•8:06 AM
Sebuah dongeng dari Jepang yang hendak menyadarkan kita akan hal yang mungkin jarang kita perhatikan dalam hidup, hanya karena kita lupa untuk bercermin…Alkisah di sebuah desa terpencil di negara Jepang, ada sebuah rumah yang dijuluki Rumah 1000 Cermin. Suatu hari seekor anjing mungil bernama Cheerie yang selalu berpembawaan ceria dan penuh semangat, mendengar kawan-kawannya bercerita tentang tempat itu. Karena keingintahuannya, ia pun memutuskan untuk mengunjungi Rumah 1000 cermin itu.
Ketika Cheerie tiba, dengan penuh semangat ia melompat-lompat kegirangan sambil menaiki tangga menuju pintu rumah. Ia mengintip ke dalam melalui pintu yang terbuka, dengan telinga yang terangkat tinggi serta ekornya yang terkibas-kibas kesana kemari secepat yang ia bisa. Begitulah pembawaan Cheerie yang selalu antusias akan hal-hal baru.
Betapa terperanjatnya ia, ketika menemukan sekitar 1000 ekor anjing ceria di dalam rumah itu, sedang memandang balik kepadanya dengan ekor mengibas-ngibas persis seperti dirinya! Cheerie mencoba mengembangkan cengirannya yang paling lebar, dan dibalas dengan hangat dan ramah oleh 1000 cengiran lebar, persis seperti cengirannya. Ketika Cheerie meninggalkan rumah itu, ia berpikir, “Rumah itu adalah tempat yang sangat indah. Aku mau kembali lagi kapan-kapan ah, dan aku akan sering pergi kesana…”
Di desa itu hidup juga seekor anjing kecil lainnya bernama Moody. Ia bukan teman Cheerie karena pembawaannya selalu murung dan sedih. Ia telah mendengar juga desas-desus tentang Rumah 1000 Cermin, dan pergi ke sana untuk menyelidiki.
Ketika Moody sampai di tempat itu, perlahan ia menaiki tangga menuju ambang pintu dengan kepala tertunduk dan ekor terselip di sela kakinya. Ia mengintip ke dalam rumah, dan menemukan 1000 wajah anjing tak bersahabat memandangnya balik. Maka secara reflek, ia menggeram ke arah 1000 anjing itu. Dan betapa ketakutannya Moody ketika serta merta ke 1000 anjing itu menggeram-geram balik kepada dirinya.
Ia langsung meninggalkan rumah itu sambil berpikir, “Betapa menyeramkan tempat itu tadi. Aku tak akan kembali kesana lagi selamanya!”
Kisah lucu dan ringan itu memang khas kisah anak-anak, tapi justru darinya kita disadarkan untuk bahwa apa yang kita berikan dan keluar dari diri kita, hal itulah yang akan kita terima kembali dari dunia di sekitar kita. Dan kalau kita ingin mendapatkan, menerima sesuatu yang baik, berikanlah terlebih dahulu hal yang sama kepada dunia. Saat kita menghargai orang lain, maka orang lainpun akan menghargai kita. Demikian pula sebaliknya. Kalau kita menganggap rendah orang lain, maka mereka mungkin pura-pura saja menghormati kita karena takut, namun sebenarnya mereka mengasihani kita dan memandang rendah diri kita.
Demikianlah renungan ringan hari ini. Apakah anda sudah bercermin?
P.S. Buat teman-teman muslim, selamat merayakan Idul Adha yaa... Dan buat semuanya...selamat merayakan long weekend deh...












