat bahan makanan sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kalau anda biasa menuju ke supermarket, begitu juga Nenek Osano. Hanya saja supermarket ala Nenek Osano bukan terletak di gedung megah, melainkan berada di sungai. Kalau anda mendapatkan sayur atau buah dengan membayarkan uang atau menggesek kartu kredit, Nenek Osano tak mengeluarkan sepeser pun uang. Caranya? Anda bisa menemukannya di buku ini. Memang itu bukan cara yang “elegan” untuk mendapatkan makanan, namun cara yang cerdik bagi kehidupan super miskin seperti Akihiro dan neneknya ketika itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Cara sederhana bin unik lainnya bisa anda lihat di cover buku ini. Tampak ilustrasi nenek Osano berjalan sambil menyeret magnet di ujung tali yang dililitkan ke pinggangnya. Sesuatu yang janggal, namun anda akan menemukan di buku ini, bahwa alasan dan tujuan sang nenek melakukan hal itu ternyata sederhana sekaligus logis sekali...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Membaca buku ini akan terasa sekali nuansa Jepang-nya. Bukan hanya dari budaya dalam kesehariannya, namun juga penerjemahan buku ini yang langsung diambil dari versi Jepangnya. Kental sekali nuansa dialog-dialog khas Jepang yang bertebaran di mana-mana. Singkat dan sopan, dan seringkali aku bahkan seolah melihat pelakunya mengatakan dialog itu sambil membungkuk pada lawan bicaranya, khas gerak tubuh orang Jepang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Akhirnya, buku ini adalah jenis buku yang ringan untuk dicerna, namun sekaligus mengandung filosofi hidup yang ringan juga untuk dihayati. Anda merasa sudah punya (atau hampir punya) segalanya, tapi masih tidak bahagia? Nenek Osano siap membantu anda. Tapi…beli bukunya dulu, ya…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tiga bintang buat Nenek Osano!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Saga No Gabai Baachan (Nenek Hebat Dari Saga)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Yoshichi Shimada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Indah S. Pratidina, Koordinator: Mikihiro Moriyama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: Mahda Books (Penerbit RedLine)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Mei 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tebal: 245 hl&lt;/span&gt;m&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-9114612826658255781?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/9114612826658255781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=9114612826658255781&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/9114612826658255781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/9114612826658255781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/08/saga-no-gabai-baachan.html' title='Saga No Gabai Baachan'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-m_SNFQ31Qos/TlYT84Sz_AI/AAAAAAAAEXA/SbP0CkrrptA/s72-c/saga-no-gabai-baachan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-7289712971058559807</id><published>2011-08-25T08:15:00.001+07:00</published><updated>2011-08-25T08:17:09.434+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Epik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gramedia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Chitra Banerjee Divakaruni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><title type='text'>The Palace of Illusions</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-oht17DYd3nY/TlSS7pitW4I/AAAAAAAAEVk/uY2eka4Scmw/s1600/the-palace-of-illusions.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 211px; height: 306px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-oht17DYd3nY/TlSS7pitW4I/AAAAAAAAEVk/uY2eka4Scmw/s320/the-palace-of-illusions.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644297786463443842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di dunia ini ada satu hal yang paling kejam, yaitu balas dendam! Kisah epik Mahabharata mungkin paling pas untuk menjelaskan kepada kita bagaimana dahsyatnya akibat dari balas dendam. Bagaimana kebencian dan cinta mampu mengubah sejarah sekaligus para pelakunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di jaman patriarkis yang kuat saat itu (sekitar abad ketiga), sosok wanita bernama Dropardi terlihat menonjol. Dengan keeksotisan warna coklat kulitnya, dengan caranya “lahir” ke dunia yang tak lewat rahim seorang ibu, dengan cara berpikir yang keluar dari pakem kaum perempuan, dengan perkawinannya dengan lima lelaki sekaligus, namun terutama dengan pengaruhnya yang besar dalam menyulut perang besar antara Pandawa dan Korawa di padang Kurukshetra. Dari sudut pandang wanita macam inilah, kisah epik ini dikisahkan kembali dengan apik oleh seorang penulis wanita asal India: Chitra Banerjee Divakaruni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti cara kemunculannya ke dunia yang eksotis --yakni melalui api-- Dropadi, putri Raja Panchala memang selalu berbeda dari wanita lainnya. Semenjak kecil ia diramalkan akan menikah dengan lima pria dan akan mengubah sejarah dunia. Tak seperti perempuan pada umumnya, Dropadi lebih suka berdiskusi dengan Dre kakaknya, juga dengan Krishna, pria keturunan dewa yang selalu menjadi sahabat dan pelindung Dropadi yang sejati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Takdir mulai berbicara ketika tiba hari Dropadi harus mencari suami lewat sayembara yang sulit. Saat itu hanya Arjuna, putra ke-3 Pandawa bersaudara, ksatria yang akan mampu memenanginya. Sayangnya Pandawa sedang berada dalam masa pengasingan akibat saudara sepupu mereka, Korawa yang jumlahnya 100 orang, merebut takhta Hastinapura. Namun banyak orang terkejut ketika seorang pemuda bernama Karna mengikuti sayembara itu dengan penuh percaya diri. Dropadi sebenarnya berharap pemuda tampan ini menjadi suaminya, namun ia terikat pada takdir yang mengharuskannya menikah dengan Arjuna (cara politis melebarkan “sayap” kerajaan adalah dengan perkawinan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demi menghalangi Karna yang ngotot mengikuti sayembara, terlontarlah hinaan pedas dari mulut Dropadi yang menyakitkan bagi Karna. Itulah yang kelak menjadi cikal bakal bibit kebencian, balas dendam dan akhirnya perang. Sementara itu, Arjuna yang menyamar karena berada dalam persembunyian dari para Korawa, akhirnya memenangkan sayembara dan memboyong Dropadi sebagai istrinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak dinyana, Kunti –ibu Pandawa—meminta kelima anaknya menikahi Dropadi bersama-sama, karena dari kecil mereka sudah dididik untuk sama-rata-sama-rasa. Jadi, selain menjadi istri Arjuna, Dropadi juga akan menjadi istri Yudistira –si sulung yang bijak, Bima yang impulsif, dan saudara kembar: Nakula dan Sadewa. Dropadi yang awalnya merasa terhina karena merasa bak piala bergilir, harus pasrah menerima takdirnya. Bersama Pandawa ia pernah menjadi Ratu di Indraprashta, negara baru yang dibangun Pandawa karena Korawa mengambil hak mereka atas takhta Hastinapura. Di sini Dropadi menikmati keberlimpahan hidup dalam Istana Khayalan, istana terindah di dunia yang dibangun dengan sihir, persis seperti istana yang selalu dikhayalkan Dropadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun kebahagiaan tak berumur panjang, suatu hari Duryodana –Raja Hastinapura dan putra sulung Korawa—mengundang mereka berlibur ke kediamannya. Di sini satu-satunya kelemahan Yudistira, yaitu kegemarannya berjudi, dimanfaatkan dengan cerdiknya oleh Duryodana yang selalu dibantu pamannya yang culas: Sangkuni. Pada hari menentukan itu, Yudistira yang sudah kehilangan akal sehat, terpaksa menyerahkan berturut-turut kekayaan negaranya, kerajaannya, bahkan dirinya sendiri dan saudara-saudaranya serta Dropadi, untuk menjadi budak Korawa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malang bagi Dropadi, Karna mengambil kesempatan ini untuk membalas dendam dengan mempermalukan Dropadi di hadapan banyak orang. Ia menghasut Dursasana –adik Duryodana—untuk membuka kain sari Dropadi dan menelanjanginya. Namun karena bantuan para dewa (Krishna?), kain sari yang melilit tubuh Dropadi tak habis-habisnya meski ditarik terus oleh Dursasana. Hingga Dursasana pingsan, Dropadi tetap berpakaian. Namun penghinaan itu adalah penghinaan terbesar bagi seorang perempuan, apalagi Dropadi adalah seorang Ratu. Maka tak heran kalau Dropadi meyakinkan suami-suaminya untuk membalaskan dendam baginya dengan mengobarkan perang. Perang yang akan membawa kehancuran besar di abad itu, perang yang membunuh banyak orang tak berdosa. Semuanya gara-gara balas dendam yang berawal dari kebencian: perang Mahabharata di padang Kurukshetra….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya kisah epik asli Mahabharata ini sangat panjang dan melibatkan banyak sekali tokoh. Aku ingat di masa kecilku, cergam Mahabharata (terdiri dari 4 buku) dan Bharata Yudha (terdiri dari 3 buku) menjadi favoritku, dan telah kubaca berkali-kali hingga akhirnya hafal luar dalam. Cergam itu karya RA Kosasih dan alih-alih berpakaian ala India, RA Kosasih mendandani tokoh-tokohnya ala busana adat raja-raja di Jawa. Mungkin karena kisah itu sudah terpaku demikian dalam dalam benakku selama ini, menjadikanku agak sulit membaca The Palace of Illusions ini secara obyektif. Contoh sewaktu Dropadi dipermalukan, aku terus membayangkan yang ditarik Dursasana adalah kain kemben, alih-alih sari.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-adqIC36YMAw/TlSSgYzLxWI/AAAAAAAAEVc/wep_XtGOGVs/s320/the-palace-cuplikan-cergam.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 320px; height: 162px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644297318112675170" /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;salah satu contoh isi cergam Mahabharata, lihat pakaian mereka, busana khas Jawa kan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Lagipula, terbiasa membaca cergam yang panjang dengan detil emosional yang mengagumkan dari RA Kosasih, rasanya agak hambar ketika membaca Mahabharata yang dimampatkan menjadi sebuah novel. Hal ini terasa terutama saat perang berlangsung. Anda takkan bisa merasakan kengerian perang itu hanya dari ilustrasi Dropadi yang terasa singkat di buku ini. Namun di sisi lain, sisi emosional tokoh-tokoh utama justru lebih tergali di buku ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-9atRONT6ZlI/TlSRMSC3h_I/AAAAAAAAEVU/vAm-h3uObb4/s320/the-palace-cover-komik.jpg" style="text-align: justify;display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; cursor: pointer; width: 232px; height: 320px; " border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644295873190397938" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Cergam Bharata Yudha (khusus tentang perangnya), dengan gambar cover Krishna saat menjadi kusir kereta Arjuna ketika berhadapan dengan Karna. Inset: gambar kakek Bism&lt;/i&gt;a&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Anda jadi akan mengenal karakter Dropadi yang keras kepala dan selalu ingin menjadi beda, Krishna yang selalu tenang, misterius sekaligus senang bergurau. Atau Bima yang lugu, Arjuna yang mengagungkan keahliannya, dan sebagainya. Sebagai bonus, yang tak mungkin anda dapatkan di versi cergam, adalah sepercik roman. Di buku ini Divakaruni mencoba mereka-reka pria mana yang selama ini selalu mendapat tempat istimewa di hati Dropadi, sekaligus pria (-pria) mana saja yang benar-benar mencintai Dropadi, entah cinta berbalut hasrat atau cinta sejati. Mengingat kebanyakan orang sudah pernah mengenal epik Mahabharata, bisa jadi bumbu roman inilah yang menjadi kekuatan buku ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bagaimanapun, Dropadi adalah seorang wanita, dan hanya seorang penulis wanita lah yang dapat menggambarkan sisi kewanitaannya dengan baik. Empat bintang untuk buku ini!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul: The Palace of Illusions (Istana Khayalan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis: Chitra Banerjee Divakaruni&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penerjemah: Gita Yuliani K.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terbit: Juli 2009&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tebal: 493 hlm&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-7289712971058559807?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/7289712971058559807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=7289712971058559807&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/7289712971058559807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/7289712971058559807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/08/palace-of-illusions.html' title='The Palace of Illusions'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-oht17DYd3nY/TlSS7pitW4I/AAAAAAAAEVk/uY2eka4Scmw/s72-c/the-palace-of-illusions.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-8491804748826471371</id><published>2011-08-23T08:17:00.000+07:00</published><updated>2011-08-23T08:17:00.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Young Adult'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Atria'/><title type='text'>Suddenly Supernatural 2: Kat Si Medium Penakut</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-2B2VxmaG844/Tk4SMp2vPdI/AAAAAAAAESs/o4IjkMyZ1aE/s1600/suddenly-supernatural.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 208px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2B2VxmaG844/Tk4SMp2vPdI/AAAAAAAAESs/o4IjkMyZ1aE/s320/suddenly-supernatural.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642467391744982482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pernah dengar tentang fenomena “orb”? Beberapa waktu lalu temanku pernah menunjukkan foto-foto hasil jepretan kamera digital canggih. Di foto itu nampak bulatan kecil warna putih seolah melayang di udara, padahal dipastikan di lokasi pemotretan tak ada benda semacam itu. Menurut temanku, itu adalah fenomena “orb” atau bisa diterjemahkan sebagai bola arwah. Aku sih tak percaya begitu saja, karena sebenarnya itu adalah refleksi optik biasa yang tertangkap kamera (baca &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Orb_(optics)"&gt;disini&lt;/a&gt;). Tapi ada loh yang percaya bahwa bola arwah itu berisi arwah yang gentayangan. Mau tahu siapa orangnya? Perkenalkan deh…dialah: Kat Si Medium Penakut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sebenarnya Kat adalah cewek ABG biasa, yang kesepian di rumah saat libur musim semi, padahal sobatnya Jac sedang di luar kota, sementara ibunya terlalu asyik berngobrol-ria dengan bunga-bunga di tamannya. Eh…aku belum bilang ya, bahwa ibu Kat itu seorang “medium”? Medium di sini artinya bukan ukuran tubuhnya sedang (=M) loh, tapi medium artinya perantara. Lebih tepatnya perantara arwah! Putri seorang medium bukan cewek biasa dong? Memang bukan, Kat mewarisi bakat melihat dan berkomunikasi dengan arwah dari ibunya. Tapi Kat juga bukan medium biasa, ia itu medium yang penakut…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bayangkan kalau ada nelayan yang takut naik kapal, atau pilot yang takut ketinggian, menggelikan kan? Itu sama dengan seorang medium yang takut hantu. Gimana bisa jadi medium kalau takut hantu? Nah…Kat ternyata bisa. Inilah salah satu kisahnya yang menjadi sekuel ke 2 seri Suddenly Supernatural ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di tengah liburannya Kat mendapati rumah di sebelah rumahnya sepertinya akan mendapat penghuni baru. Penasaran akan calon tetangganya, ditambah penasaran akan kamera digital baru yang didapatnya sebagai hadiah ulang tahun, Kat iseng memotret-motret rumah calon tetangganya. Betapa terkejutnya ia melihat di salah satu foto ada bayangan samar anak laki-laki kecil di balik jendela. Hantukah itu? Hanya ada satu cara mengetahuinya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dengan semangat 45 (anggap saja begitu..), Kat masuk ke rumah sebelah hanya berbekal kamera digital dan sedikit nyali (sesedikit yang dimiliki seorang penakut!). Bertemu dengan hantu pria tua yang marah-marah sudah menciutkan nyalinya yang kecil itu. Namun ia bertekad akan mendatangi kamar si anak kecil yang memperlihatkan diri padanya lewat foto itu. Bagaimanapun Kat kan seorang medium? Dan ia pun harus membiasakan dirinya bertemu dengan arwah yang mungkin membutuhkan bantuannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Anak laki-laki itu (hantunya tentu saja) ternyata bernama Tank, ia ada di kamarnya, namun ia tak dapat mendengar atau melihat Kat. Anehnya, di kaca jendela kamarnya ada tulisan “TOLONG AKU” yang seolah digoreskan jari ke lapisan kaca yang berdebu. Kat pun langsung lari kencang pulang ke rumahnya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Setiba di rumah ia menemukan bahwa dalam salah satu foto dirinya yang ia ambil untuk dikirim kepada Jac via e-mail, ternyata nampak puluhan bola arwah atau orb di latar belakang foto itu. Foto itu ia jepret ketika berada di kamarnya sendiri, berarti…kamarnya ternyata ditinggali banyak arwah! Dan Kat pun makin ketakutan…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kat ingin minta bantuan Jac, tapi sang sobat baru saja mengambil keputusan yang penting dalam hidupnya: berhenti bermain selo. Lalu siapa dong yang bisa membantunya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Untunglah ada pria imut berambut shaggy teman ibunya yang bernama Orin, seorang penyembuh dengan menggunakan energy. Yang jelas Orin lah yang meredakan kepanikan Kat sewaktu para arwah seolah meneror Kat ketika ia sedang berada di rumah sebelah. Pengalaman yang menakutkan bagi kat yang merasa dikejar-kejar arwah yang memaksanya membuka “saluran” komunikasi dengan mereka. Lalu bagaimana Kat bisa menyelamatkan Tank kalau ia belum-belum sudah ketakutan begitu? Dan bagaimana dengan arwah-arwah lainnya, termasuk arwah pria tua yang marah-marah waktu Kat pertama kali ke rumah sebelah? Dan siap-siaplah untuk makin penasaran karena di akhir kisah Elizabeth Cody Kimmel menyisipkan kejutan tentang jatidiri Tank….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ini adalah buku yang ringan sekaligus bernada ceria meski temanya berkesan “gelap”. Kehidupan Kat juga identik dengan kehidupan ABG pada umumnya dengan semua permasalahannya. Perbedaannya mungkin pada bakat “medium” yang dimilikinya. Ah, tapi…bukankah semua orang memiliki bakatnya masing-masing? Yang perlu dilakukan hanyalah menyadarinya, menerimanya, dan tentu saja mengembangkannya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Meski ini adalah bacaan remaja, tak ada kesan manja atau kekanak-kanakan. Terjemahannya juga wajar, tak berlebihan, sama seperti ceritanya sendiri. Enak saja untuk dinikmati, so… 3 bintang untuk buku ini! Dan terima kasih untuk Serambi/Atria yang telah membuntelkan buku ini untukku!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Suddenly Supernatural 2: Kat Si Medium Penakut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Elizabeth Cody Kimmel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: Atria (Serambi Group)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Juli 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tebal: 161 hl&lt;/span&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-8491804748826471371?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/8491804748826471371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=8491804748826471371&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/8491804748826471371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/8491804748826471371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/08/suddenly-supernatural-2-kat-si-medium.html' title='Suddenly Supernatural 2: Kat Si Medium Penakut'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2B2VxmaG844/Tk4SMp2vPdI/AAAAAAAAESs/o4IjkMyZ1aE/s72-c/suddenly-supernatural.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-2007475894406843377</id><published>2011-08-20T19:48:00.001+07:00</published><updated>2011-08-22T07:51:05.952+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jostein Gaarder'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Novel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mizan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filosofi'/><title type='text'>Maya: Misteri Dunia Dan Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3-CDXcVIxho/TkxfNGMaFtI/AAAAAAAAER8/Xi7I4r0I0uE/s1600/maya.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 207px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3-CDXcVIxho/TkxfNGMaFtI/AAAAAAAAER8/Xi7I4r0I0uE/s320/maya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641989111793981138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;"Diperlukan waktu bermiliar-miliar tahun untuk menciptakan seorang manusia. Dan diperlukan hanya beberapa detik untuk mati."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di kepulauan Fiji, di sebuah resort di pulau Taveuni, secara tak sengaja bertemulah beberapa turis. Frank si ahli biologi evolusioner, John Spooke si penulis, dan pasangan eksentrik José dan Ana, wartawan TV dan penari Flamenco. Buku ini dibuka dengan narasi John, yang mengisahkan percakapannya dengan Frank yang berpisah dari istrinya Vera, setelah anak mereka Sonja meninggal akibat kecelakaan. Frank menulis surat panjang kepada Vera mengenai pengalamannya di pulau Taveuni itu, dan John akhirnya mendapat salinan surat itu lantas menuliskan kembali isinya bagi kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Fiji, pulau yang eksotis dengan flora dan fauna langkanya, mungkin tempat yang paling ideal untuk membicarakan evolusi. Tanpa sengaja Frank mendengar José dan Ana mendeklamasikan potongan puisi-puisi aneh tentang penciptaan manusia dan keberadaan alam semesta. Dengan sendirinya, Frank pun mulai merenungkan keberadaan manusia di dunia ini, yang menurut ilmu biologi adalah vertebrata yang  berasal dari satu sel dan telah berevolusi selama milyaran tahun sehingga menjadi manusia sekarang ini. Frank juga merenungkan lahirnya alam semesta lewat &lt;i&gt;Big Bang&lt;/i&gt;, dan ketakutannya akan kematian, akan kepunahan manusia yang tak dapat dihindari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bukanlah kebetulan bahwa seekor tokek besar mengganggu Frank di kamar tidurnya selama menginap di resort. Si tokek bernama Gordon, yang mungkin saja adalah nenek moyang spesies manusia, turut mengusik keyakinan Frank mengenai kehidupan semu primata yang bernama manusia.  Selain itu dalam suatu makan malam bersama di resort itu, entah bagaimana, perdebatan tentang evolusi dan eksistensi manusia juga mengalir di antara para tamu dalam suatu permainan. Tampaknya masing-masing individu berperan dalam memberikan pemikiran-pemikiran filosofis kepada Frank, baik secara keilmuan maupun secara mistis, ditambah dengan puisi-puisi José dan Ana tentang Joker dan para peri. Apa makna semua ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pulang dari Fiji, Frank pergi ke Spanyol untuk menghadiri konferensi. Di sana ia bertemu dengan Vera istrinya yang telah berpisah dengannya. Di sini akan jelaslah alasan sesungguhnya perpisahan mereka. Namun, bukan Vera saja yang ditemui Frank di Spanyol. José dan Ana tanpa sengaja bertemu dengannya. Di Spanyol inilah, Frank akan teringat mengapa sejak awal berjumpa Ana, ia merasa pernah melihat wajah wanita itu. Semuanya ternyata berkaitan dengan pelukis Fransisco Goya dan lukisannya yang berjudul &lt;i&gt;Maja&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;La Maja Desnuda&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;La Maja Vestida&lt;/i&gt;), ehm…dan mungkin juga dengan kemunculan kurcaci tua yang suka muncul begitu saja (Joker-kah itu?).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Frank lalu terbawa pada kisah Ana yang misterius, tepatnya pada kisah nenek moyang Ana yang berasal dari suku gipsi ini. Di sini anda yang pernah membaca karya Jostein Gaarder lainnya, &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2010/08/misteri-soliter-by-jostein-gaarder.html"&gt;Misteri Soliter&lt;/a&gt;, akan langsung mengenal si Joker yang misterius dari pulau di kisah Misteri Soliter. Joker yang sama kini bukan saja tak pernah menjadi tua, malahan mampu melintasi waktu dan masuk ke dalam kisah Ana. Terlalu fantastis? Mungkin anda akan berpikir begitu waktu tiba di bagian ini. Namun menurutku, di sini Gaarder membawa kita untuk menyadari bahwa seluruh keberadaan alam semesta dan hidup manusia sendiri selalu memiliki makna. Apa yang terjadi di masa lampau mempengaruhi keadaan masa kini, dan apa yang terjadi masa kini mempengaruhi masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;"Tepuk tangan bagi Big Bang baru terdengar lima belas miliar tahun setelah ledakan itu terjadi"&lt;/i&gt;. Baru pada saat inilah kita menyadari arti penting terjadinya Big Bang yang (kita percayai) merupakan awal lahirnya alam semesta, dari ketiadaan lalu lahirlah ruang dan waktu. Di sisi lain, sesuatu yang terjadi di sini pada saat ini hanya mendapatkan arti dari kejadian-kejadian di masa depan. Ini berarti bahwa seluruh alam semesta maupun hidup manusia bukanlah produk samping yang terjadi secara tidak sengaja. Maka perdebatan ayam dan telur tak lagi signifikan, karena keduanya berhubungan sangat erat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;"Kita tidak tahu ke mana kita akan pergi. Kita hanya tahu bahwa kita telah memulai sebuah perjalanan panjang. Baru setelah tiba di akhir perjalanan, kita akan tahu mengapa kita melakukan perjalanan besar itu, walaupun perjalanan itu mungkin telah berlangsung selama banyak generasi. Maka, kita selalu menemukan diri kita dalam tahap embrio. Banyak hal yang tidak kita ketahui artinya saat ini, mungkin akan tampak jelas tujuannya di perlintasan jalan berikutnya."&lt;/i&gt; ~hlm. 347.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Gaarder juga mengajak kita merenungkan bagaimana kita mengisi kehidupan kita. Ada banyak orang yang seolah hidup dalam ilusi (ingat para kurcaci yang berasal dari kartu poker di Misteri Soliter?), hanya menjalani hidup begitu saja, terpaku pada hal-hal duniawi yang semu, tanpa menyadari makna hidupnya (Joker adalah contoh makhluk yang berbeda, yang keluar dari ilusi). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Namun di sisi lain, jangan pula kita sibuk mempertanyakan asal usul alam semesta dan manusia dengan telaah ilmu pengetahuan yang canggih, sehingga akhirnya saat semua yang mampu diungkap telah terungkap, manusia baru menyadari bahwa hidup ini terlalu singkat. Sama seperti yang dialami Frank si ahli biologi evolusioner. Padahal, seberapa canggihnya ilmu pengetahuan pun, alam semesta dan penciptaan akan selamanya menjadi misteri bagi manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;"Karena kita adalah teka-teki yang tak teterka siapapun. Kita adalah dongeng yang terperangkap dalam khayalannya sendiri. Kita adalah apa yang terus berjalan tanpa pernah tiba pada pengertian."&lt;/i&gt; ~hlm. 437&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Jadi, alih-alih bersibuk-sibuk diri berusaha menemukan misteri kehidupan, alangkah baiknya kalau kita menggunakan waktu yang singkat ini untuk memaknai hidup kita sendiri. Ingatlah selalu bahwa   diperlukan hanya beberapa detik untuk mati !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Masih ada banyak kesadaran baru yang akan anda dapatkan dalam buku ini, yang akan lebih menarik bila anda temukan sendiri saat membacanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di akhir kisah ini John sang narator akan menguak sedikit demi sedikit skenario yang telah ia persiapkan bagi Frank dan Vera. Begitu juga kemisteriusan  José dan Ana dengan puisi-puisinya serta hubungannya dengan lukisan di Prado yang berjudul Maja, akan sedikit terkuak di bagian akhir kisah ini, meski tak seluruhnya menjadi jelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bagi anda yang belum pernah membaca karya Jostein Gaarder, atau yang sudah pernah namun tak mampu mencerna isinya, kusarankan untuk membacanya dengan kritis. Maksudnya, jangan menganggap kisah Maya ini kisah misteri (meski ada banyak hal yang misterius), sehingga di akhir cerita anda mengharapkan sebuah kesimpulan. Misteri yang ada di sini bukan semata-mata sebuah cerita, melainkan cara Gaarder memberikan contoh atau analogi bagi pemikiran filosofis yang ingin ia jelaskan kepada kita. Ketika ada hal-hal aneh di sepanjang kisah, teruskan saja membaca sambil berpikir, apa yang ingin diungkapkan Gaarder? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Lalu perhatikan juga penjelasan-penjelasan filosofis yang ia berikan. Biasanya dari kisah fiksi dan filosofisnya, anda lambat laun akan menemukan sedikit kesamaan. Dari sana anda dapat mengolah kembali pemikiran anda hingga anda tiba pada wawasan yang ingin Gaarder buka bagi anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Maya: Misteri Dunia dan Cinta ini kubaca dan kureview dalam memeriahkan GaarderFest yang diadakan oleh Bukunya.com, dalam rangka memeriahkan ulang tahun Jostein Gaarder yang jatuh pada bulan Agustus ini. Meski ada begitu banyak bagian yang masih belum mampu kupahami, aku memberikan empat bintang untuk buku ini. Seperti biasa, Jostein Gaarder telah menghadirkan sesuatu yang berbeda dalam khasanah literatur kita. Buku-bukunya mampu mengubah cara pandang kita akan kehidupan ini, sekaligus termasuk buku-buku yang hanya bila telah dibaca berulang kali, maka kita akan makin memahami maknanya. Bravo Jostein Gaarder! And happy birthday to you...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Judul: Maya: Misteri Dunia dan Cinta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penulis: Jostein Gaarder&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerbit: Mizan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penerjemah: Winny Prasetyowati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Terbit: Januari 2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Tebal: 458 hl&lt;/span&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-2007475894406843377?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/2007475894406843377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=2007475894406843377&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/2007475894406843377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/2007475894406843377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/08/maya-misteri-dunia-dan-cinta.html' title='Maya: Misteri Dunia Dan Cinta'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3-CDXcVIxho/TkxfNGMaFtI/AAAAAAAAER8/Xi7I4r0I0uE/s72-c/maya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-5814067873127816133</id><published>2011-08-19T12:05:00.001+07:00</published><updated>2011-08-22T07:50:49.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jostein Gaarder'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filosofi'/><title type='text'>[Bukan Review] Rangkuman Sejarah Filsafat dari Dunia Sophie 3</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;Ini adalah bagian terakhir dari rangkuman sejarah filsafat yang kubuat dari buku &lt;/span&gt;&lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2010/12/dunia-sophie.html"&gt;Dunia Sophie&lt;/a&gt;&lt;span&gt; karya Jostein Gaarder. Anda bisa membaca lebih dahulu &lt;/span&gt;&lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2011/08/bukan-review-rangkuman-sejarah-filsafat.html"&gt;bagian 1&lt;/a&gt;&lt;span&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2011/08/bukan-review-rangkuman-sejarah-filsafat_18.html"&gt;bagian 2&lt;/a&gt;&lt;span&gt; sebelum melanjutkan ke bagian terakhir ini. Di bagian ini kita akan mulai dari jaman Romantisme, kemudian menutupnya dengan filosofi jaman kita sekarang, termasuk teori Big Bang, yang dipercaya menjadi awal terciptanya alam semesta kita ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Romantisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Era romantisme tiba pada akhir abad 18 hingga pertengahan abad 19. Ini adalah masa puisi, seni, ilmu pengetahuan, musik, selain filsafat. Inilah era di mana seniman bermain secara bebas dengan indra kesadarannya. Salah satu seniman besar di era ini adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); "&gt;Beethoven&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, yang mengatakan bahwa musik mengungkapk&lt;/span&gt;&lt;span&gt;an perasaan dan kerinduannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tokoh-tokoh jaman ini antara lain &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold; "&gt;Schelling&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (1775-1854). Baginya seluruh alam (realitas fisik dan jiwa) merupakan ungkapan satu yang mutlak/&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;roh dunia&lt;/span&gt;&lt;span&gt;. Roh dunia ada di alam sekaligus di pikiran manusia. Bagi &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold; "&gt;Hegel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (1770-1831) roh/akal dunia disamakan dengan perkataan manusia, karena hanya manusia yang memp&lt;/span&gt;&lt;span&gt;unyai roh. Menurutnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;kebenaran itu subyektif&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, tak ada kebenaran tertinggi di atas akal manus&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ia. Dasar kesadaran/pemikiran manusia terus berubah dari generasi ke generasi, mengalir seperti sungai, pengetahuan manusia selalu berkembang dan maju&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); "&gt;Soren Kir&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8jz0ug7NqMI/TlCZ6GINDdI/AAAAAAAAET0/g6-lbv8IYsM/s1600/telaah-kirkegaard.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 188px; height: 264px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-8jz0ug7NqMI/TlCZ6GINDdI/AAAAAAAAET0/g6-lbv8IYsM/s320/telaah-kirkegaard.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643179556451716562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); "&gt;kegaard&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (1813) adalah tokoh berikutnya. Bagi Kirkegaard manusia adalah indi&lt;/span&gt;&lt;span&gt;vidu uni&lt;/span&gt;&lt;span&gt;k yang hanya sekali hidup. Menurutnya agama Kristen itu luar biasa sekaligus tidak irasional, kita hanya bisa mengatakan "ya" atau "tidak" sama seka&lt;/span&gt;&lt;span&gt;li. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Agama dan pengetahuan bagi Kirkegaard bagaikan air dan api. Karenanya h&lt;/span&gt;&lt;span&gt;arus dibedakan pertanyaan filosofis dan teoritis mengenai "apakah Tuhan ada?" dengan hubungan individu itu sendiri dengan pertanyaan tersebut, yakni melalui iman. Hal-ha&lt;/span&gt;&lt;span&gt;l yang dapat kita ketahui melalui akal tidaklah penting. Untuk memahami Tuhan harus dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt; iman&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;  &lt;blockquote&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jika aku dapat menangkap Tuhan secara o&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;byektif, aku tidak akan percaya, tapi justru karena aku tidak dapat melakukan inilah, maka aku harus percaya. Jika aku ingin menjaga imanku, aku harus terus menerus berpegang teguh pada ketidakpastian obyktif, agar imanku tetap lestari."&lt;/span&gt; ~Soren Kirkegaard (credo quia absurdum = aku mempercayainya karena ia tidak rasional).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; Yang penting bukan apakah agama Kristen itu benar, tapi apakah itu benar bagimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahap kehidupan menurut Kirkegaard:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Estetika: hidup saat ini dan menikmati setiap kesempatan (budak nafsu), hidup di dunia indra, hanya memperhatikan apakah sesuatu menyenangkan atau membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Etika: bertindak memperhatikan moral, memilih untuk mempunyai pendapat tentang yang benar dan salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Religius: satu-satunya jalan menuju pengampunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh lainnya adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Karl Marx&lt;/span&gt; yang seorang ahli sejarah, sosiolog dan ekonom. Menurutnya cara berpikir kita ditentukan faktor-faktor material. Yang dimaksudnya di sini adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kekuatan ekonomi&lt;/span&gt; dalam masyarakat yang akhirnya mengubah sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya ad&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-iA19WmELXdE/TlCX3O3m4gI/AAAAAAAAETs/ft4V3-BfF2E/s1600/telaah-darwin.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 180px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-iA19WmELXdE/TlCX3O3m4gI/AAAAAAAAETs/ft4V3-BfF2E/s320/telaah-darwin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643177308235162114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;a &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Charles Darwin&lt;/span&gt; (1809-1883) yang terkenal dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teori evolusi&lt;/span&gt; dalam bukunya: The Origin of Species. Menurut Darwin semua bentuk tanaman dan hewan diturunkan dari bentuk yang sudah ada, yang kemudian mengalami evolusi biologi. Evolusi adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hasil seleksi alam&lt;/span&gt;, bukti terjadinya evolusi: simpanan fosil di lapisan bebatuan dan penyebaran geografis spesies makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang ditemukan Darwin selama penyelidikannya di kepulauan Galapagos adalah bahwa individu dari satu spesies yang sama ternyata berbeda-beda di tiap wilayah. Alam menghasilkan banyak variasi. Ia menemukan bahwa evolusi terjadi karena seleksi alam dalam mempertahankan hidup. Bahan mentah evolusi kehidupan adalah variasi individu yang terus berkembang ditambah keturunan dalam jumlah besar. Daya dorongnya adalah seleksi alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1871 Darwin menerbitkan karya berjudul The Descent of Man yang mengungkapkan bahwa manusia dan binatang berkembang dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nenek moyang ya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ng sama&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ada yang dinamakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Neo Darwinisme&lt;/span&gt; yang melengkapi teori Darwin. Teori ini mengatakan bahwa dasar kehidupan dan reproduksi adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pembagian sel&lt;/span&gt;. Yaitu ketika sel terbelah menjadi 2 dengan faktor keturunan yang sama, biasa terjadi kesalahan-kesalahan kecil sehingga sel-sel itu tidak sama persis dengan induknya (mutasi). Mutasi ini bisa menyebabkan penyakit atau justru ciri positif tambahan yang diperlukan untuk bertahan hidup. Akhirnya sel dengan ciri positif inilah yang akan berkembang biak sehingga satu spesies itu bisa menjadi bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu darimana asal sel primal yang pertama? Darwin membayangkan sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kolam kecil panas&lt;/span&gt; dengan segala macam garam, amoniak, fosfor, cahaya, panas, listrik dsb sehingga suatu senyawa protein dapat dibentuk secara kimiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan mungkin dimulai dengan cara seperti ini: Seluruh kehidupan di dunia terbentuk dari substansi yang sama yang bisa membelah diri jadi 2 bagian identik. Tata surya muncul 4,6 milyar tahun yang lalu, berupa massa bercahaya yang lambat laun mendingin. Kehidupan dimulai 3-4 milyar tahun lalu. Di bumi tak ada oksigen di atmosfer (untuk memungkinkan kehidupan). Dalam "kolam kecil panas" (baca: lautan) pernah terbentuk suatu makromolekul yang sangat rumit yang punya kemampuan luar biasa untuk membagi dirinya sendiri menjadi 2 bagian identik, lalu dimulailah evolusi. Sel itu ada yang mengalami transmutasi. Setelah ribuan tahun salah satu organisme bersel 1 kawin dengan yang bersel banyak, maka mulailah terjadi fotosintesis tanaman, yang mengakibatkan atmosfer mulai berisi oksigen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oksigen memungkinkan evolusi binatang yang dapat bernapas dengan paru-paru, sekaligus melindungi kehidupan dari radiasi kosmik yang berbahaya. Di lautan primal tadi amfibi mulai merangkak ke daratan. Dan setelah proses panjang miliaran tahun, proses panjang itu pada akhirnya sadar akan dirinya sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh yang tak kalah penting adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Sig&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;mund Freud&lt;/span&gt; (1856). Ia mengambil bagian neurologi dan mengembangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;psikoanalisis&lt;/span&gt;. Teori bawah sadar temuannya mengatakan bahwa terjadi ketegangan terus menerus antara manusia dan lingkungannya yang akhirnya menciptakan dorongan hati manusia. Tindakan kita tidak selalu dituntun oleh akal. Impuls irasional dapat menjadi ungkapan dorongan hati/kebutuhan yang mendasar, misalnya insting bayi untuk menyusu. Dalam psikoanalisis, kenangan lama tersimpan di benak kita, dan bisa membawa pengalaman traumatis ke alam bawah sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya ketika lahir kita memiliki "prinsip kesenangan" dalam diri yang disebut "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;id&lt;/span&gt;", yang kita bawa hingga dewasa, lalu kita belajar mengatur keinginan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ego&lt;/span&gt;). Sementara sejak kecil kita dihadapkan pada tuntutan-tuntutan moral (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;superego&lt;/span&gt;). Sejak tahun 1920 psikoanalisis Freud berpengaruh langsung pada seni dan kesusteraan.  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filosof Jaman Kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya...tibalah kita pada jaman kita sendiri. Jaman ini ditandai dengan timbulnya fenomena new age, gaya hidup alternatif, mistisme. Hal-hal adialami seperti tarot, UFO, astrologi dll banyak digandrungi orang. Semua itu merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ESP&lt;/span&gt; (parapsikologi) yang termasuk telepati dan psikokinetik. Semua itu karena manusia butuh sesuatu yang berbeda untuk menghilangkan suasana monoton dalam hidup sehari-hari. Sebenarnya, mungkin kita sendiri bertanya-tanya, apa yang terjadi? Apakah para cenayang dan "medium" itu bohong belaka? Menilik dari teori Freud tentang alam bawah sadar, kita dapat menjadi medium alam bawah sadar kita karena manusia memiliki banya pengalaman dan kenangan bawah sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah filsafat yang paling penting di abad 20 adalah ekofilosofi/ekosofi, yang dipelopori Arne Naess dari Norwegia. Banyak tokoh-tokoh yang menyumbangkan pemikirannya bagi kehidupan kita, 2 di antaranya:  &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friederich Nietzsche&lt;/span&gt; dari Jerman (1844-1900). Menurutnya kehidupan adalah imbangan berat bagi minat yang sangat kecil pada sejarah dan moralitas. "Jujurlah pada dunia. Jangan dengarkan mereka yang menawarkan padamu harapan-harapan adialamiah atau surga.", demikian katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ada tokoh pelopor tokoh eksistensialis: &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Jean-Paul Sartre&lt;/span&gt; (1905-1980) yang sering duduk-duduk di cafe dan bertemu sahabat wanitanya: Simone de Beauvoir. Sartre mengemukakan tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;esensi&lt;/span&gt;, yaitu sesuatu yang menjadi isi sesuatu (hakikat), keberadaan dari sesuatu. Manusia lahir tanpa esensi, dan harus menciptakannya sendiri, jadi mencari makna hidup tidaklah berguna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia merasa terasing dalam sebuah dunia tanpa makna. Ia dikutuk untuk bebas (ia tidak menciptakan diri, namun toh bebas), dan bertanggung jawab atas segala yang dilakukan untuk membuat pilihan-pilihan seumur hidupnya. Menurut Sartre kehidupan pasti punya arti, namun kita sendirilah yang harus menciptakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatnya, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Simone de Beauvoir&lt;/span&gt; menyumbangkan karyanya yang berjudul The Second Sex. Ia tak percaya adanya "sifat wanita" (selalu ada) atau "sifat pria" (mencari/meraih) pada manusia. Kita harus membebaskan diri dari prasangka itu.  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Big Bang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah teori paling anyar tentang terciptanya alam semesta kita, yaitu ledakan dahsyat (big bang) yang terjadi lima belas milyar tahun yang lalu. Inilah yang terjadi menurut perkiraan para ilmuwan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari adalah 1 dari 400 milyar bintang di galaksi Bima Sakti, sementara Bima Sakti sendiri merupakan salah satu dari kira-kira 100 milyar galaksi lainnya di alam semesta. Tidak ada galaksi yang tetap berada di tempat, semua saling menjauh dengan kecepatan luar biasa. Dengan kata lain alam semsesta ini terus menerus mengembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima belas milyar lalu semua substansi di alam raya menyatu dalam satu area yang relatif kecil, sangat-sangat padat sehingga gaya berat membuatnya sangat panas, sehingga akhirnya meledak. Itulah big bang, dan saat itu semua substansi terlempar ke seluruh penjuru dan lambat laun mendingin dan padat sehingga menjadi planet-planet dan bintang-bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-hJ6Q_svTS5U/TlCWpoamNSI/AAAAAAAAETc/G_tgXu0uKBk/s1600/telaah-big-bang.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hJ6Q_svTS5U/TlCWpoamNSI/AAAAAAAAETc/G_tgXu0uKBk/s320/telaah-big-bang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643175975063008546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;"&gt;beginilah kira-kira saat big bang terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Ada dua teori: Pertama, suatu hari gaya berat akan menyebabkan alam raya menyusut lagi saat kekuatan dari big bang melemah. Hal ini akan menyebabkan ledakan ke dalam dan semua galaksi akan disatukan dalam satu nukleus padat lagi, atau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori kedua mengatakan bahwa alam raya ini mengembang terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaannya...dari mana semua ini dimulai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Kristen, big bang adalah saat penciptaan yang sesungguhnya &amp;gt;&amp;gt; "Jadilah terang.." (Kej 1:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Apakah alam semesta mengembang terus atau mengembang-menyusut dalam suatu siklus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ia telah ada selalu ada atau tiba-tiba muncul dari ketiadaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;...Tak ada yang tahu... dan selamanya hal itu akan menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;misteri&lt;/span&gt;....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian rangkuman sejarah filsafat yang kuambil dari buku Dunia Sophie. ini Aku amat bersyukur bahwa Jostein Gaarder menulis buku ini, yang membuka wawasanku tentang dunia, alam semesta dan manusia, dan yang pasti tentang Dia Sang Pencipta segalanya. Rangkuman ini aku buat untuk mengumpulkan poin-poin penting di buku ini. Semoga rangkuman ini juga bermanfaat untuk anda, dan bila ada kesalahan atau ketidaksesuain filosofi atau fakta di rangkuman ini, silakan memberitahu saja, karena ini adalah apa yang berhasil aku pahami dari buku Dunia Sophie. Dan seperti para filosof jaman dulu, aku juga bisa salah, meski benar atau salah tetaplah sebuah proses untuk memahami…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-5814067873127816133?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/5814067873127816133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=5814067873127816133&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5814067873127816133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/5814067873127816133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/08/bukan-review-rangkuman-sejarah-filsafat_19.html' title='[Bukan Review] Rangkuman Sejarah Filsafat dari Dunia Sophie 3'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8jz0ug7NqMI/TlCZ6GINDdI/AAAAAAAAET0/g6-lbv8IYsM/s72-c/telaah-kirkegaard.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-6674687660130065488</id><published>2011-08-18T08:29:00.003+07:00</published><updated>2011-08-22T07:50:23.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jostein Gaarder'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filosofi'/><title type='text'>[Bukan Review] Rangkuman Sejarah Filsafat dari Dunia Sophie 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;Melanjutkan rangkuman sejarah filsafat dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2011/08/bukan-review-rangkuman-sejarah-filsafat.html"&gt;bagian pertama&lt;/a&gt;&lt;span&gt;, sekali lagi tulisan ini tak dimaksudkan sebagai review, namun merangkum pemahaman sejarah filsafat dari buku &lt;/span&gt;&lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2010/12/dunia-sophie.html"&gt;Dunia Sophie&lt;/a&gt;&lt;span&gt; karya Jostein Gaarder. Bagian kedua ini akan merangkum era dari Abad Pertengahan, Renaisans, Periode Barok, hingga Abad Pencerahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Abad Pertengahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Abad Pertengahan yang merupakan abad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;pertumbuhan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;. Di jaman ini negara-negara Eropa mulai berdiri, dan uskup Romawi menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, dengan jabatan Paus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ada 3 kebudayaan besar di masa ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;- Kristen Latin (Roma), mencakup Eropa Barat, yang dipengaruhi Neoplatonisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;- Kristen Yunani (Konstantinopel atau Bizantium) mencakup Eropa Timur, dipengaruhi Plato&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;- Muslim (Afrika Utara dan Timur Tengah) mencakup negara-negara Selatan, dipengaruhi Aristoteles.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Setelah Muhammad wafat pada tahun 632, Timur Tengah dan Afrika direbut oleh Islam, kemudian Arab mengambil alih Alexandria.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Filosofi abad pertengahan adalah hubungan filosofi Yunani dan Kristen. Tokoh-tokoh yang terkenal:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); "&gt;St. Agustin&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (354-430) menganut pandangan dunia adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;dualisme&lt;/span&gt;&lt;span&gt; kebaikan dan kejahatan, roh dan materi, terang dan gelap. Boleh dibilang St. Agustin berada di antara Neoplatonisme dan Kristen. Menurutnya Tuhan menciptakan dunia dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;ketiadaan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;. Sebelum Tuhan menciptakan dunia, ide-ide itu telah ada dalam benak Ilahi (sepaham dengan Plato), dan kejahatan adalah ketiadaan Tuhan (sepaham dengan Plotinus).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ia juga percaya bahwa manusia tidak punya hak untuk mengecam Tuhan dan tidak pantas menerima penebusan, sebab Tuhanlah yang memilih kita. Kita bergantung pada belas kasihNya. Manusia punya kehendak bebas, tapi Tuhan telah meramalkan bagaimana kita akan hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Setelah itu tibalah era &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Gothik&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, di mana pengaruh Arab mulai masuk, membawa serta ajaran Aristoteles. Tokoh besar jaman ini adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold; "&gt;Thomas Aquinas&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (1225-1274) yang bisa dibilang meng”Kristen”kan Aristoteles. Menurutnya ada dua jalan menuju kehidupan moral, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;teologi iman dan teologi alam&lt;/span&gt;&lt;span&gt;: kita mengenal Tuhan dari ciptaanNya tapi mengetahui Tuhan dari kitab suci. Mengikuti pandangan Aristoteles, Thomas Aquinas juga mengatakan bahwa wanita adalah pria yang tak sempurna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Renaisans&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Di akhir abad 14 masuklah jaman Renaisans yang ditandai antara lain oleh lahirnya incunabulum (buku-buku yang dicetak pada masa lahirnya percetakan sebelum 1500). Pada jaman ini juga muncul pandangan baru tentang manusia. Humanisme jaman Renaisans adalah mengenai manusia dan nilainya, pandangan-pandangan yang bertitik tolak pada manusia (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;individualisme&lt;/span&gt;&lt;span&gt;), bahwa manusia ada bukan semata-mata karena Tuhan, dan bahwa meninggalkan sifat kesederhanaan itu dianggap berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Di jaman ini timbul pandangan-pandangan baru tentang alam. Metode ilmiah baru muncul, yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;metode empiris&lt;/span&gt;&lt;span&gt;: mendasarkan pengetahuan pada pengalaman, pengamatan dan percobaan sistematis. Pada masa ini juga terjadi pembakaran terhadap wanita penyihir, penganut bidah, sihir dsb, perang keagamaan dan penaklukan atas Amerika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tokoh-tokoh jaman Renaisans mencakup &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); "&gt;Francis Bacon&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (Inggris) yang menyatakan pengetahuan adalah kekuasaan, dan manusia mulai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;ikut campur terhadap alam&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dan mengontrolnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); "&gt;Nicolaus Copernicus&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, sang astronomi Polandia, menerbitkan buku On The Revolutions of the Celestial Spheres th 1543 yang mengungkap bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;bumi mengelilingi matahari&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, bukan sebaliknya, dan bumi berputar pada porosnya. Matahari adalah pusat alam raya yang bergerak dan berputar (heliosentris).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ahli astronomi lain dari Jerman, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold; "&gt;Johannes Kepler&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (awal 1600), menemukan bahwa planet bergerak dalam orbit &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;elips&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dengan matahari sebagai pusat, dan kecepatan planet yang paling dekat dengan matahari, paling besar. Sementara &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold; "&gt;Galileo Galilei&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (awal 1600) menemukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;hukum kelembaman&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, di mana benda tetap berada dalam keadaannya (diam ataupun bergerak) selama tidak ada kekuatan luar yang memaksanya berubah. Ia juga menolak ide bahwa kekuatan gaya tarik dapat menjangkau jarak jauh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kemudian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); "&gt; Isaac Newton&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (1642-1727) memperkenalkan dunia mekanistik di mana segala sesuatu dapat dijelaskan dengan prinsip gravitasi universal dan gerak benda-benda. Ia menemukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;Hukum Gravitasi Universal&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, bahwa setiap objek menarik objek lainnya dengan kekuatan semakin meningkat/sebanding dengan ukuran objek dan menurun sebanding dengan jarak antar objek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Di jaman Renaisans hubungan pribadi individu dengan Tuhan mulai tampak, bukan lagi dengan gereja. Ini ditandai dengan diterjemahkannya bible ke bahasa-bahasa nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Di masa itu juga &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold; "&gt;Martin Luther&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;memisahkan diri dari Gereja Katolik&lt;/span&gt;&lt;span&gt; karena merasa manusia tidak butuh campur tangan Gereja/imam untuk menerima ampunan Tuhan. Ia menolak adat/dogma Gereja Katolik dan menurutnya: "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;Cukup Kitab Suci saja&lt;/span&gt;&lt;span&gt;", maksudnya orang harus mampu membaca bible dan menjadi pendeta bagi dirinya sendiri. Menurut Luther, manusia menerima penebusan lewat iman, maka tak perlu lewat ritual Gereja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Periode Barok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Periode ini timbul di abad 17. Ciri khasnya: ketidak-beraturan, kepalsuan, sikap yang dibuat-buat, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;kesementaraan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;. Di masa ini terjadi perang selama 30 tahun di Eropa yang merugikan Jerman dan menjadikan Prancis kekuatan dominan Eropa. Pada abad ini terjadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;perbedaan kelas mencolok&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, dengan aristokrasi Prancis dan Istana Versailles-nya. Teater modern lahir di abad ini juga, di mana &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold; "&gt;William Shakespeare&lt;/span&gt;&lt;span&gt; menulis sandiwara-sandiwara terbesarnya (sebenarnya ia separuh Renaisans dan separuh Barok). Saat itu juga timbul &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;filsafat idealisme&lt;/span&gt;&lt;span&gt;: semua yang ada bersifat spiritualisme, yang menentang materialisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tokoh-tokoh Periode Barok antara lain &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold; "&gt;Thomas Hobbes&lt;/span&gt;&lt;span&gt; yang mengatakan bahwa semua makhluk terdiri dari partikel materi, termasuk jiwa, yang menurutnya merupakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;partikel-partikel kecil di otak&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.   Ada pula ahli fisika dan filosof Prancis bernama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); "&gt;La Mestrie&lt;/span&gt;&lt;span&gt; yang memperkenalkan "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;L'homme Machine&lt;/span&gt;&lt;span&gt;" atau "manusia mesin" di mana menurutnya otak memiliki otot. Sementara ahli matematika Prancis, Laplace memperkenalkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;determinisme&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah ditetapkan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); "&gt;Rene Desca&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_Bcjq3Ss8fs/TlBj_nP__aI/AAAAAAAAETU/kH228mEF2LA/s1600/telaah-descartes.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 206px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_Bcjq3Ss8fs/TlBj_nP__aI/AAAAAAAAETU/kH228mEF2LA/s320/telaah-descartes.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643120277614230946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); "&gt;rtes&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (1596-1650) merupakan bapak filosof modern sekaligus ahli matematika. Menurutnya akal adalah satu-satunya jalan menuju pengetahuan. Ia &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;meragukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;segala sesuatu&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (tidak ada yang pasti kecuali pikiran, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;cogito, ergo sum&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (aku berpikir, karena itu aku ada). Menurutnya manusia memiliki gagasan (yang sudah ada/bawaan sejak lahir) mengenai wujud yang sempurna, yang berasal dari wujud yang sempurna itu sendiri, yaitu Tuhan. Sementara realitas luar (tentang alam) itu merupakan kenyataan karena Tuhan tidak menipu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Menurut Descartes ada 2 realitas: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;gagasan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (tidak dalam ruang, tidak dapat dibagi-bagi) dan perluasan/&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;materi&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (dalam ruang, dapat dibagi menjadi lebih kecil). Kedua realitas dtang dari Tuhan karena Tuhan saja yang ada tanpa bergantung pada apapun. Proses badaniah (materi) manusia tidak punya kebebasan, sementara pikiran (gagasan) bekerja secara mandiri dari badan, namun antara keduanya ada interaksi konstan di kelenjar otak. Pikiran lebih unggul dari badan dan bisa mengatasi kebutuhan-kebutuhan badan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold; "&gt;Baruch Spinoza&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (1632-1677) adalah seorang Yahudi yang dibuang karena tuduhan bidah. Spinoza menyangkal bahwa bible diwahyukan Tuhan. Ia melihat segala sesuatu dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;perspektif keabadian&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (sub specie aeternitas). Tuhan itu segalanya dan segalanya ada dalam Tuhan. Tuhan tidak berada di luar dunia, Tuhan adalah dunia dan dunia ada dalam Tuhan. Tuhan merupakan penyebab batiniah dari segala sesuatu yang terjadi. Ia mengontrol dunia melalui &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;hukum alam&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, dan segala sesuatu di dunia material terjadi karena harus terjadi. Dengan demikian manusia menjalani kehidupan sesuai hukum alam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Menurutnya kita harus membebaskan diri dari perasaan dan nafsu untuk menemukan kepuasan dan kebahagiaan. Manusia dapat berjuang untuk meraih kebebasan untuk hidup tanpa kendala lahiriah, tapi tidak akan meraih kehendak bebas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Empirisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Menurut kaum empiris, pikiran kita tidak memiliki ingatan akan hal-hal yang belum pernah kita alami melalui indra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tokoh-tokoh empiris ini adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); "&gt;John Locke&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (1632-1704). "Darimana gagasan-gagasan kita berasal?", tantangnya, yang ia jawab: dari sesuatu yang telah kita dapatkan melalui &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;indra&lt;/span&gt;&lt;span&gt;. Sebelum itu pikiran kita kosong. Gagasan dari indra itu kemudian diolah dengan permenungan. Dalam mengenali sebuah benda misalnya, Locke akan melihat benda itu dari 2 kualitas: 1). kualitas primer: luas, berat, gerakan (persepsi ini sama bagi semua orang). 2). Kualitas sekunder: manis/asam, panas/dingin (selera, karenanya berbeda antara 1 orang dengan lainnya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pada titik tertentu Locke juga rasionalis seperti Descartes, misalnya dia mengatakan bahwa akal manusia mampu mengetahui bahwa Tuhan ada, karena gagasan tentang Tuhan lahir dari akal manusia. Locke memiliki prinsip tertentu mengenai persamaan kekuatan antara wanita dan pria, juga mengenai pembagia kekuasaan, di mana menurutnya legislatif dan eksekutif harus dipisahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); "&gt;George Berkeley&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (1685-1753) adalah uskup Irlandia. Menurutnya, apa yang kita lihat berarti ada, meski materinya sendiri tidak pasti. Kita dapat mengatakan bahwa keberadaan Tuhan dapat dilihat jauh lebih jelas daripada keberadaan manusia. Apa yang kita lihat/rasakan adalah akibat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;kekuasaan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, Tuhan hadir dekat dengan keberadaan kita. Kita ini ada hanya dalam pikiran Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0); "&gt;David Hume&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (1711-1776) adalah seorang agnostik. Menurutnya persepsi manusia bisa dibagi menjadi 2: 1). kesan (pengindraan langsung atau realitas lahiriah), 2). gagasan (ingatan akan kesan-kesan). Ajaran Hume mirip dengan Buddha, yaitu bahwa kehidupan adalah rangkaian proses mental dan fisik tak terputus yang membuat seseorang terus menerus berubah. Menurut Hume, iman dan pengetahuan tidak berkaitan satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Abad Pencerahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dan tibalah kita pada abad pencerahan, abad lahirnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;ilmu pendidikan&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;optimisme kebudayaan&lt;/span&gt;&lt;span&gt;. Abad ini ditandai pula dengan terbitnya Ensiklopedi 28 jilid selama tahun 1751-1772. Pada abad ini para filosof mempercayai adanya Tuhan dan keabadian jiwa. Deisme juga lahir di abad ini, yaitu kepercayaan bahwa Tuhan menciptakan dunia, lalu tak pernah menampakkan diri ke dunia lagi. Selain itu ada Deklarasi Hak Asasi Manusia pada 1789 yang menjadi dasar konstitusi Norwegia (kebebasan, kesetaraan, persaudaraan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Tokoh&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-bLepkcoI4z0/TlBivUS_FcI/AAAAAAAAETE/yQ2gawcP68I/s1600/telaah-immanuel-kant.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 218px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-bLepkcoI4z0/TlBivUS_FcI/AAAAAAAAETE/yQ2gawcP68I/s320/telaah-immanuel-kant.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643118898136946114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt; besar abad ini antara lain &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Immanuel Kant&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (1724-1804). Menurut Kant ada kondisi-kondisi tertentu yang mengatur cara kerja pikirand an mempengaruhi cara kita memandang dunia. Menurutnya waktu dan ruang adalah cara pandang dan bukan atribut fisik. Cara persepsi kita menyesuaikan diri dengan bentuk-bentuk intuisi kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Masih menurut Kant, pada manusia ada keinginan mendasar untuk bertanya tentang alam semesta, tapi kita sendiri merupakan bagian sangat kecil dari totalitas alam. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;Kita takkan pernah dapat mengenal alam&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, karena indra kita tak dapat menangkapnya sehingga akal tak memiliki sesuatu untuk diolah. Kekosongan itu akhirnya diisi dengan iman, yaitu jiwa abadi, bahwa Tuhan itu ada, begitu juga kehendak bebas. Semua ini harus diterima secara moral, karena tak dapat dibuktikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jika otak manusia itu cukup sederhana untuk dapat kita pahami, tentunya kita masih demikian bodoh sehingga kita tidak dapat memahaminya."&lt;/span&gt; ~Immanuel Kant&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Jadi kita tidak mungkin berharap memahami siapakah kita sebenarnya atau alam raya. Selain itu kemampuan membedakan yang benar dan yang salah adalah bawaan sejak lahir (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;hukum moral&lt;/span&gt;&lt;span&gt;), dan hukum ini berlaku bagi semua orang untuk setiap situasi, dan memiliki kewenangan mutlak. Hukum moral itu adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;hati nurani&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kant juga melahirkan istilah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;etika niat baik&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, bahwa niat baik lah yang menentukan tindakan itu benar atau tidak secara moral, bukan akibat tindakan itu sendiri. Manusia adalah makhluk material (bergantung pada hukum kausalitas -- apa yang kita lihat) sekaligus makhluk rasional (kehendak bebas untuk menjalankan hukum moral -- apa yang kita putuskan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dua hal memenuhi pikiranku dengan keheranan dan ketakjuban yang semakin besar, semakin sering dan semakin kuat aku merengkuhnya: langit berbintang di atasku dan hukum moral di dalam diriku."&lt;/span&gt; ~Immanuel Kant.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Immanuel Kant akhirnya dijadikan Bapak PBB, dan terkenal dengan motto: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;das Ding an sich&lt;/span&gt; &lt;span&gt;(dunia sebagaimana ia ada dalam dirinya sendiri).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Bersambung ke &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2011/08/bukan-review-rangkuman-sejarah-filsafat_19.html"&gt;bagian 3&lt;/a&gt;...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5169402739250452466-6674687660130065488?l=bukufanda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bukufanda.blogspot.com/feeds/6674687660130065488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5169402739250452466&amp;postID=6674687660130065488&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6674687660130065488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5169402739250452466/posts/default/6674687660130065488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bukufanda.blogspot.com/2011/08/bukan-review-rangkuman-sejarah-filsafat_18.html' title='[Bukan Review] Rangkuman Sejarah Filsafat dari Dunia Sophie 2'/><author><name>Fanda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07642429343958941266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_GqMcF8Gem98/SSt6sJUfhYI/AAAAAAAAACc/RyYqQWLhuqY/S220/fanda.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_Bcjq3Ss8fs/TlBj_nP__aI/AAAAAAAAETU/kH228mEF2LA/s72-c/telaah-descartes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5169402739250452466.post-2470083847572830432</id><published>2011-08-17T19:48:00.003+07:00</published><updated>2011-08-22T07:49:56.026+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jostein Gaarder'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filosofi'/><title type='text'>[Bukan Review] Rangkuman Sejarah Filsafat dari Dunia Sophie 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;Kali ini aku tak hendak mereview buku. Lebih tepat kukatakan aku ingin membedah buku Dunia Sophie karya Jostein Gaarder yang merupakan pelajaran dasar filsafat yang dibungkus ke dalam kisah fiksi. Review buku ini sendiri bisa anda intip di: &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2010/12/dunia-sophie.html"&gt;Review Dunia Sophie&lt;/a&gt;. Rangkuman ini akan dibagi menjadi 3 posting, bagian pertama mencakup filosofi Yunani awal hingga berakhirnya jaman Yunani kuno.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Dalam Dunia Sophie, Gaarder mengajak kita menelusuri filsafat mulai jaman Yunani kuno hingga masa sekarang. Yunani semenjak dulu sudah lebih maju dalam peradaban. Namun sebelum muncul pemikiran filosofis, kita mengenal banyak mitos atau mitologi tentang dewa-dewi yang mengatur alam sekaligus berhubungan erat dengan manusia. Salah satu kisah mitologi Yunani itu bisa anda baca di: &lt;a href="http://bukufanda.blogspot.com/2011/07/kehancuran-troy.html"&gt;Kehancuran Troy&lt;/a&gt;. Sejarah filsafat boleh dibilang bermula di Yunani setelah era mitos-mitos itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Filosofi Yunani Awal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sering disebut filosofi alam karena orang mem&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fokuskan perhatian pada alam dan proses-prosesnya. Para filosof berpendapat bahwa ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zat dasar&lt;/span&gt; yang se&lt;/span&gt;&lt;span&gt;lalu ada (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kekal&lt;/span&gt;), dan darinyalah segala sesuatu berasal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Thales&lt;/span&gt; berpendapat bahwa sumber segala sesuatu adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;air&lt;/span&gt;, sementara &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Anaximenes&lt;/span&gt; (575-526 SM)  meyakini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;udara/uap&lt;/span&gt; adalah asal segala sesuatu. Kemudian muncul &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Parmenides&lt;/span&gt; (540-480 SM) yang percaya bahwa segala sesuatu yang ada telah ada dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tak ada perubahan&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Heraclitus&lt;/span&gt; berpendapat sebaliknya, bahwa ciri alam yang paling mendasar adalah adanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perubahan&lt;/span&gt; terus menerus. Segala sesuatu terus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengalir&lt;/span&gt;, tak pernah sama. Ia juga meyakini adanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;akal&lt;/span&gt; universal (logos = Tuhan) yang ada dalam diri manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Lalu muncullah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Empedocles&lt;/span&gt; (490-430 SM) menyempurnakan pendapat Parmenides dan Heraclitus. Menurutnya alam terdiri dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;4 unsur&lt;/span&gt;: tanah - udara - api - air. Keempat unsur itu tak berubah, dan proses alam adalah menyatu/terpisahnya keempat unsur itu. Yang menggerakkan proses itu adalah 2 kekuatan yang bekerja di alam&lt;/span&gt;&lt;span&gt;: cinta dan perselisihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pendapat lain datang dari &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Anaxapora&lt;/span&gt; (500-428 SM) dari Athena, yang tidak menyetujui baik pendapat tentang 1 zat dasar atau 4 unsur dasar. Baginya alam terbuat dari partikel tak kasat mata yang tak terhingga jumlahnya dan tak dapat dibagi menjadi bagian lebih kecil (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ada sesuatu dari segala sesuatu&lt;/span&gt;). Anaxapora memiliki minat pada astronomi dan percaya bahwa mungki&lt;/span&gt;&lt;span&gt;n ada kehidupan lain di planet lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Filosof alam besar yang terakhir adalah &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Democritus&lt;/span&gt; (460-370 SM). Ia meyakini bahwa segala sesuatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak berubah&lt;/span&gt;, melainkan terbuat dari balok-balok tak terlihat yang sangat kecil dan tak dapat dibagi-bagi, yakni &lt;span style="font-style: italic;"&gt;atom&lt;/span&gt;. Atom bersifat kekal, tak ada sesuatu yang muncul dari ketiadaan. Ketika benda mati/hancur, atom itu terurai dan membentuk benda-benda baru. Democritus tak percaya pada kekuatan jiwa, maka ia disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;materialis&lt;/span&gt;. Jiwa menurutnya tersusun dari atom-atom jiwa, dan segala di&lt;/span&gt;&lt;span&gt; alam terjadi secara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mekanis&lt;/span&gt; dan alamiah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;br /&gt;Filosofi Klasik Besar&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Socrates&lt;/span&gt; (470-399 SM) adalah filosof besar dari era ini yang berasal dari Athena. Ia tak banyak memiliki karya tulis, namun untungnya memiliki murid, yakni Plato, yang kelak menuliskan ide-ide Socrates (Apologi, Epistles, dsb). Socrates lebih senang berdikusi dan mengajar, dan akhirnya dihukum mati karena menolak memberi info kepada musuh politik. Socrates adalah seorang rasionalis, terbukti dari mottonya: "Hanya satu yang aku tahu, yaitu bahwa aku tidak tahu apa-apa". Ia meyakini bahwa dalam akal manusia terletak kemampuan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;norma yang abadi&lt;/span&gt;) untuk membedakan benar dan salah, dan tak mungkin seseorang bahagia jika bertindak menentang penilaian mereka yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Di jaman Socrates, muncul juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kaum Sophis&lt;/span&gt; yang disebut filosof keliling karena suka mencari uang dengan berkeliling mengajar. Karena &lt;/span&gt;&lt;span&gt;tak dapat memecahkan misteri alam, mereka fokus pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;manusia&lt;/span&gt;. Kaum Sophis ini agnostik (tidak mampu tegas menyatakan Tu&lt;/span&gt;&lt;span&gt;han ada/tidak ada).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Setelah &lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Z1oCQ8_oj7k/Tk-zsLOnjzI/AAAAAAAAES8/i46i-25OYtg/s1600/telaah-plato.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 203px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Z1oCQ8_oj7k/Tk-zsLOnjzI/AAAAAAAAES8/i46i-25OYtg/s320/telaah-plato.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642926429628239666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;Socrates, muncullah muridnya &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Plato&lt;/span&gt; (428-347 SM) yang mendirikan sekolah &lt;/span&gt;&lt;span&gt;filsafat, Academus, yang menjadi cikal bakal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;akademi&lt;/span&gt;. Menurut Plato segala sesuatu&lt;/span&gt;&lt;span&gt; yang nyata sifatnya mengalir, dibuat dari materi yang terkikis waktu, namun&lt;/span&gt;&lt;span&gt; dibuat sesuai dengan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cetakan&lt;/span&gt;" (bentuk yang kekal dan abadi). Pola-pola kekal ini bersifat spiritual, abstrak, dari mana segala sesuatu diciptakan. Pola itu disebut juga "ide", yang akhirnya melahirkan istilah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Teori Ide Plato&lt;/span&gt;".&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Plato, realitas manusia terdiri dari dua: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dunia indra&lt;/span&gt; (pengetahuan yang tidak sempurna tentang hal-hal yang selalu berubah), dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dunia ide&lt;/span&gt; (pengetahuan sejati yang dipahami dengan akal). Manusia adalah makhluk ganda yang memiliki tubuh (dunia indra) dan jiwa (dunia ide). Jiwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sudah ada&lt;/span&gt; sebelum mendiami tubuh, namun begitu mendiami tubuh ia lalu melupakan ide sempurna. Ketika manusia menemukan berbagai bentuk di dunia alamiah, jiwanya bergerak dengan kerinduan untuk kembali ke tempatnya yang sejati. Kerinduan ini disebut "eros" (cinta). Hidup yang ideal mernurut Plato adalah ketika manusia mempertanyakan dari mana ia berasal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Negara ideal menurut pandangan Plato dibangun seperti tubuh yang terdiri dari 3 bagian:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;1. Kepala : akal (kebijaksanaan) = pemimpin&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;br /&gt;2. Dada: kehendak (keberanian) = pembantu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;br /&gt;3. Perut: nafsu (kesopanan) = pekerja&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tiap orang bekerja sesuai tugas dan tempatnya, maka akan ada keselarasan dalam negara, atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;negara totaliter&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kesetaraan gender, Plato termasuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pro-perempuan&lt;/span&gt;. Kaum wanita menurutnya bisa menjadi pemimpin karena memiliki nalar yang sama dengan pria, a&lt;/span&gt;&lt;span&gt;sal dibebaskan dari kewajiban membesarkan anak dan mengurus rumah tangga. Ia juga berpendapat bahwa pendidikan anak harus diserahkan pada negara. Ia pula yang pertama menggagas sekolah yang diorganisir negara dan pendidikan full-time.&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Plato, tibalah era &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Aristoteles&lt;/span&gt; (384-322 SM) yang merupakan murid Akademi Plato. Aristoteles adalah ahli biologi besar Eropa yang pertama dan sangat memperhatikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;proses alam&lt;/span&gt;. Ia-lah yang menulis semua bidang ilmu dan mengklasifikasikannya. Ia juga yang mendirikan ilmu logika.&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hal pendapat Aristoteles bertentangan dengan Plato, namun ada juga idenya yang merupakan pengembangan dari ide Plato. Bagi Plato ada ide kekal dibalik benda-benda (terpisah dari benda itu seperti cetakan dan kue) dan ada sebelum benda itu. Bagi Aristoteles ide adalah sesuatu yang sama yang dimiliki benda-benda, ide itu ada dalam benda dan merupakan ciri khas benda (spesies).  Maka menurut Aristoteles, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ide dan benda tak dapat dipisahkan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Aristoteles meyakini realitas tertinggi adalah apa yang kita lihat, sementara Plato berpendapat apa yang kita pikirkan lah realitas tertinggi itu. Seperti telah disebutkan di atas, Plato meyakini ide itu adalah bawaan, sementara bagi Aristoteles pada manusia ada kekuatan bawaan untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mengorganisasi kesan indrawi&lt;/span&gt; kita terhadap segala sesuatu ke kategori-kategori. Ide bawaan memang ada, tapi sebenarnya kosong hingga kita menjalani/mengala&lt;/span&gt;&lt;span&gt;mi sesuatu. Aristoteles juga meyakini bahwa selalu ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tujuan&lt;/span&gt; di balik segala sesuatu di alam ini. Contoh bila hujan turun, tujuannya adalah untuk memberikan kehidupan bagi dunia.&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aristoteles membagi alam menjadi:&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;br /&gt;- benda mati &amp;gt;&amp;gt; tidak berubah kecuali karena pengaruh alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;- benda hidup &amp;gt;&amp;gt; mencakup tanaman dan makhluk (hewan dan manusia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;- di puncak paling atas tangga alam, ada Tuhan, Tuhanlah penggerak pertama alam yang tidak bergerak.&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;etika&lt;/span&gt;, untuk menjalani kehidupan yang bahagia, segala sesuatu harus bergerak selaras dan keseimbangan harus dijaga (jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit dalam segala hal).&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai politik, Aristoteles berpendapat tanpa ada masyarakat/negara, kita bukanlah manusia sejati. Negara ideal bagi Aristoteles mencakup 3 hal ini:&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;br /&gt;- Monarki : harus dijaga agar jangan melenceng menjadi tirani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;- Aristokrasi (sekelompok pemimpin): harus dijaga agar jangan menjadi oligarki (hanya beberapa pemimpin, mis: junta)&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;br /&gt;- Demokrasi: kalau tidak dijaga bisa menjadi mob rule (kawanan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Beda dengan Plato, Aristoteles kurang berpihak pada perempuan. Baginya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wanita adalah pria yang belum lengkap&lt;/span&gt;. Wanita adalah penerima, sedang pria adalah pemberi.&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah era Aristoteles, tibalah Jaman Yunani Kuno Akhir, di mana kebudayaan Yunani makin berkembang di Macedonia, Siria dan Mesir. Kemudian Roma mulai berkuasa di sekitar 50 S&lt;/span&gt;&lt;span&gt;M dengan kerajaan Romawi dan Latinnya. Saat itu Alexandria memiliki peran besar sebagai pusat ilmu pengetahuan, maka filsafat pun membaur dengan agama. Periode ini disebut periode &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Helenisme&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar para filosof besar, ada beberapa kelompok yang juga menyumbangkan ide-idenya.&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kaum Sinis&lt;/span&gt; dengan tokoh &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Antisthenes&lt;/span&gt; (400 SM) yang mengatakan bahwa kebahagiaan sejati adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ketidaktergantungan&lt;/span&gt; pada segala sesuatu yang acak dan mengambang. Ada pula &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Diogenes&lt;/span&gt; tokoh yang unik, hidup dalam tong dengan mantel, tongkat dan kantong rotinya, dan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tidak memikirkan penderitaan&lt;/span&gt; sendiri maupun orang lain.&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kaum Stoik&lt;/span&gt; (300 SM), dengan tokoh filosof &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Zeno&lt;/span&gt; yang percaya bahwa semua orang adalah bagian dari satu “logos” (akal) yang sama (dalam hal ini ia sejalan dengan Socrates). Lalu ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;satu kebenaran universal&lt;/span&gt; (hukum alam) yang mengatur semua manusia. Berbeda dengan dualisme (roh dan materi) ala Plato, Zeno adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;monois&lt;/span&gt;. Tokoh lain Kaum Stoik adalah &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Cicero&lt;/span&gt; (106 – 43 SM) yang adalah pembentuk konsep &lt;span style="font-style: italic;"&gt;humanisme&lt;/span&gt;, serta Seneca (4 SM – 65 M). Bagi kaum Stoik, segala sesuatu terjadi karena ada penyebabnya, bukan kebetulan (atau disebut “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;takdir&lt;/span&gt;”).&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kaum Epicurean&lt;/span&gt;. 2 tokoh di antaranya: &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Aristippus&lt;/span&gt; yang percaya bahwa kebaikan tertinggi adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kenikmatan&lt;/span&gt;, untuk itu mereka menghindari penderitaan. Lalu ada &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Epicurus&lt;/span&gt; (341 – 270) yang menggabungkan etika kenikmatan Aristippus dan teori atom Democritus. Secara garis besar mer&lt;/span&gt;&lt;span&gt;eka hidup untuk saat ini, dan kenikmatan juga harus diimbangi kontrol diri, harus mempertimbangkan efek samping, dan mengatasi rasa takut mati.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neoplatonisme&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran yang, dari namanya bisa ditebak, merupakan pengembangan dari ide-ide Plato. Tokoh masa ini adalah &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Plotinus&lt;/span&gt; (205 – 270) yang melahirkan doktrin “keselamatan” yang bersaing dengan ajaran Kristen, sekaligus memberi pengaruh kuat dalam teologi Kristen. Menurut Plotinus dunia terdiri dari 2 kutub: Yang Esa dan kegelapan mutlak (tidak eksis). Jiwa disinari oleh Yang Esa, sementara materi oleh kegelapan. Segala sesuatu menyimpan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sepercik misteri Ilahi&lt;/span&gt;, yang paling dekat dengan Tuhan adalah makhluk hidup, yang terjauh adalah tanah, air, batu dll. Jiwa manusia merupakan sepercik cahaya, dan segala sesuatu itu satu, sebab segala sesuatu berasal dari Tuhan.&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic; " &gt;"Kita paling dekat dengan Tuhan dalam jiwa kita. Hanya di sana kita dapat menjadi satu dengan misteri terbesar kehidupan. Sesungguhnya jarang sekali kita dapat merasakan bahwa kita sendirilah misteri itu" ~Plotinus.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; "&gt;Bangsa Semit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Bangsa Semit mempengaruhi banyak agama. Yahudi, Kristen dan Islam berasal dari bangsa S&lt;/span&gt;&lt;span&gt;emit, dan memiliki 1 gagasan yang sama: hanya ada 1 Tuhan. Kristen sendiri kemudian diengaruhi pula oleh budaya Yunani dan Romawi, itu sebabnya mereka mengenal penggambaran Tuhan, yang tidak ditemukan pada Islam dan Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Israel&lt;/span&gt; pernah memiliki 3 raja besar: Saul, Daud, Sulaiman. Kekuasaan akhirnya terbagi menjadi 2: Utara (Israel) dan Selatan (Judea). Yang perlu dicatat pada saat itu adalah kaum Yahudi tidak mengenal keabadian jiwa, tidak ada apapun yang abadi. Lalu datanglah Yesus yang mengubah pandangan itu. Gereja Kristen terbentuk ketika Yesus bangkit.&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus&lt;/span&gt; adalah tokoh penyebar Kristen dari Yun&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-MCFsN8NX2Es/Tk-y1Swcz0I/AAAAAAAAES0/Yhto9OYEw9o/s1600/telaah-paulus.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 173px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-MCFsN8NX2Es/Tk-y1Swcz0I/AAAAAAAAES0/Yhto9OYEw9o/s320/telaah-paulus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642925486756384578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;ani hingga Romawi sehingga membuatnya agama dunia. Ia pernah muncul di Athena dan berbicara juga dengan kaum Epicurean dan kaum Stoik. Sifat Tuhan dalam ajarannya tidak lagi filosofis, bukan sekedar citra, namun Tuhan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ikut campur dalam sejarah&lt;/span&gt;. Kristen bukan hanya milik Yahudi, tetapi menjadi agama universal ketika Perjanjian Lama antara Tuhan dan Israel diganti dengan Perjanjian Baru antara Tuhan dan seluruh umat manusia. Masuknya K&lt;/span&gt;&lt;span&gt;risten ke Yunani dan Romawi merupakan revolusi besar, karena dengan demikian berakhirlah Jaman Yunani Kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Tahun-tahun dan peristiwa penting jaman ini:&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;span&gt;Th 330 – Konstantin Agung memindahkan kekaisaran dari Roma ke Konstantinopel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Th 380 – Kristen jadi agama resmi di Romawi&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;br /&gt;Th 395 – Romawi terbagi menjadi 2: Barat dengan ibukota Roma, dan Timur dengan ibukota Konst&lt;/span&gt;&lt;span&gt;aninopel&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;br /&gt;Th 410 – Roma direbu
